<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877</id><updated>2012-01-13T09:08:09.090+07:00</updated><category term='MATERI'/><category term='BERITA FOTO'/><category term='artikel'/><category term='INFO LOMBA'/><category term='TIPS'/><title type='text'>GARUDA PALA</title><subtitle type='html'>PELAJAR PECINTA ALAM SMA NEGERI 2 PONOROGO</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2019849443986727410</id><published>2010-02-10T10:00:00.004+07:00</published><updated>2010-02-10T10:11:21.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PELANTIKAN ANGGOTA BIASA DIKLATSAR XII</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3Ijhtw8UJI/AAAAAAAAAWY/gjXpx4oogfQ/s1600-h/DSC_0290.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3Ijhtw8UJI/AAAAAAAAAWY/gjXpx4oogfQ/s200/DSC_0290.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436446762317140114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjhZtW4dI/AAAAAAAAAWQ/zDh8sBOd4Uo/s1600-h/DSC_0300.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjhZtW4dI/AAAAAAAAAWQ/zDh8sBOd4Uo/s200/DSC_0300.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436446756933394898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur kepada Tuhan, Pelantikan Anggota Biasa Garuda Pala DIKLATSAR XII telah dilaksanakan dengan hasilyang membanggakan. Secara kuantitas memang kurang tapi kami yakin merka adalah para anggota yang berkualitas sehingga diharapkan mampu membawa organisasi ini menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjgyHZdCI/AAAAAAAAAWI/QlpPc3QatiE/s1600-h/DSC_0320.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjgyHZdCI/AAAAAAAAAWI/QlpPc3QatiE/s200/DSC_0320.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436446746305197090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjgvCujEI/AAAAAAAAAWA/fDRbtocwToU/s1600-h/DSC_0322.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3IjgvCujEI/AAAAAAAAAWA/fDRbtocwToU/s200/DSC_0322.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436446745480301634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali banyak dari beberapa alumni tidak bisa hadir memenuhi undangan yang kami sebar, tapi tidaklah mengapa berikut ini kami tampilkan beberapa moment yang kami ambil waktu kegiatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2019849443986727410?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2019849443986727410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2019849443986727410' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2019849443986727410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2019849443986727410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2010/02/syukur-kepada-tuhan-pelantikan-anggota.html' title='PELANTIKAN ANGGOTA BIASA DIKLATSAR XII'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S3Ijhtw8UJI/AAAAAAAAAWY/gjXpx4oogfQ/s72-c/DSC_0290.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6451071085908266176</id><published>2010-02-08T12:32:00.005+07:00</published><updated>2010-02-09T20:48:39.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Loyalitas dan Kebersamaan Dalam Organisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S2-jzDIaiiI/AAAAAAAAAVQ/qrRXZhzoimQ/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S2-jzDIaiiI/AAAAAAAAAVQ/qrRXZhzoimQ/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435743372668733986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan TUHAN sebagai makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal dan budi. Dengan akal budi ini manusia dituntut untuk mampu membedakan antara baik dan buruk serta dapat berpikiran secara kritis dalam menghadapi problema kehidupan. Berdasarkan hal ini, manusia adalah Zoon Politicon yaitu manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan makhluk lain. Untuk itu manusia juga dituntut untuk mampu berinteraksi, berhubungan secara timbal balik dengan lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pendapat ahli sosial Abraham Maslow: melalui piramida kebutuhan Maslow disebutkan bahwa pada tingkatan ketiga – manusia perlu berafiliasi/berorganisasi – dimana kebutuhan ini akan muncul setelah manusia mampu memenuhi kebutuhan psikologi berupa kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan akan keamanan (safety needs).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi merupakan wadah/sarana bagi suatu kelompok individu yang minimal punya suatu kesamaan visi dan misi. Satu hal penting yang sangat diperlukan oleh sebuah organisasi untuk mempertahankan keberadaannya adalah LOYALITAS dan KEBERSAMAAN dari anggotanya. Loyalitas erat kaitannya dengan kesetiaan. Seorang anggota yang memiliki loyalitas terhadap organisasinya memiliki kesadaran pribadi untuk memanfaatkan semua potensi yang ada dalam dirinya demi kemajuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih riil, anggota tersebut akan menaati segala bentuk tata tertib yang berlaku, mendukung program kerja dengan mengikutsertakan diri sebagai partisipan aktif. Bahkan menjadi pengurus/kreator ide-ide penting untuk membangun organisasi dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas anggota memegang peranan krusial dalam jalannya organisasi. Tata aturan yang sempurna, program kerja yang brilian, tanpa disertai dengan loyalitas para eksekutornya adalah hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah penting adalah kebersamaan antara anggota dalam suatu organisasi. Dalam kenyataannya, pelaksanaan program kerja sebagai bentuk realisasi visi organisasi tidak semua anggota memiliki kesamaan sistem kerja berdampak buruk bagi kelangsungan organisasi itu sendiri. Hal ini disebabkan terutama karena anggota yang mengikuti suatu organisasi tidak berniat secara penuh untuk mendedikasikan dirinya untuk kelangsungan organisasi, mereka hanya ingin mengambil manfaat yang mereka anggap berguna bagi mereka. Singkat kata, mereka hanya aktif mengikuti kegiatan yang mereka inginkan. Mereka cenderung bersikap acuh tak acuh dalam mengikutsertakan diri menjalankan kegiatan organisasi yang tidak ada hubungannya dengan tujuan/alasan/keinginan mereka ketika mendaftar menjadi anggota organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang harus dijalankan secara kooperatif oleh pengurus organisasi terutama ketua organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah menjamin pengetahuan setiap anggota tentang organisasi secara keseluruhan. Pengetahuan tentang sejarah pendirian, visi, misi, serta program kerja organisasi misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, mengadakan kegiatan-kegiatan sesuai basis organisasi untuk melibatkan anggota secara aktif dalam organisasi bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pengetahuan tentang organisasi dan kepemimpinan melalui ceramah/seminar dari sumber yang kompeten; diskusi antar anggota, bila diikuti dengan sungguh-sungguh akan bermanfaat positif dalam membangun loyalitas dan kebersamaan antar anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap-sikap positif seperti berjiwa besar, menghargai saran dan kritik yang bersifat membangun dan berjiwa satria, sangat berperan penting pula dalam diri masing-masing anggota untuk mewujudkan loyalitas dan kebersamaan dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: Jhana Bratha edisi September ‘07 (Buletin UKM)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6451071085908266176?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6451071085908266176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6451071085908266176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6451071085908266176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6451071085908266176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2010/02/loyalitas-dan-kebersamaan-dalam_08.html' title='Loyalitas dan Kebersamaan Dalam Organisasi'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/S2-jzDIaiiI/AAAAAAAAAVQ/qrRXZhzoimQ/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-1722876009050337841</id><published>2009-11-04T09:40:00.004+07:00</published><updated>2009-11-04T10:04:12.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabtu, 31 Oktober 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Sebuah hari yang bersejarah bagi kami khususnya calon Anggota Muda DIKLATSAR XII. diawali dengan seminggu mempelajari materi ruangan yang membosankan, akhirnya tiba juga diklat lapangan yang sekaligus dirangkai dengan pelantikan anggota muda.&lt;br /&gt;      Diawal kegiatan jumlah calon anggota yang hadir adalah 6 orang, tapi...... sayang baru saja memasuki kegiatan lapangan (mountainering) salah satu peserta sakit sehingga tidak bisa meneruskan kegiatan. Dan beberapa calon anggota muda yang laen sepertinya terlambat datang di basecamp. jadi akhirnya tinggal mereka berlima yang dilantik menjadi anggota muda.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqWovOrII/AAAAAAAAAUI/0bJfwPJTTL0/s1600-h/DSC_1111.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqWovOrII/AAAAAAAAAUI/0bJfwPJTTL0/s200/DSC_1111.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400073627830758530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan menuju lokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqXCeZBbI/AAAAAAAAAUY/wo0il7u7gnM/s1600-h/DSC_1123.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqXCeZBbI/AAAAAAAAAUY/wo0il7u7gnM/s200/DSC_1123.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400073634739455410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hayo berjajar yang rapi mo di foto..... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqXQBxn3I/AAAAAAAAAUg/HjjTItAFMAU/s1600-h/DSC_1162.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqXQBxn3I/AAAAAAAAAUg/HjjTItAFMAU/s200/DSC_1162.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400073638377529202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dapat pengarahan dari alumni....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqWy2UvEI/AAAAAAAAAUQ/F3xXPe2oMkw/s1600-h/DSC_1120.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqWy2UvEI/AAAAAAAAAUQ/F3xXPe2oMkw/s200/DSC_1120.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400073630544870466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hayo catat...!!! awas ntar lupa...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqX9BdFrI/AAAAAAAAAUo/_AnEaETL-lA/s1600-h/DSC_1199.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqX9BdFrI/AAAAAAAAAUo/_AnEaETL-lA/s200/DSC_1199.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400073650455778994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Upacara penutupan DIKLATSAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDrbXAK8OI/AAAAAAAAAUw/XT5c71_QgqI/s1600-h/DSC_1212.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDrbXAK8OI/AAAAAAAAAUw/XT5c71_QgqI/s200/DSC_1212.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400074808480952546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...e Dilantik juga akhirnya.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDrb_Rq9lI/AAAAAAAAAVA/BOmzrt3aDFU/s1600-h/DSC_1215.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDrb_Rq9lI/AAAAAAAAAVA/BOmzrt3aDFU/s200/DSC_1215.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400074819291772498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini..... Tanggung jawab t'lah kami berikan kepada kalian sebagai generasi penerus kami.....!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-1722876009050337841?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/1722876009050337841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=1722876009050337841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1722876009050337841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1722876009050337841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/11/sabtu-31-oktober-2009-sebuah-hari-yang.html' title=''/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SvDqWovOrII/AAAAAAAAAUI/0bJfwPJTTL0/s72-c/DSC_1111.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2359250816661998496</id><published>2009-10-25T09:51:00.002+07:00</published><updated>2009-10-25T10:18:58.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>info</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 243px; height: 237px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;INI BARU INFO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;               GARUDA mau mengadakan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Pelantikan Anggota Muda XII&lt;/span&gt; yang mau diadakan pada tanggal 31 Oktober sampe 1 November 2009 ini.Tempatnya di Wisata Telaga Ngebel, Ponorogo.&lt;br /&gt;Kalo temen temen Anggota "GP" khususnya para alumni ato Anggota Luar Biasa ada waktu luang, silahkan mampir dulu.&lt;br /&gt;          Terus mohon bantuannya buat yang sudah tahu nih info, disebarin ke temen temen yang lain.&lt;br /&gt;Sekian info terbaru dari kami.Sekian and terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2359250816661998496?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2359250816661998496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2359250816661998496' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2359250816661998496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2359250816661998496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/10/info.html' title='info'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/s72-c/garudapala.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7303666119649169171</id><published>2009-09-18T16:51:00.000+07:00</published><updated>2009-09-18T16:52:14.400+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 204, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;HALAL BIHALAL&lt;br /&gt;GARUDA PALA&lt;br /&gt;SMAN 2 PONOROGO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat diberitahukan kepada seluruh keluarga besar&lt;br /&gt;''GARUDA PALA'' bahwasannya kami dari pengurus GP berniat&lt;br /&gt;mengadakan acara Halal Bihalal yang akan diselenggarakan pada:&lt;br /&gt;Hari : Rabu, 23 September 2009&lt;br /&gt;Pukul : 08.00 wib&lt;br /&gt;Tempat : Camp Garuda Pala&lt;br /&gt;SMAN 2 PONOROGO&lt;br /&gt;Demikian undangan ini kami buat dan dimihon kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus GP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-7303666119649169171?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/7303666119649169171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=7303666119649169171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7303666119649169171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7303666119649169171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/09/halal-bihalal-garuda-pala-sman-2_18.html' title=''/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8161049611526844410</id><published>2009-04-27T12:45:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T12:47:04.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jelajah Gunung</title><content type='html'>Jelajah gunung merupakan salah satu kegiatan alam bebas yang dewasa ini mulai banyak peminatnya. Tidak hanya dikalangan para pecinta alam, tetapi banyak juga dari kalangan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelajah gunung sama halnya dengan mendaki gunung yang dapat didefinisikan sebagai kegiatan berpindah dari titik ketinggian tertentu yang lebih rendah menuju titik ketinggian tertentu yang lebih tinggi atau sebaliknya. Meskipun begitu kegiatan ini sangat menuntut si penjelajah mempunyai kondisi tubuh yang selalu fit selama melakukan kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan perjalanan menuju titik ketinggian tertentu yang kita inginkan membutuhkan waktu yang relatif lama, bahkan bisa mencapai belasan jam. Apalagi jika cuaca sedang tidak mendukung, waktu bisa molor lebih lama lagi. Belum lagi jika kondisi jalan yang dilalui sangat tidak mendukung, tentu saja akan memakan waktu lebih banyak lagi dan membutuhkan enrgi yang lebih besar dari pada kondisi normal.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak dapat diabaikan adalah kadar oksigen dalam udara. Semakin tinggi suatu tempat, semakin tipis pula gas oksigen yang terkandung dalam udara. Menipisnya kadar oksigen dalam udara memnyebabkan nafas kita semakin pendek dan kita mudah mengalami kelelahan, sehingga untuk mencapai titik ketinggian yang kita inginkan memerlukan waktu yang lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor psikologis si penjelajah juga tidak dapat kita abaikan begitu saja saat kita melakukan kegiatan ini. Faktor psikologis juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh si penjelajah. Banyaknya pikiran-pikiran yang tidak-tidak dapat mengganggu kelancaran dalam melakukan jelajah gunung, bahkan dapat menggagalkannya karena pikiran kita yang negatif. Oleh sebab itu sebaiknya selama kita melakukan jelajah gunung sebaiknya kita tanamkan pikiran-pikiran positif yang dapat memberikan semangat kepada kita untuk mencapai tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya yang mempunyai andil besar dalam kesuksesan jelajah gunung yang sering diabaikan adalah Bekang (Perbekalan dan Angkutan). Sebelum melakukan jelajah gunung kita harus menghitung secara pasti perbekalan yang kita bawa cukup untuk beberapa hari sesuai denga kebutuhan. Dan jangan lupa selalu membawa survival kit elama melakukan kegiatan di alam bebas. Sedangkan yang dimaksud dengan ”Angkutan” disini adalah kita sebelum melakukan kegiatan ini harus memikirkan sarpras pengangkut pasien atau orang-orang yang tidak kuat meneruskan perjalanan, sedangkan untuk kembali lagi dia sudah tidak kuat. Jika sarpras pengangkut tidak memenuhi standar atau bahkan tidak ada kita sendiri yang harus mengangkut pasien tersebut, oleh karena itu kita membutuhkan alat pengangkut atau dragbar. Khusus dalam hal bekang banyak orang yang sering mengabaikan perlengkapan-perlengkapan ini. Untuk itu sebaiknya kita simak moto dari Yonbekang (Batalyon Perbekalan dan Angkutan) berikut ini : ”Perbekalan Dan Angkutan Memang Tidak Bisa Memenangkan Pertempuran, Tetapi Tanpa Perbakalan Dan Angkutan Pertempuran Tidak Bisa Dimenangkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian artikel ini saya tulis, jika terdapat kata-kata yang salah saya mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;By GP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8161049611526844410?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8161049611526844410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8161049611526844410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8161049611526844410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8161049611526844410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/04/jelajah-gunung_27.html' title='Jelajah Gunung'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8345268442356809247</id><published>2009-04-24T13:02:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T12:47:40.510+07:00</updated><title type='text'>BANYAK POLUSI</title><content type='html'>Akhir - akhir ini kita sering mendengar istilah yang sedang hangat dibicarakan di siaran televisi ataupun surat kabar.Sesuatu yang mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang tetapi dapat menimbulkan efek yang luar biasa ke depannya.&lt;br /&gt;Apakah itu?? Ya tepat, polusi.Cerobong asap yang kurang tinggi pada pabrik, pembukaan lahan dengan cara dibakar, kuantitas kendaraan bermotor juga merupakan sumber polusi itu sendiri. Salah satu polusi yang berbahaya adalah polusi udara. Mengapa demikian??&lt;br /&gt;Polusi udara akibat pembakaran sempurna pada kendaraan bermotor menimbulkan terbentuknya gas CO2.Ada juga gas CO akibat pembakaran tidak sempurna yang lebih berbahaya bagi kesehatan manusia.Alasannya cukup ilmiah yakni jika Gas CO terhirup oleh manusia maka langsung berikatan dengan Hemoglobin (Hb) di dalam darah menggantikan O2.Tetapi karena kemampuan gas CO untuk mengikat lebih kuat, maka Hb yang telah berikatan dengan gas CO menjadi HbCO tidak bisa lagi mengikat O2.Akibatnya tubuh akan kekurangan O2.&lt;br /&gt;Disinggung dari hal lain yakni pembakaran sisa panen oleh para petani.Umumnya permasalahan ini timbul di wilayah pedesaan. Saat tiba masa panen, setelah tanaman padi di pangkas (di rit) lalu dipisahkan dari batang dan daunnya (jerami), beras yang masih berkulit (gabah) dijemur. Para petani biasa membakar jerami tadi di atas lahan sawah. Inilah yang menyebabkan kadar CO2 di udara lebih tinggi bersamaan asap putih yang keluar.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan kedua hal di atas adalah sekelumit kecil penyebab polusi di perkotaan maupun pedesaan.Dan solusi dari semua itu adalah dari kita sendiri.Semua itu berawal dari ulah tangan manusia terhadap alam ini.Tetapi kita bisa berupaya mengurangi polusi dan kadar CO2 dengan berbagai cara.Salah satu yang paling sederhana adalah menanam pohon.Apapun pohon yang anda tanam selama itu tidak merugikan orang lain, maka tanamlah!.Itu akan sangat berarti bagi kehidupan mendatang.Bagi anak cucu kita juga.Jadi lakukan sesuatu walaupun sekecil apapun bagi alam yang kita!.&lt;br /&gt;By GP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8345268442356809247?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8345268442356809247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8345268442356809247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8345268442356809247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8345268442356809247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/04/banyak-polusi.html' title='BANYAK POLUSI'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8888386106685851293</id><published>2009-04-24T13:01:00.002+07:00</published><updated>2009-10-17T14:16:13.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Energi dan Kelestarian Lingkungan Hidup</title><content type='html'>Tidak bisa disanggah lagi kalau di era kini, segala aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat ketergantungan kepada ketersediaan energi. Hampir di semua sector kegiatan, energi menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, kemajuan suatu negara akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan energi di negara tersebut.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa lainnya, bahkan Korea . Ketersediaan energi di negara-negara tersebut sangat memadai untuk melakukan kegiatan di berbagai bidang yang bisa diandalkan untuk pembangunan bangsa dan negaranya. Namun dalam pengadaan energi tentu saja harus memperhatikan factor kelestarian lingkungan hidup. Karena lingkungan tempat mahluk hidup ini bernaung tidak kalah pentingnya dari kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Merusak lingkungan hidup, sama saja dengan mencelakakan diri sendiri. Lingkungan hidup suatu negara akan sangat berkaitan dengan negara lain, karena kita tinggal di bumi yang sama. Sebab itu pula setiap negara sangat berkewajiban untuk sungguh-sungguh memperhatikan dan mencegah hal-hal yang bisa menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak kerusakan lingkungan hidup seperti pemanasan global, saat kini sudah mulai dirasakan di berbagai belahan bumi ini. Seperti terjadinya peningkatan suhu udara, permukaan air laut naik, yang bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil, dan daratan di sekitar pantai, terjadinya perubahan iklim, yang kini sudah terjadi di beberapa tempat termasuk di negeri ini. Kesemua itu karena lingkungan tempat manusia dan mahluk hidup lainnya sudah tercemar. Bahkan menurut sumber-sumber yang bisa dipercaya, keganasan topan yang akhir-akhir ini suka melanda salah satu bagian di daratan Amerika, diprediksi oleh para ahli sebagai efek dari pemanasan global. Ancaman lain yang tidak kalah bahayanya bagi kehidupan manusia, adalah terjadinya hujan asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, memasuki tahun 2006 telah terjadi angin badai di beberapa perairan yang mengakibatkan banjir di daerah sekitar pantai hingga berhari-hari. Akibatnya para nelayan tidak bisa turun ke laut untuk mencari ikan, sehingga mereka mengalami masa-masa paceklik. Belum lagi lebatnya curah hujan mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Kejadian-kejadian ini tentu masih punya kaitan dengan pemanasan global akibat kerusakan lingkungan. Kalau penyebab-penyebab kerusakan global ini tidak ditanggulangi untuk ditekan sekecil mungkin, tentu kerusakan lingkungan yang sudah terjadi ini akan semakin parah yang akibatnya juga akan merugikan semua mahluk hidup termasuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyumbang terbesar kerusakan lingkungan hidup secara menyeluruh, adalah polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, seperti batubara, bahan bakar minyak, dan gas alam secara besar-besaran. Dari pembakaran itu berakibat terjadinya emisi rumah kaca sebagai penyebab pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lingkungan hidup memang bukan persoalan salah satu negara saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh bangsa dan negara. Oleh karena itulah berbagai upaya dilakukan orang untuk mencegah tambah rusaknya lingkungan hidup. Seperti dengan diselenggarakannya KTT Bumi, Protocol Kiyoto, dlsb. Bahkan beberapa negara yang masih memanfaatkan bahan bakar fosil, berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis sangat kompetitif bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi atau batubara. Hanya sebenarnya gas alam juga tetap menimbulkan CO2, tetapi lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batubara. Di samping itu pun gas alam juga menimbulkan methan selama proses penyediaannya, yang kesemua itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Meski akhir-akhir ini muncul teori lain tentang efek rumah kaca, seperti menurut periset Amerika mengatakan bahwa variable aktivitas Mataharilah yang bepengaruh pada naik turunya suhub global. Namun mengurangi pembakaran bahan bakar fosil bagi pemenuhan kebutuhan energi tentu mempunyai manfaat yang besar, paling tidak sebagai langkah penghematan cadangan sumber daya alam yang ada untuk dipergunakan oleh anak cucu kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara secara besar-besaran, dilakukan orang untuk keperluan pembangkit tenaga listrik, industrialisasi, dan transportasi. Khusus untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik, sebenarnya penggunaan bahan bakar fosil sudah bisa ditekan sekecil mungkin, karena ada teknologi modern yang menggunakan bahan bakar lain non fosil yang lebih irit produktif, aman dan tidak menimbulkan polusi. Disamping itu pun bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak harganya cenderung terus meningkat, persediaannya juga sangat terbatas. Orang tidak mungkin harus ketergantungan terus menerus kepada bahan bakar minyak, karena suatu saat cadangannya akan habis. Oleh karena itu bagi Indonesia kini saatnya kita memanfaatkan bahan bakar non fosil untuk berbagai keperluan seperti untuk pembangkit listrik. Dengan demikian selain turut melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup secara global, juga sebagai langkah penghematan cadangan sumber daya alam yang sudah semakin menipis di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Media Kita BATAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8888386106685851293?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8888386106685851293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8888386106685851293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8888386106685851293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8888386106685851293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/04/energi-dan-kelestarian-lingkungan-hidup.html' title='Energi dan Kelestarian Lingkungan Hidup'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2959567030862079220</id><published>2009-03-23T13:40:00.005+07:00</published><updated>2009-04-27T13:12:45.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PELANTIKAN ANGGOTA BIASA XI GARUDA PALA SMAN 2 PONOROGO</title><content type='html'>Baru-baru ini, Garuda Pala baru saja melaksanakan suatu kegiatan formal organisasi yakni Pelantikan Anggota Biasa XI. Bertempat di kawasan wisata Air Terjun Pletuk, kecamatan Sooko, kabupaten Ponorogo. Pada tanggal 1-2 Maret kemarin, tepatnya hari minggu sampai senin. Ini diikuti oleh 5 orang peserta diantaranya 2 orang peserta calon anggota muda dan 3 orang lainnya calon anggota biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang berisi materi-materi kepecinta alaman dibahas tuntas dan kekuatan fisik masing-masing peserta diuji. Tingkat keberhasilan tergantung dari kemampuan individu yang dimiliki dan usaha yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, tujuan lain yang tak kalah penting ialah kesiapan dan kematangan calon anggota biasa yang nantinya menjadi pengurus periode mendatang. Kegiatan ini juga berperan dalam memupuk rasa tanggung jawab dan solidaritas persahabatan. Walaupun waktu yang singkat hanya 2 hari 1 malam, tetapi pengalaman yang benar-benar baru telah mereka dapatkan. Kata pepatah, “Pengalaman adalah guru yang terbaik”.Apakah itu benar?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Organisasi Pelajar Pecinta Alam (OPPA) Garuda Pala, pelantikan anggota biasa juga berarti pelantikan syal isi.Apakah itu? Yaitu pemberian lambing Garuda Pala secara simbolis atau resmi kepada syal kosong anggota muda. Biasanya, syal isi diberikan jika seorang anggota sudah melaksanakan pelantikan anggota muda atau pemberian syal kosong. Menyinggung warna dari syal tersebut adalah oranye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMP1DFMlI/AAAAAAAAATU/6j84O2wKHmI/s1600-h/DSC_0205.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMP1DFMlI/AAAAAAAAATU/6j84O2wKHmI/s200/DSC_0205.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329249568884601426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMPg9MOGI/AAAAAAAAATM/9lSd67r_pG4/s1600-h/DSC_0161.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMPg9MOGI/AAAAAAAAATM/9lSd67r_pG4/s200/DSC_0161.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329249563491186786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMPte4MHI/AAAAAAAAATE/X5qp0y9nPuI/s1600-h/DSC_0148.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMPte4MHI/AAAAAAAAATE/X5qp0y9nPuI/s200/DSC_0148.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329249566853705842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLpQFXYBI/AAAAAAAAAS8/ss6o220T2ls/s1600-h/DSC_0217.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLpQFXYBI/AAAAAAAAAS8/ss6o220T2ls/s200/DSC_0217.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329248906127040530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLpI7vpjI/AAAAAAAAASk/OWFS7TcOIKg/s1600-h/DSC_0132.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLpI7vpjI/AAAAAAAAASk/OWFS7TcOIKg/s200/DSC_0132.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329248904207640114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLo1Pr6EI/AAAAAAAAASc/vHcFOq40phM/s1600-h/CSC_0306.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVLo1Pr6EI/AAAAAAAAASc/vHcFOq40phM/s200/CSC_0306.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329248898922571842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara puncak dari kegiatan ini ialah pelantikan itu sendiri sekaligus upacara penutupan kegiatan. Pemberian syal dilakukan oleh pioner Garuda Pala yang merupakan pendiri organisasi, Setelah dilaksanakannya penyerahan dan pemakaian syal oleh pioner ke masing-masing peserta, kebahagiaan, kebanggaan, serta kepuasan mengiringi jalannya prosesi. Dan sujud syukur atas keberhasilan dan kelancaran kegiatan pelantikan anggota biasa oleh setiap peserta kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhir dari semua itu. Karena berkat, rahmat dan hidayah-Nya kegiatan ini berjalan dengan sukses.&lt;br /&gt;Salam lestari!!! Dan Wassalam. . .&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2959567030862079220?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2959567030862079220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2959567030862079220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2959567030862079220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2959567030862079220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/03/pelantikan-anggota-biasa-xi-garuda-pala.html' title='PELANTIKAN ANGGOTA BIASA XI GARUDA PALA SMAN 2 PONOROGO'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SfVMP1DFMlI/AAAAAAAAATU/6j84O2wKHmI/s72-c/DSC_0205.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4492123819449611541</id><published>2009-03-06T14:06:00.001+07:00</published><updated>2009-03-06T14:08:40.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Berang-Berang, Insinyur Pembuat Bendungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;" class="fullpost"&gt; &lt;table style="text-align: left; margin-left: auto; margin-right: auto;" bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="1324" width="765"&gt;   &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;       &lt;script language="JavaScript" src="file:///G:/net%20blog/Harun%20Yahya%20-%20Artikel%20-%20Berang-Berang,%20Insinyur%20Pembuat%20Bendungan_files/topHeaderArtikel.js"&gt; &lt;/script&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" valign="top" width="765"&gt;       &lt;center&gt;       &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;         &lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p style="text-align: left;" class="isim"&gt;&lt;span class="basharf"&gt; by H&lt;/span&gt;ARUN &lt;span class="basharf"&gt;Y&lt;/span&gt;AHYA &lt;/p&gt;&lt;/center&gt;       &lt;table class="hyg" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="1249" width="100%"&gt;         &lt;tbody&gt;         &lt;tr style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;           &lt;td class="hyg" colspan="2" align="center" height="1072" valign="top"&gt;             &lt;p&gt;Arsitektur adalah bidang di mana konsep seni dan estetika yang              ditanamkan Allah dalam diri manusia dapat terlihat. Tapi tahukahaAnda, ternyata masih terdapat banyak arsitek di alam ini yang sama              terampilnya dengan manusia? Salah satu dari sekian banyak contoh              yang ada adalah berang-berang.&lt;/p&gt;             &lt;p class="baslik2"&gt;Menebang Pohon dengan Gigi dan Cakar&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Kisah tentang berang-berang dimulai dengan seekor pejantan dan              betina yang pergi untuk membuat sarang baru untuk mereka sendiri.              Pasangan berang-berang ini akan membangun rumahnya di atas sungai.              Tapi, untuk mengerjakannya, pertama kali mereka harus membendung              laju arus sungai. Untuk menahan laju aliran ini mereka menggunakan              cara yang sama seperti yang telah dilakukan manusia selama ratusan              tahun. Dengan kata lain, mereka membuat bendungan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Untuk memulai membangun bendungan, pertama-tama mereka harus              mendapatkan bahan baku. Bahan baku ini terdiri atas balok kayu dan              cabang-cabang pohon. Berang-berang mulai bekerja dengan pergi menuju              areal hutan di sekitar sungai. Pertama-tama mereka memakan sedikit              dedaunan dari pohon yang mereka temukan. Tapi tugas utama mereka              adalah menebang dan mendorong pohon ini hingga roboh. Mereka              melakukannya dengan cara menggerogoti batang utama pohon tersebut.              Yang menarik di sini adalah mereka menggerogoti kayu sedemikian rupa              sehingga ketika pekerjaan menebang berakhir, batang pohon senantiasa              roboh ke arah sungai.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Menebang dan merobohkan pohon masih merupakan bagian pekerjaan              yang paling sederhana. Selanjutnya, berang-berang memotong pohon              tersebut pada cabang-cabangnya. Mereka memulai membangun bendungan              dengan meletakkan cabang-cabang tersebut di depan gelondongan kayu              terbesar yang telah mereka robohkan sebelumnya. Perlu diketahui              bahwa, setiap saat, peralatan yang mereka gunakan hanyalah cakar dan              mulutnya saja.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Mereka melakukan pekerjaan menebang pohon dan membangun bendungan              dengan penuh kesabaran. Dua ekor berang-berang menebang rata-rata              empat ratus pohon per tahun. Mereka memotong-motong pepohonan yang              berada agak jauh dari bendungan pada cabang-cabangnya, dan kemudian              menyeret potongan-potongan tersebut ke bendungan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Berang-berang selalu menggunakan gigi depan untuk menggerogoti              batang atau cabang pohon. Karena mereka menggunakannya setiap waktu,              maka gigi depan ini menjadi tumpul atau rusak. Tetapi rahang              berang-berang dibuat dengan memperhitungkan semua hal ini              sebelumnya. Gigi depannya yang tajam selalu tumbuh memanjang,              layaknya kuku manusia. Demikianlah, Allah Yang Maha Besar, yang              menciptakan berang-berang, juga menciptakan gigi mereka sesuai              dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Tubuh berang-berang didisain sedemikian rupa sehingga memudahkan              mereka untuk berenang dan menyelam dalam air. Kakinya berselaput              sehingga mudah mengayuh air. Ekor belakangnya berbentuk seperti              dayung raksasa, sehingga mereka dapat berenang dengan nyaman dalam              air.&lt;/p&gt;             &lt;p class="baslik2"&gt;Dan Bendungan Pun Terbentuk...&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Berang-berang terus saja membangun bendungan mereka dengan penuh              semangat. Mereka begitu ahli dalam menyusun batang pohon dan              cabang-cabang kecil, dan memperluas bendungan sedikit demi sedikit              setiap hari.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Lambat-laun, bendungan menjadi semakin besar sehingga permukaan              air yang terbendung di bagian depan pun semakin meninggi. Akhirnya,              setelah beberapa bulan bekerja, danau yang besar pun terbentuk. Tapi              karena danau bertambah besar, berang-berang harus memperkokoh              bendungan tersebut dan memperbaiki kerusakannya. Mereka melakukan              tugas berat ini dengan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;Pemandangan yang muncul              sebagai hasil kerja keras selama beberapa bulan ini sungguh              menakjubkan. Sebuah bendungan yang sesungguhnya, yang menyerupai              buatan manusia, telah terbentuk.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Pada pengamatan lebih dekat, berang-berang membuat bendungan              mereka dalam bentuk cekung. Bentuk seperti ini tidak dipilih secara              kebetulan. Karena bentuk bendungan yang terbaik menahan tekanan air              adalah bendungan yang berbentuk cekung. Faktanya, bendungan              pembangkit listrik tenaga air modern yang ada sekarang juga dibangun              dalam bentuk cekung.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Singkat kata, berang-berang memiliki pengetahuan tentang              konstruksi, yang pada manusia dicapai setelah beberapa waktu, sejak              hari pertama dari kehidupan mereka. Lalu, siapakah yang memberikan              mereka pengetahuan tersebut? Tidak diragukan lagi, suatu makhluk              hidup tidak mungkin memperoleh kemampuan membangun bendungan secara              kebetulan. Ia tidak dapat menemukan bentuk bendungan yang akan              memiliki daya tahan terkuat dalam menahan tekanan air secara              kebetulan, dan ia pun tidak mampu menurunkan kemampuan ini kepada              generasi berikutnya. Adalah Allah Yang Maha Besar, yang memberi              berang-berang kemampuan yang mereka miliki, yang menciptakan semua              makhluk hidup, dan yang memberi ilham atas apa yang mereka              lakukan.&lt;/p&gt;             &lt;p class="baslik2"&gt;Rumah Bertingkat di Atas Air&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Tujuan berang-berang membangun bendungan yang besar ini adalah              untuk mendapatkan danau dengan air yang tenang di mana mereka dapat              membuat sarang. Mereka juga membuat sarang ketika mereka sedang              membangun bendungan. Sarang tersebut terletak di salah satu sisi              danau, di suatu tempat yang dekat dengan tepian. Sarang ini, yang              terlihat seperti gundukan kayu jika dilihat dari atas, ternyata              didisain dengan sangat rapi.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Satu-satunya jalan masuk ke dalam sarang adalah dari bawah              permukaan air. Untuk mencapainya, haruslah melalui terowongan              tersembunyi. Terowongan ini bermuara pada suatu bilik tersembunyi di              atas permukaan air. Keluarga berang-berang hidup di bilik yang              kering dan aman ini. Sejumlah berang-berang membangun sarangnya dua              lantai. Lantai pertama adalah sebagai jalan masuk dan ruang tamu,              dan laintai berikutnya sebagai ruang makan dan ruang tidur.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Sarang berang-berang memiliki dua jalan masuk bawah air dan satu              lubang angin yang terletak di bagian paling atas. Dalam sarangnya              yang luar biasa ini, berang-berang tidak hanya terlindung dari              bahaya luar, tapi juga memiliki naungan yang nyaman.&lt;/p&gt;             &lt;p class="baslik2"&gt;Ilham dari Allah&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Danau kecil yang dibentuk berang-berang kadang dapat mencapai              kedalaman tiga sampai empat meter. Mereka sebenarnya tidak              memerlukan air sedalam ini untuk membangun sarang mereka. Kalau              begitu, mengapa mereka membuat danau sedemikian dalam?&lt;br /&gt;Jawaban              atas pertanyaan ini tampak nyata pada musim dingin. Pada musim              dingin, permukaan air membeku dan membentuk lapisan es yang lumayan              tebal. Jika danau tidak cukup dalam, danau akan membeku hingga ke              dasar, dan segala yang ada akan memjadi bongkahan es, dan ini akan              melumpuhkan kemampuan berang-berang untuk bergerak.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Berang-berang, seolah tahu akan hal ini dan berusaha membuat              danau kecil tersebut sedalam mungkin. Dengan demikian, di musim              dingin, lapisan air yang tebal tersisa di bawah es. Ini cukup bagi              berang-berang untuk dapat bergerak di dalam air dan mendapatkan              makan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Jika seseorang berpikir tentang hal ini, akan jelas bahwa apa              yang dilakukan oleh berang-berang sangatlah luar biasa. Makhluk              kecil ini berhasil mengerjakan sesuatu yang kebanyakan orang tidak              mampu melakukannya tanpa pendidikan dan pelatihan khusus. Jadi,              siapakah yang menjadikan mereka mampu melakukan hal ini?&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Adalah mustahil mengatakan bahwa berang-berang adalah makhluk              yang memiliki kecerdasan istimewa. Jadi, bagaimana binatang kecil              ini merencanakan sarangnya dengan terowongan masuk istimewa ke dalam              air, dan dilengkapi lubang angin? Bagaimana mereka tahu cara membuat              bendungan dengan disain yang sama seperti pusat-pusat pembangkit              listrik tenaga air paling modern di dunia?&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Pekerjaan-pekerjaan ini jauh di luar jangkauan kecerdasan dan              pengetahuan yang dimiliki binatang kecil yang menawan ini. Jelas              bahwa ada kekuasaan luar biasa yang memungkinkan mereka melakukan              pekerjaan dengan sangat baik.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Allah Yang Maha Besar, yang menciptakan semua makhluk hidup dan              mengilhami perilaku berang-berang, juga mengilhami berang-berang              untuk membuat bendungan dan sarang mereka yang sempurna. Allah              menyatakan Kekuasaan-Nya atas semua makhluk hidup dalam sebuah ayat              Alquran: &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada              dilangit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (QS.              Ar-Ruum, 30:26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td height="42"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td class="dipnot" height="42" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="mouse" align="center" height="15" valign="top"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td class="mouse" align="center" valign="top"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" height="19" valign="top" width="765"&gt;       &lt;script language="javascript" src="file:///G:/net%20blog/Harun%20Yahya%20-%20Artikel%20-%20Berang-Berang,%20Insinyur%20Pembuat%20Bendungan_files/footerInfo.js"&gt;&lt;/script&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;hr style="margin-left: auto; margin-right: auto;" noshade="noshade" size="1" width="50%"&gt;  &lt;table style="text-align: left; margin-left: auto; margin-right: auto; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;   &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;       &lt;div class="baslik4" align="center"&gt;© Harun Yahya Internasional 2003.&lt;br /&gt;Hak        Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan        dengan mencantumkan sumber situs web ini&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:info@harunyahya.com"&gt;mailto:info@harunyahya.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4492123819449611541?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4492123819449611541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4492123819449611541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4492123819449611541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4492123819449611541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/03/berang-berang-insinyur-pembuat.html' title='Berang-Berang, Insinyur Pembuat Bendungan'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-3087414249200284734</id><published>2009-03-06T13:45:00.004+07:00</published><updated>2009-03-07T01:17:06.725+07:00</updated><title type='text'>Arsitek-arsitek Mungil di Alam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;by HARUN YAHYA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Binatang-binatang di alam sungguh menarik perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka. Misalnya, citah memiliki sistem rangka dan sistem otot yang sempurna untuk berlari; elang memiliki desain aerodinamis paling unggul di dunia; dan lumba-lumba memiliki kulit serta tubuh yang diciptakan secara khusus, sehingga dapat berenang dan menyelam di air dengan sempurna. Gambaran tubuh binatang yang sempurna tanpa cacat ini adalah bukti untuk mengingatkan kita, bahwa tiap jenis makhluk hidup diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Tapi, memiliki tubuh yang sempurna belumlah cukup. Sebab pada saat yang sama, binatang harus mengetahui bagaimana meng-gunakan bagian-bagian tubuhnya tersebut. Misalnya, sayap seekor burung hanya bermanfaat jika burung berhasil terbang, meluncur dan mendarat dengan sayapnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Berbagai satwa memperlihatkan keahlian mereka sejak saat mereka dilahirkan. Sebagai contoh, hanya perlu waktu setengah jam saja bagi bayi rusa yang baru lahir untuk berdiri dan berlari; bayi kura-kura yang sebelum menetas ditimbun dalam pasir oleh induk betinanya tahu, bahwa mereka harus memecah cangkang telur mereka dan bergerak ke permukaan pasir. Bahkan, mereka telah diajari bahwa segera setelah muncul di permukaan pasir, mereka harus mencapai lautan. Seolah-olah, semua binatang muncul di dunia ini dalam keadaan telah terlatih dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Contoh paling menakjubkan dari ketrampilan mengagumkan yang dimiliki binatang adalah rumah yang mereka bangun sendiri dengan sangat ahli. Ketika kita memperhatikan arsitek-arsitek lain di alam, kita dapat dengan jelas melihat bahwa tiap-tiap mereka adalah keajaiban penciptaan. Marilah kita pelajari sebagian kecil saja dari ribuan contoh yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Si Buta Pembuat 'Gedung Pencakar Langit'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Rayap adalah serangga kecil yang menye-rupai semut. Mereka hidup berkoloni dan membangun sarang raksasa untuk diri mereka sendiri. Satuan terkecil pembangun sarang tersebut adalah bata-bata mungil yang terbuat dari tanah, yang dibuat rayap-rayap pekerja dengan mencampurkan air liur mereka sebagai bahan perekat. Ukuran sarang rayap kadang dapat mencapai tiga sampai empat meter. Arsitektur sarang yang menyerupai bangunan pencakar langit raksasa bila dibandingkan dengan ukuran tubuh rayap itu sendiri, sungguh sangat menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Bagian dalam sarang rayap dipenuhi dengan lorong-lorong sempit. Di bagian dalam lorong-lorong tersebut, terdapat sekitar satu setengah juta rayap yang bekerja bersama dengan keharmonisan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Ketika kita mengamati penampang melintang sebuah sarang rayap, kita akan menemukan sebuah bilik khusus untuk ratu, sejumlah areal pertanian, gudang-gudang penyimpan dan lorong-lorong pengatur kondisi udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Rayap melakukan pekerjaan pembangunan dan perbaikan sarang. Selain itu, mereka juga senantiasa siap menghadapi musuh yang mungkin datang, serta bercocok tanam dalam sarang mereka dengan menanam jamur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Kelangsungan hidup populasi besar seperti ini tergantung pada kondisi terpenting, yaitu kestabilan suhu dalam sarang dan keseim-bangan kadar air. Pemecahan masalah ini benar-benar sempurna. Papan-papan paralel dibuat di areal atap sarang rayap ini. Papan-papan yang terbuat dari lumpur tersebut mampu menyerap kandungan air yang dikeluarkan oleh tubuh rayap. Air ini menguap akibat panas di bagian dalam dan keluar menuju bagian atas melalui celah-celah pengatur kondisi udara pada sarang tersebut. Penguapan ini menurun-kan suhu dalam sarang dan juga menjamin kesinambungan sirkulasi udara. Panel-panel dalam sarang rayap melakukan fungsinya sebagai pengatur kondisi udara secara sempurna tanpa cacat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Terdapat contoh memukau lainnya tentang pengetahuan konstruksi rayap. Spesies rayap lain, yang hidup di dataran Australia Utara, membuat sarang dengan bentuk menyerupai pisau belati, yakni sangat lebar dengan bagian tepi yang sangat tipis. Rahasia sarang ini terletak pada posisi sudutnya terhadap matahari. Rayap membangun sarangnya dengan sudut tertentu sehingga pada siang hari, ketika matahari berada di puncak ketinggi-an, sangat sedikit permukaan sarang yang terkena sinar matahari. Dengan demikian, panas yang diterima menjadi minimum. Sudut yang sama dipakai pada setiap sarang rayap jenis ini tanpa kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Tapi, yang sesungguhnya paling menakjubkan adalah rayap yang mengerjakan semua bangunan megah ini ternyata buta. Jadi, bagaimana makhluk teramat kecil yang tak mampu melihat barang sesentimeter pun di depannya, mampu membangun menara raksasa berdasarkan perhitungan teknik yang rumit? Bagaimana satu setengah juta rayap dalam satu sarang mampu melakukan kerjasama sempurna seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Ahli biologi David Attenborough, seorang naturalis terkenal berkebangsaan Inggris, berkomentar tentang pertanyaan ini pada salah satu dokumentasinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;masing-masing (rayap) pekerja meletakkan adonan lumpur pada suatu tempat tertentu sebagaimana diinginkan oleh sebuah Rancangan Induk. Bagaimana mereka mampu mengerjakan hal tersebut, kita masih belum mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Rancangan luar biasa yang tidak dapat dimengerti manusia, namun dipatuhi rayap tanpa sanggahan tersebut, adalah ilham yang diberikan Allah kepada makhluk ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Apartemen Bertingkat dari Kertas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Makhluk hidup lain yang mengingatkan kita pada lebah madu dengan kemampuan arsitektu-ralnya adalah lebah liar pembuat kertas. Spesies lebah ini mengunyah kayu dan menggu-nakannya untuk membuat selulosa, yakni kertas, di dalam mulutnya. Lalu ia menggunakan kertas ini untuk membangun sendiri sarangnya yang melingkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Ia membuat kantung-kantung heksagonal-persis seperti pada lebah madu-dari kertas yang ia rekatkan pada bagian dalam atap rumah. Ia menempatkan satu telur pada masing-masing heksagon pada atap rumah. Sekitar tiga minggu kemudian, larva menetas dari telur-telur tersebut. Larva ini menunjukkan kecerdasan yang mengejutkan dengan menutup lubang kantung yang sengaja dibiarkan terbuka oleh induknya. Dengan cara demikian, mereka menghindarkan diri jatuh ke lantai karena beban tubuh mereka. Setelah tumbuh beberapa minggu, mereka muncul dari dalam kantung sebagai lebah liar dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Lebah liar muda ini tidak menyia-nyiakan waktu dalam menjalani kehidupan. Setiap kewajiban yang harus mereka kerjakan telah diilhamkan dalam diri mereka oleh Pencipta mereka, yakni Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Lebah muda tersebut memperbesar bangunan yang telah dimulai oleh induk-nya. Pada akhirnya, koloni yang lebih besar muncul. Sarang lebah tersebut kini telah menjadi sebuah blok apartemen bertingkat. Setiap lebah liar yang lahir di sini akan patuh secara penuh pada ilham yang diberikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Rumah dari Lumpur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Pot kecil, yang mungkin pernah Anda jumpai dalam hidup anda, telah dibuat oleh spesies lebah liar lainnya. Lebah liar ini membuat lumpur lengket dengan mencam-purkan air liurnya dengan tanah lembab. Ia membuat pot-pot yang sangat seragam dengan menggunakan lumpur yang dibuatnya. Ia membuat bentuk pada lumpur tersebut dengan memutarnya secara terus-menerus. Ini adalah teknik yang sama sebagaimana yang digunakan manusia dalam pembuatan pot. Ketika pot selesai dibuat, ia tidak lupa untuk memberi leher dan lubang potnya. Ketika segala sesuatunya telah selesai, lebah tersebut memutar pantatnya ke arah mulut pot dan meletakkan telur di dalamnya. Setelah menambahkan sejumlah bahan makanan ke dalam pot, ia menutup rapat lubang mulut pada pot dan terbang pergi. Larva-larva yang menetas dari telur tersebut akhirnya akan memecah pot dan keluar untuk memulai hidup mereka secara mandiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Lebah-lebah muda yang lahir, mulai memba-ngun pot-pot sempurna, persis seperti yang dilakukan oleh induknya, tanpa menjalani pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Ketrampilan sempurna yang mereka miliki diilhamkan dalam diri mereka oleh Allah, yang telah menciptakan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:georgia;" &gt;Oleh karena itu, yang seharusnya kita takjubi dan puji ketika menyaksikan segala bentuk keindahan, estetika dan kemegahan adalah kebesaran Allah, yang menciptakan dan mengilhami semua konsep ini sebagaimana yang Dia kehendaki pada diri makhluk hidup ciptaan-Nya.?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;© Harun Yahya Internasional 2003.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;mailto:info@harunyahya.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-3087414249200284734?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/3087414249200284734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=3087414249200284734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3087414249200284734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3087414249200284734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2009/03/artikel.html' title='Arsitek-arsitek Mungil di Alam'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-3783083936813786991</id><published>2008-12-16T20:49:00.000+07:00</published><updated>2009-04-27T13:00:19.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pecinta Alam Ponorogo dan Grebeg Suro</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SUvaCmENAFI/AAAAAAAAARU/ec2DNqb5_io/s1600-h/shandypug09reog.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SUvaCmENAFI/AAAAAAAAARU/ec2DNqb5_io/s200/shandypug09reog.jpg" style="cursor: pointer; width: 176px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SUvaCmENAFI/AAAAAAAAARU/ec2DNqb5_io/s200/shandypug09reog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281554726134808658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponorogo&lt;br /&gt;Malam satu Suro......???&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang terbesit di sanubari sebagian besar masyarakatnya adalah "melekan" (begadang) sampe pagi. Mulai dari anak-anak sampai generasi tua, ikut serta menyemarakkan acara "malam Satu Suro" atau dikenal dengan " Grebeg Suro". apalagi ini merupakan "ritual" beberapa orang yang paham betul makna "suroan" tersebut.&lt;br /&gt;Alun-alun Ponorogo saat itu pasti penuh dengan orang-orang yang berdatangan dari berbagaim penjuru Ponorogo, dan juga beberapa rombongan dari daerah di luar Ponorogo.&lt;br /&gt;bagi yang ak sempat datang ke alun-alun Ponorogo biasanya mereka "ngumpul-bareng" di tempat2 yang biasa mereka jadikan tempat "nongkrong".&lt;br /&gt;Ada apa disana??? tentu saja banyak sekali hiburan buat rakyat Ponorogo khususnya dan masyarakat sekitar Ponorogo. Dari sekian banyak hiburan disana yang terpopuler adalah REYOG PONOROGO (yang pernah HEBOH &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soalnya pernah diklaim jadi kesenian milik malingsia&lt;/span&gt;), karena biasanya malam grebeg suro adalah puncak dari Festival Reog Nasional. Pengen lihat??? dateng ajah... kesini, ntar tak anter ke lokasi deh....."ga pake Ongkos alias Gratis ".&lt;br /&gt;Dari sekian banyak kegiatan yang mereka lakukan ternyata ada kalangan minoritas dari pemerhati "malam satu suro" yang melakukan kegiatan lain daripada yang lain. Siapa dia??? mereka adalah para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pendaki gunung&lt;/span&gt;.&lt;div class="fullpost"&gt;Beberapa kelompok pecinta gunung ini mulai mempersiapkan diri untuk acara "ngumpul bareng di gunung" sudah sejak lama. Mereka rela meninggalkan aktifias keseharian demi bisa memperingati Tahun Baru Hijriah di tempat kebanggaan mereka.&lt;br /&gt;kalo di Ponorogo biasanya mereka ke Pringgitan, Khayangan, dan beberapa yang cukup duit biasanya ke Lawu, Semeru, dan tempat-tempat lain (gunung) bersama kelompoknya masing-masing.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan kalian...??? tentunya sudah ada dong rencana untuk mengisi 1 Suro....???&lt;br /&gt;Dan yang lebih pasti sukses selalu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;GS2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-3783083936813786991?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/3783083936813786991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=3783083936813786991' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3783083936813786991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3783083936813786991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/11/pecinta-alam-ponorogo-bulan-suro1.html' title='Pecinta Alam Ponorogo dan Grebeg Suro'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SUvaCmENAFI/AAAAAAAAARU/ec2DNqb5_io/s72-c/shandypug09reog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7864117980035564086</id><published>2008-12-12T13:38:00.002+07:00</published><updated>2009-03-07T01:18:20.198+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Keajaiban Tumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUN YAHYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin berjalan di sebuah taman. Ia terpesona dengan keindahan taman yang merupakan kenikmatan Allah. Sesungguhnya, bagi yang sudi merenung, pada setiap benda hidup terdapat kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, tanaman merambat yang melingkarkan tubuhnya mengelilingi sebuah dahan atau benda lain, merupakan fenomena yang perlu dipikirkan secara seksama. Jika pertumbuhan tanaman ini direkam dan dipertunjukkan ulang dengan cepat, akan terlihat bahwa tanaman merambat ini bergerak seolah-olah ia adalah makhluk yang memiliki kesadaran. Ia seolah-olah melihat dahan yang berada tepat di hadapannya, lalu ia mengulurkan dirinya ke arah dahan tersebut dan mengikatkan diri ke dahan seperti tali lasso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin yang menyaksikan semua ini kembali sadar bahwa Allah telah menciptakan semua benda hidup, dan bahwa Dia menciptakannya sebagai sistem yang unik dan tanpa cacat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang terus mengamati gerakan-gerakan tanaman ini, ia menemukan satu ciri menarik lain dari tumbuhan tersebut. Ia melihat bahwa batang tanaman merambat tersebut dengan kuat melekatkan dirinya di atas permukaan dimana ia berada dengan menjulurkan lengan-lengan sampingnya. Bahan yang kental yang diproduksi oleh tanaman yang tidak memiliki kesadaran tersebut merekat sedemikian kuat sehingga ketika tanaman ini dicoba untuk dipindahkan dengan cara menariknya dari tempat ia berada, maka cat yang ada ditembok akan ikut terangkat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan pepohonan. Pernahkan kita memikirkan bagaimana air mencapai dedaunan yang tinggi? Tidaklah mungkin bagi air dalam sebuah tanki di bagian bawah bangunan anda untuk naik ke lantai yang lebih atas tanpa adanya sebuah tanki hidroforik atau mesin pompa air yang kuat. Anda tidak akan mampu memompa air kendatipun hanya sampai ke lantai pertama. Oleh karena itu, sudah seharusnya ada sistem pemompaan yang mirip dengan mesin hidrofonik yang dimiliki oleh pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menciptakan untuk tiap-tiap pohon semua sarana dan perlengkapan yang diperlukan. Tambahan lagi, sistem pemompaan di setiap pohon terlalu canggih dibandingkan dengan yang ada di bangunan tempat tinggal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang dapat dipikirkan berhubungan dengan dedaunan. Dedaunan itu sesungguhnya bukan bentuk sederhana seperti yang terlihat mata. Dedaunan, misalnya, adalah sesuatu yang rentan dan mudah rusak. Namun, daun-daun ini tidak kering kerontang karena panasnya terik sinar matahari yang menyengat. Ketika seorang manusia berada pada suhu 40oC dalam waktu yang sebentar, warna kulitnya berubah, ia menderita dehidrasi. Sebaliknya, daun mampu untuk tetap hijau di bawah panas matahari yang menyengat tanpa terbakar selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan meskipun sangat sedikit sekali jumlah air yang mengalir melalui pembuluh-pembuluhnya yang mirip benang. Ini adalah sebuah keajaiban penciptaan yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan ilmu yang tak tertandingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ketika menyusuri taman, kita memahami semua itu merupakan perwujudan sifat-Nya Yang Maha Indah (Al-Jamaal). Lihatlah: bunga daisy yang menguning. Kupu-kupu dengan ekornya yang indah meliuk di sela bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu, misalnya, adalah makhluk yang sangat indah dan elok untuk dilihat. Kupu-kupu, yang memiliki sayap dengan simetri dan disain semacam renda yang demikian teliti sehingga terlihat seolah-olah dilukis dengan tangan, dengan warna yang harmoni dan dipenuhi fosfor sehingga berpendar, adalah bukti daya seni yang tak tertandingi dari ciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya jenis tanaman dan pohon yang tak terhitung di muka bumi merupakan bagian dari keindahan ciptaan Allah. Bunga-bunga dengan warna yang beraneka-ragam dan berbagai bentuk pepohonan telah diciptakan sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki keimanan akan berpikir bagaimana bunga seperti mawar, violet, daisy, hyacinth, anyelir, anggrek dan bunga-bunga lainnya memiliki permukaan yang sedemikian mulus, bagaimana mereka muncul dari biji-biji mereka dalam keadaan yang halus sama sekali tanpa ada lipatan-lipatan, bagaikan telah disetrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi keajaiban ciptaan Allah adalah aroma sedap yang menakjubkan dari bunga-bunga ini. Mawar, misalnya, memiliki wangi yang tidak pernah berubah yang selalu dikeluarkannya. Bahkan dengan teknologi paling maju sekalipun, bau yang menyamai mawar tidak dapat dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian di laboratorium-laboratorium untuk menyerupai bau ini belum mendatangkan hasil yang memuaskan. Aroma parfum yang diproduksi dengan meniru bau mawar pada umumnya memiliki bau harum yang sedemikian kuat sehingga mengganggu orang. Tetapi bau asli dari bunga mawar tidak menimbulkan gangguan apapun bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman sadar bahwa segala sesuatu ini diciptakan Allah agar ia memuji-Nya. Sadar akan hal ini, seseorang yang menyaksikan keindahan kebun ketika sedang berjalan-jalan akan mengagungkan Allah seraya mengatakan, ''Maa syaa Allahu, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)'' (QS. Al-Kahfi, 18: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© Harun Yahya Internasional 2003.&lt;br /&gt;Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini&lt;br /&gt;mailto:info@harunyahya.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-7864117980035564086?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/7864117980035564086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=7864117980035564086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7864117980035564086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7864117980035564086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/12/keajaiban-tumbuhan-harun-yahya-seorang.html' title=''/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6886407471056477748</id><published>2008-11-22T03:14:00.002+07:00</published><updated>2008-11-22T03:17:35.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO LOMBA'/><title type='text'>WALIKOTA CUP CLIMBING COMPETITION 2008  KEDIRI</title><content type='html'>Federasi Panjat Tebing Pengkot Kediri akan melaksanakan Lomba Wall Climbing Se- Jawa Timur “ &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;WALIKOTA CUP CLIMBING COMPETITION 2008&lt;/span&gt; “ yang akan diselenggarakan pada hari sabtu sampai dengan Minggu tanggal 29 – 30 Nopember 2008 bertempat di Parkir Timur Stadion Brawijaya Kediri (Pasar Tugu). Untuk Technical Meeting akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 28 Nopember 2008.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walikota Cup Climbing Competition 2008 kali ini hanya mempertandingkan satu kategori yaitu Lead Usia 19 tahun Putra/ Putri dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000,- panitia akan menyediakan fasilitas berupa Kaos (Terbatas), Kartu Perdana dan Penginapan.&lt;br /&gt;Dalam Lomba kali ini peserta nantinya akan memperebutkan Uang Pembinaan dengan Total sebesar Rp. 3.250.000,- yang dibagi menjadi :&lt;br /&gt;Putra :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Juara I Rp. 750.000,- &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juara II Rp. 500.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juara III Rp. 300.000 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;serta Juara IV sampai dengan Juara VIII masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp. 100.000,-. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Putri&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Juara I Rp. 400.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juara II Rp. 300.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juara III Rp. 200.000,- &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan Juara IV sampai Juara VIII sama dengan Putra yaitu Rp. 100.000,-.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Bagi para climber Se-Jawa Timur yang pingin mengikuti Walikota Cup Competition 2008 silahkan hubungi Sekretariat &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Walikota Climbing Competition &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jl. Syudanco Supriyadi No. 24 Mojoroto – Kediri HP. 0812 3165 084, 0354 7127 792 dan 0878 5807 8710.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6886407471056477748?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6886407471056477748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6886407471056477748' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6886407471056477748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6886407471056477748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/11/walikota-cup-climbing-competition-2008.html' title='WALIKOTA CUP CLIMBING COMPETITION 2008  KEDIRI'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-5063912962529980225</id><published>2008-11-17T18:43:00.006+07:00</published><updated>2008-11-17T19:23:30.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;        &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;DIKLATSAR DAN PELANTIKAN ANGGOTA MUDA &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ke-XI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;”GARUDA PALA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;SMA NEGERI 2 PONOROGO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 153, 0); text-align: center;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka merealisasikan program kerja Garuda Pala tahun 2008/2009, kami bermaksud menyelenggarakan kegiatan Diklatsar ke-XI yang diselenggarakan pada:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Hari/Tanggal :  Senin-Rabu, 24-26 Nopember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tempat :  SMA Negeri 2 Ponorogo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk kegiatan Pelantikan Anggota Muda ke-XI akan diselenggarakan pada:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: center; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Hari/Tanggal :  Sabtu-minggu, 29-30 Nopember 2008&lt;br /&gt;Tempat :  Ngebel, Ponorogo&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sebagai wujud &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;persiapan dan pembinaan generasi muda yang peduli dan melestarikan lingkungan alam, serta membentuk jiwa kepemimpinan yang berkualitas, tentu saja diperlukan adanya pelatihan yang nantinya bisa membentuk individu yang berkualitas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pelantikan ini kami selenggarakan di kawasan Wisata Ngebel sebagai sarana pengenalan obyek wisata Ponorogo, kepada para anggota. Sehingga Nantinya mereka bisa memberikan gambaran secara detail mengenai lokasi maupun fasilitas yang ada di daerah Ngebel Ponorogo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan kurangnya kepedulian pemerintah dan masyarakat Ponorogo, dengan "Kawasan Wisata", maka kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan DIKLATSAR di kawasan wisata "Telaga Ngebel", agar anggota kami bisa minimal ikut memikirkan, atau bahkan nantinya ikut serta berperan aktif dalam rangka memajukan "Obyek Wisata Kota Reog".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah buat kaka-kaka sekalian..... silahkan datang ya..... bantu dong ade'-ade' ini agar bisa menjadi lebih pinter seperti kaka'. OK....????&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;Tertanda,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(255, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right; color: rgb(255, 153, 0);" lang="sv-SE"&gt;Ketua Panitia&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-5063912962529980225?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/5063912962529980225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=5063912962529980225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5063912962529980225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5063912962529980225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/11/diklatsar-dan-pelantikan-anggota-muda.html' title=''/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4452657242389813892</id><published>2008-11-01T13:11:00.002+07:00</published><updated>2008-11-01T13:39:39.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PERGANTIAN KEPENGURUSAN GARUDA PALA PERIODE 2008 - 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SQvzbuSVjkI/AAAAAAAAARM/Gc49QKCrGnQ/s1600-h/Foto%28265%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SQvzbuSVjkI/AAAAAAAAARM/Gc49QKCrGnQ/s200/Foto%28265%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263568247119515202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dengan berakhirnya masa jabatan pengurus &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;GARUDA PALA&lt;/span&gt; Periode 2007 - 2008 ,penguruspun diganti untuk mengemban tugas Organisasi Pecinta Alam Garuda ke tahun berikutnya.Periode sekarang 2008 - 2009 telah ditetapkan sekaligus disyahkan &lt;div class="fullpost"&gt;menjadi pengurus  baru.Jabatan masing-masing anggota khususnya kelas XI juga ikut naik salah satunya yang bernama Zainal Abidin sekarang menjadi ketua umum.Pengalihan jabatan ini bukan semata-mata telah berakhirnya periode jabatan ketua umum yang lama ,tetapi oleh karena Zainal telah mampu mengemban tugas dan siap bertanggung jawab atas kepengurusan Garuda Pala selanjutnya.Pada tanggal 1 November 2008 sekitar jam 11.30 menjadi momentum berharga bagi Garuda Pala khususnya dan SMAN 2 PONOROGO umumnya.Semoga dengan bergantinya pengurus ,bisa membawa Organisasi ini ke arah yang lebih baik dan dengan prestasi yang membanggakan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4452657242389813892?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4452657242389813892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4452657242389813892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4452657242389813892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4452657242389813892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/11/pergantian-kepengurusan-garuda-pala.html' title='PERGANTIAN KEPENGURUSAN GARUDA PALA PERIODE 2008 - 2009'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SQvzbuSVjkI/AAAAAAAAARM/Gc49QKCrGnQ/s72-c/Foto%28265%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4209636987254394477</id><published>2008-09-30T13:37:00.014+07:00</published><updated>2008-11-13T02:13:57.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1429H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;    Suara takbir bergema berkumandang.... &lt;span style="font-size:100%;"&gt;membahana di seluruh dunia. Yah...... hari ini adalah "Hari Kemenangan" seluruh Umat Islam. Dalam 30 hari penuh mereka telah menjalankan puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt; dan kini tibalah saat yang dinanti-nanti itu datang juga.&lt;br /&gt;Namun tanpa kita sadari saat kita tertawa penuh kebahagiaan, tersungging senyum kepahitan dari beberapa saudara kita. Mereka yang kerap kali dihantui ketakutan saat lebaran tiba. Saat mereka harus menjawab berbagai pertanyaan. Dimulai dari teras rumah mereka&lt;br /&gt;"Kapan saya dihias?? ini khan mau lebaran...!!!" Lalu menuju ruang tamu&lt;br /&gt;"Kamu sediakan apa nantinya kalo ada tamu datang kesini....???" Menuju ke dapur&lt;br /&gt;"Cukupkah persediaan berasmu sampai esok??"&lt;br /&gt;Betapa hati tak menjerit saat mereka bertanya, ditambah lagi dengan seisi keluarga yang menuntut "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;baju Baru&lt;/span&gt;' untuk dapat bergabung dengan teman-teman atau agar tak malu dengan saudara yang lain.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang biasa terjadi kan....????&lt;br /&gt;Teganya kalian mengiyakan saja pertanyaan itu tadi. Senadainya itu benar-banar terjadi bukankah akan menjadikan bahwa kita menyambut "Hari Kemenangan" dengan suasana "keterpaksaan" dimatanya.  Lalu dimana letak kedermawanan kita.....???  Tentunya kita masih bisa membuka kembali warisan dari Rasullullah SAW,  tentang pelajaran agar saling rukun dengan orang tetangga atau orang disekitar kita. seperti diriwayatkan Ath-Thabrani.&lt;br /&gt;"Hak tetangga ialah  bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia  membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu  tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat  kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa  duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang  dapat menutup kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau  periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya. (HR.  Ath-Thabrani)"&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:6;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Islam mengatur sendi-sendi kehidupan kita, dari mulai urusan yang sangat sederhana sampai urusan yang manyangkut umat sedunia. Sehingga sampai detik ini aku sangat bingung dengan adanya perang saudara. Apalagi perebutan tahta (kekuasaan) oleh pemimpin-pemimpin kita. Rapuhkah iman meraka....?? atau mereka lupa akan pegangan yang ditinggalkan Rasullullah S.A.W. ...??? "Al-Qur'an &amp;amp; Al-Hadist". Semoga di hari yang penuh Rahmat serta ampunan ini mereka dibukakan puntu hatinya agar dapat menjadi pemimpin yang dapat menjadi contoh dan panutan untuk rakyat disekitarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu berbahagialah kamu apabila sampai saat ini kamu masih diberi kesempatan untuk "berlebaran" di tahun ini.... sehingga kamu masih bisa berma'af-ma'afan dengan kerabat dan taman-teman.&lt;br /&gt;Dan tak lupa Keluarga besar GARUDA PALA mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Minal aidin wal faizin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;" Mohon Ma'af Lahir Bathin"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/08050.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent" width="500" height="357"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span class="card_bold"&gt;KapanLagi.com&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4209636987254394477?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4209636987254394477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4209636987254394477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4209636987254394477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4209636987254394477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429h.html' title='Selamat Idul Fitri 1429H'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-5887110037579797613</id><published>2008-08-31T22:48:00.004+07:00</published><updated>2008-11-13T02:18:25.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SLrBfaCU5oI/AAAAAAAAAMw/XhBGsyZB38M/s1600-h/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 358px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SLrBfaCU5oI/AAAAAAAAAMw/XhBGsyZB38M/s200/ramadhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240713861708179074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;"Hai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa" (Al&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Baqarah:183) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sore tadi, sekitar pukul 15.00 WIB terdengar suara bedug mengalun dengan merdu.&lt;br /&gt;Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, ternyata sudah masuk Ramadhan lagi. Alhamdulillah ya Allah.... telah kau beri daku umur hingga Ramadhan ini.&lt;br /&gt;Betapa aku sangat merindukan bulan yang penuh rahmat serta ampunan ini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;KELEBIHAN BULAN RAMADAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/b&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tinggi darjat dan besar       martabatnya di sisi Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta‘ala &lt;/i&gt;dan RasulNya, ia       juga menjadi penghulu segala bulan.&lt;/span&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Di antara kelebihan     dan keistimewaan bulan Ramadhan itu Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta‘ala &lt;/i&gt;telah     menurunkan kitab suciNya (Al-Qur’an) yang menjadi petunjuk bagi manusia.     Firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta‘ala&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Tafsirnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“(Masa     yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya     diturunkan Al-Qur’an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi     keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan     antara yang benar dengan yang salah.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Surah Al-Baqarah:     185)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Dipilih di antara     malam-malam bulan Ramadhan itu suatu malam &lt;i&gt;Lailatul-qadr&lt;/i&gt; yang mana ia     lebih baik dan lebih utama daripada seribu bulan. Seribu bulan itu kira-kira     83 tahun. Menurut ulama’ &lt;i&gt;Lailatul-qadr &lt;/i&gt;itu jatuh pada salah satu     malam sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan. Sayugia jangan     disia-siakan malam-malam di bulan Ramadhan khasnya malam-malam &lt;i&gt;pelikurannya&lt;/i&gt;     dengan perkara-perkara yang tidak memberi faedah, bahkan hendaklah diisi     dengan amal ibadat sebagai saham dan bekalan di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Lain-lain     keistimewaan bulan Ramadhan itu sebagaimana sabda Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu     ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Sembahyang     lima waktu, dan sembahyang Jumaat ke sembahyang Jumaat berikutnya, dan bulan     Ramadhan ke bulan Ramadhan berikutnya adalah menjadi penebus dosa yang     terjadi di antara waktu-waktu tadi, selama orang itu menjauhi dosa-dosa     besar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Hadis riwayat     Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Sabda Baginda lagi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Dia     (bulan Ramadhan itu) ialah bulan kesabaran dan ganjaran kesabaran itu ialah     masuk syurga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Shahih Ibnu     Khuzaimah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Sementara kesabaran     itu pula ganjaran pahala tanpa perhitungan. Firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa     Ta‘ala&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Tafsirnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Sesungguhnya     orang-orang yang bersabar sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka     dengan tidak terkira.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Surah Az-Zumar: 10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;KELEBIHAN PUASA     DI BULAN RAMADAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Apabila     membincangkan mengenai bulan Ramadhan, dengan sendirinya ia mempunyai     hubungan dengan kewajipan puasa yang disyariatkan di dalamnya. Suatu     kewajipan yang tidak boleh ditinggalkan. Meninggalkan atau sengaja tidak     menunaikan kewajipan puasa, bukan saja suatu dosa besar bahkan ia tidak     boleh ditebus dengan apa jua cara. Tidak boleh ditukar ganti, sekalipun     orang yang meninggalkannya berpuasa seumur hidup. Ini jelas sebagaimana     sabda Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Sesiapa     berbuka satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah (keringanan) dan     tidak juga kerana sakit, dia tidak akan dapat melunaskan (mengganti) puasa     yang ditinggalkannya itu, sekalipun dia berpuasa seumur hidup.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Hadis riwayat     Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Adapun kewajipan     puasa ini bukan hanya sekadar menahan diri daripada makan dan minum atau     perkara-perkara yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar &lt;i&gt;shadiq&lt;/i&gt;     hingga terbenam matahari, bahkan hendaklah juga menahan anggota badan     daripada melakukan perkara-perkara yang boleh membawa dosa, kerana dosa itu     boleh melupuskan matlamat puasa. Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi     wasallam &lt;/i&gt;telah memberi peringatan dalam hal ini sebagaimana sabda     Baginda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Berapa     banyak orang yang berpuasa tidak mendapat sesuatu daripada puasanya selain     lapar dan dahaga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Ditakhrijkan oleh     Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;blockquote&gt;       &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;     &lt;/blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;MENUJU KESEMPURNAAN IBADAH PUASA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Matlamat puasa itu     bukan hanya memelihara kewajipan-kewajipan lahiriahnya, bahkan memelihara     kewajipan-kewajipan bathiniyahnya. Al-Imam Al-Ghazali telah menggariskan     kewajipan-kewajipan bathiniyah puasa itu antara lain seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;1) Memejamkan       mata dan menahannya daripada meluaskan pemandangan kepada segala perkara       yang tercela dan dibenci oleh agama dan juga kepada segala sesuatu yang       boleh menggangu hati, serta melalaikannya daripada mengingati Allah Subhanahu       wa Ta‘ala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;2) Memelihara       lidah daripada bercakap-cakap yang kosong, bohong, mengumpat, membuat       fitnah, bercakap kotor, menimbulkan permusuhan dan mengucapkan kata-kata       ria.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;3) Memelihara       pendengaran daripada mendengar hal-hal yang dilarang dan dibenci, sebab       setiap yang haram diucapkan, haram pula didengarkan. Dan kerana itu       jugalah, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menyamakan pendengaran       kepada sesuatu semacam itu dengan memakan barang-barang yang diharamkan,       sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;      &lt;/span&gt;     &lt;/b&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Tafsirnya: “Mereka     sangat suka mendengar perkara yang bohong dan memakan barang yang haram.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Surah Al-Ma’idah:     42)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;4) Memelihara       seluruh anggota tubuh badan yang lain daripada membuat dosa, dan       memeliharanya juga daripada segala yang dibenci. Demikian pula menahan       perut daripada makan makanan yang syubhah waktu berbuka puasa. Kerana       apalah gunanya berpuasa daripada memakan makanan yang halal, kemudian bila       berbuka pula, dia memakan makanan yang haram. Orang yang berpuasa seperti       ini, samalah seperti orang yang membangunkan sebuah istana, kemudian dia       menghancurkan sebuah kota (kerana dalam kota ada istana itu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;5) Janganlah       membanyakkan makan waktu berbuka puasa, sekalipun daripada makanan yang       halal, sehingga perutnya terlampau kenyang, kerana tidak ada bekas yang       paling dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala daripada perut yang       penuh dengan makanan yang halal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Cubalah       renungkan, bagaimanakah dapat menentang musuh Allah dan melawan syahwat,       kiranya apa yang dilakukan oleh orang yang berpuasa waktu berbuka itu,       ialah mengisikan perut yang kosong itu dengan berbagai makanan semata-mata       kerana dia tidak mengisikannya di waktu siang tadi. Kadangkala       makanan-makanan yang disediakan itu berbagai-bagai rencamnya, sehingga       menjadi semacam adat pula kemudiannya. Akhirnya dikumpulkanlah       bermacam-ragam makanan untuk persediaan menyambut Ramadhan, dan       dihidangkanlah pula dalam satu bulan itu bermacam-macam makanan yang tidak       pernah dihidangkan dalam bulan-bulan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Sebagaimana yang       dimaklumi, bahawa maksud puasa itu adalah menahan selera dan mengekang       nafsu, agar diri menjadi kuat untuk taat dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu       wa Ta‘ala. Tetapi kalaulah hanya sekadar mengekang perut di siang       hari hingga ke masa berbuka, lalu membiarkan syahwat berlonjak-lonjak       dengan kemahuannya kepada makanan, dan dihidangkan pula dengan berbagai       makanan yang lazat-lazat, sehingga perut kekenyangan, tentulah perut akan       bertambah keinginannya kepada makanan-makanan itu. Malah akan timbul       daripada syahwat pula keinginan yang baru, yang kalau tidak dibuang,       mungkin ia tetap pada kebiasaannya. Semua ini adalah bertentangan dengan       maksud dan tujuan puasa yang sebenarnya. Sebab hakikat puasa dan rahsianya       adalah untuk melemahkan kemahuan dan keinginan, yang digunakan oleh       syaitan, sebagai cara-cara untuk menarik manusia kepada berbagai       kejahatan. Padahal kemahuan dan keinginan ini tiada dapat ditentang,       melainkan dengan mengurangkan syahwat. Barangsiapa yang menjadikan di       antara hatinya dan dadanya tempat untuk dipenuhi dengan makanan, maka dia       terlindung daripada kerajaan langit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;6) Hendaklah hati       merasa bimbang antara takut dan harapan, kerana tiadalah diketahui apakah       amalan puasa itu diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala,       sehingga seseorang itu digolongkan ke dalam puak muqarrabin (hampir       kepada Allah), ataupun puasanya tertolak, maka terhitung dia ke dalam       golongan orang yang terjauh daripada rahmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala.       Perasaan seumpama ini seharusnya sentiasa ada pada diri seseorang, setiap       kali selesai melakukan sesuatu ibadat kepada Allah Subhanahu wa       Ta‘ala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Oleh kerana itu     apabila puasa itu dapat dilaksanakan dengan sempurna menurut syarat-syarat     zahir dan batinnya, iaitu bukan hanya berpuasa dengan menahan perut dan     syahwatnya serta mengekang pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki     juga seluruh anggota, bahkan menahan dirinya daripada melakukan     perkara-perkara yang membawa dosa, ditambah lagi bahawa hatinya berpuasa     daripada perkara-perkara yang memesongkan perhatiannya selain Allah Subhanahu     wa Ta‘ala, maka orang yang berpuasa sedemikian akan mudah mencapai     martabat orang-orang yang taqwa sebagaimana firman Allah Subhanahu wa     Ta‘ala:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Tafsirnya: “Wahai     orang-orang yang beriman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana     diwajibkan ke atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Surah Al-Baqarah:     183)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;PUASA BAGI     ORANG-ORANG YANG TAKWA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Di antara huraian     atau maksud “Supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa” ialah:     Orang-orang yang beriman dilarang makan dan minum dan dilarang bersetubuh     ketika berpuasa, ialah kerana terdapat hikmah dan faedah yang besar dalam     larangan itu. Yang pertama ialah latihan mengendalikan diri. Kalau di     sepanjang waktu umat Islam dilarang memakan makanan yang haram, tetapi     ketika berpuasa makanan yang halalpun dilarang. Orang yang beriman akan     dapat menahan nafsunya semata-mata kerana melaksanakan perintah Allah Subhanahu     wa Ta‘ala. Walaupun dia hidup terpencil seorang diri, jauh daripada     pandangan manusia atau tidak seorang pun manusia melihatnya, namun dia akan     tetap berpuasa, sebab dia meyakini bahawa Allah sentiasa melihatnya. Sikap     demikian dapat mendidik iradat serta mengendalikan kemahuannya dan     dapat juga mengekang nafsunya. Ada dua syahwat yang sangat mempengaruhi     hidup, iaitu syahwat faraj (kelamin) dan syahwat perut. Kalau     kedua-duanya ini tidak terkendali, maka kemanusiaan manusia menjadi runtuh     dan turun bertukar menjadi kebinatangan. Tetapi apabila dapat dikendalikan     khususnya dengan berpuasa, kemanusiaan tadi akan naik tingkatnya ke tingkat     ketaqwaan.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Mudah-mudahan     kelebihan puasa sebagaimana sabda Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi     wasallam&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Demi     Allah yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, bahawa bau mulut seorang     yang berpuasa adalah lebih harum pada sisi Allah daripada bau-bauan minyak     kasturi. Allah ‘azzawajalla berkata: “Sesungguhnya dia telah     meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya kerana Aku. Puasa itu     (dilakukan) kerana Aku, dan Akulah yang akan memberikan balasannya     sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Hadis riwayat Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Daripada maksud     hadis di atas diharapkan akan mendorong seseorang itu untuk menghidupkan     Ramadhan supaya tercapai pula keampunan daripada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa     Ta‘ala,&lt;/i&gt; sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu     ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Maksudnya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;“Sesiapa     yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala     daripada Allah, akan diampunkan dosanya yang terdahulu.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;     &lt;p align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;(Hadis riwayat     Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-5887110037579797613?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/5887110037579797613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=5887110037579797613' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5887110037579797613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5887110037579797613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SLrBfaCU5oI/AAAAAAAAAMw/XhBGsyZB38M/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-1890452882639377168</id><published>2008-08-12T02:36:00.002+07:00</published><updated>2008-08-12T02:59:18.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>ASAL USUL NAMA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Palatino Linotype;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial Black;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://i315.photobucket.com/albums/ll474/utzy_2008/3dflags_idn0001-0003a.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Palatino Linotype;"&gt;&lt;b&gt;    PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.&lt;/b&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;    Nama Indonesia&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch- Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;    Makna Politis&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch- Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Palatino Linotype;"&gt;Irfan Anshory, Direktur Pendidikan "Ganesha Operation"&lt;br /&gt;Sumber: Pikiran Rakyat, 16 Agustus 2004&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-1890452882639377168?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/1890452882639377168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=1890452882639377168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1890452882639377168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1890452882639377168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/08/asal-usul-nama-indonesia.html' title='ASAL USUL NAMA INDONESIA'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4080926008301957192</id><published>2008-07-08T11:09:00.008+07:00</published><updated>2008-07-26T00:04:38.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PELANTIKAN ANGGOTA BIASA GARUDA PALA 2008</title><content type='html'>Sabtu 28 Juni 2008, lalu kami berangkat menuju Kawasan Air Terjun pletuk, yang tepatnya berada di Kec. Sooko Kab. Ponorogo. Sayang sekali, untuk tahun ini, kuantitas personil kami sangat minim. Tapi..... kami tetep yakin untuk menjalankan organisasi ini dengan penuh semangat. Walaupun peserta yang mengikuti pelantikan cuma 2 orang tapi tetap tak mengurangi semangat "pelantikan" anggota biasa GARUDA PALA SMA Negeri 2 Ponorogo.&lt;br /&gt;ini beberapa pic. kegiatannya.....&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF1xB8axI/AAAAAAAAAMI/XpzArOHSjb8/s1600-h/IMG_0156.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF1xB8axI/AAAAAAAAAMI/XpzArOHSjb8/s200/IMG_0156.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226996738769578770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF132jk_I/AAAAAAAAAMQ/LyftpJYgSLg/s1600-h/IMG_0160.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF132jk_I/AAAAAAAAAMQ/LyftpJYgSLg/s200/IMG_0160.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226996740600861682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2AaDM_I/AAAAAAAAAMY/fA4NMq3SmGU/s1600-h/IMG_0163.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2AaDM_I/AAAAAAAAAMY/fA4NMq3SmGU/s200/IMG_0163.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226996742897218546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2FnoXfI/AAAAAAAAAMg/O1rff1JbPAw/s1600-h/IMG_0164.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2FnoXfI/AAAAAAAAAMg/O1rff1JbPAw/s200/IMG_0164.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226996744296357362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2SAcUdI/AAAAAAAAAMo/zyJhki3YmjQ/s1600-h/IMG_0165.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF2SAcUdI/AAAAAAAAAMo/zyJhki3YmjQ/s200/IMG_0165.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226996747621650898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-T0tFZI/AAAAAAAAALg/WDk2Zg7tSCA/s1600-h/IMG_0060.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-T0tFZI/AAAAAAAAALg/WDk2Zg7tSCA/s200/IMG_0060.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226995786036614546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-dLislI/AAAAAAAAALo/E79QPpxls4s/s1600-h/IMG_0141.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-dLislI/AAAAAAAAALo/E79QPpxls4s/s200/IMG_0141.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226995788548321874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-iR9c8I/AAAAAAAAALw/zOh4OmgOXjI/s1600-h/IMG_0144.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-iR9c8I/AAAAAAAAALw/zOh4OmgOXjI/s200/IMG_0144.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226995789917418434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-o2uXMI/AAAAAAAAAL4/WKP6m-N9H2U/s1600-h/IMG_0150.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-o2uXMI/AAAAAAAAAL4/WKP6m-N9H2U/s200/IMG_0150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226995791682231490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-o_YTaI/AAAAAAAAAMA/44X063Cxw4Y/s1600-h/IMG_0147.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoE-o_YTaI/AAAAAAAAAMA/44X063Cxw4Y/s200/IMG_0147.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226995791718534562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4080926008301957192?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4080926008301957192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4080926008301957192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4080926008301957192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4080926008301957192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/07/pelantikan-anggota-biasa-2008.html' title='PELANTIKAN ANGGOTA BIASA GARUDA PALA 2008'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/SIoF1xB8axI/AAAAAAAAAMI/XpzArOHSjb8/s72-c/IMG_0156.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8864297203630322601</id><published>2008-05-28T10:56:00.001+07:00</published><updated>2008-05-28T10:58:19.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO LOMBA'/><title type='text'>LOMBA LINTAS ALAM SIMPALA III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;DATANG DAN BUKTIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHWA KAMU MEMANG BERNYALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LOMBA LINTAS ALAM SIMPALA III&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISWA ISLAM MUHAMMADIYAH PECINTA ALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA MUHAMMADIYAH I PONOROGO&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waktu Dan Tempat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 03 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Start : Lapangan Batalyon KODIM 0802 Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finish : SMA Muhammadiyah I Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Pendaftaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perorangan Rp. 10.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beregu ( 3 Orang ) Rp. 25.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran Di Buka Mulai Sekarang s/d Tgl. 03 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fasilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Snack + Soft Drink&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stiker&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Piagam Penghargaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Door Prize&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_InsertUnorderedList" title="Bulleted List" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 16);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contact Person&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Egrex's : Hp. 0856 4837 0000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Oneng : Hp. 0852 3356 6339&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Yoga : Hp. 0852 3362 0633&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Putri : Hp. 0857 3012 1552&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Dedy : Hp. 0852 3526 1272&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rebut Trophy Bergilir Gubernur Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Juara I.II.III Perorangan Putra + Uang Pembinaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Juara I.II.III Perorangan Putri + Uang Pembinaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Juara I.II.III Beregu Putra + Uang Pembinaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Juara I.II.III Beregu Putri + Uang Pembinaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Tercepat Putra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Tercepat Putri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Tertua&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Peduli Lingan Alam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trophy Tetap Pengiriman Peserta Terbanyak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JARAK TEMPUH 30 Km&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Lokasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Semua Jurusan Naik Bus Jurusan Pacitan / Trenggalek Kemudian Turun Terminal Lama Atau Kodim 0802 Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Yang Dari Arah Trenggalek / Pacitan Bisa Turun Jenes Kemudian Berjalan kaki Ke Arah Timur + 2 Km&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Atas Pukul 21.00 Wib Silahkan Hub. 0856 4837 0000 Kami akan Menjemput, Batas Jemputan Dari Arah Surabaya, Madiun Terminal Selo Aji Sedangkan Dari Arah Trenggalek / Pacitan Daerah Jenes&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8864297203630322601?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8864297203630322601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8864297203630322601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8864297203630322601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8864297203630322601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/05/lomba-lintas-alam-simpala-iii.html' title='LOMBA LINTAS ALAM SIMPALA III'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4856917569798206072</id><published>2008-05-14T21:30:00.003+07:00</published><updated>2008-05-14T21:52:46.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Garuda Pala Prusiking Competition (GP2C II) 2008 Se-EksKarisidenan Madiun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7T5Kw_LI/AAAAAAAAAJY/fcEtfa76ZDM/s1600-h/IMG_0193.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7T5Kw_LI/AAAAAAAAAJY/fcEtfa76ZDM/s200/IMG_0193.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200245038934719666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Itulah nama perlombaan yang abis kita lakuin di bulan April pada tanggal 27 tahun 2008 ini, Lomba yang diketuai pelaksana oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Agus Mahfud W &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dan di bawah bimbingan dari &lt;b style=""&gt;Bapak Edi &lt;/b&gt;dan &lt;b style=""&gt;Mas BASUKI&lt;/b&gt; ini terbilan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;g cukup sukses, meskipun banyak sekali kekurangan yang dialami oleh para panitia pelaksana. Kamu tau nggak, kegiatan ini memang bukan yang pertama kalinya diadakan oleh kita anak Garuda Pala SMA Negeri 2 Ponorogo, dengan kata lain lomba ini adalah yang ke-2. Kita seba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;gai pemegang kepengurusan Ekskul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Garuda Pala ternyata juga mas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ih kurang bisa ngadain ini l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;omba, se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bab tahun tahun yang kemarin nggak pernah ngadain suatu kegiatan lomba. Di tambah lagi GP2C yang pertama dulu diadain pada tahun 2005, nah sekarang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; udah tahun 2008, jauh banget ngak siich….!?/#.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7TpKw_JI/AAAAAAAAAJI/Bm1nsIESWQQ/s1600-h/IMG_0169.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 248px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7TpKw_JI/AAAAAAAAAJI/Bm1nsIESWQQ/s200/IMG_0169.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200245034639752338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tapi tenang, (&lt;b style=""&gt;Ka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;ta Ketua Umum kita Yogi Sutan S.P.&lt;/b&gt;)kita sebagai anak Garuda Pala tidak pernah takut untuk ngadain ni lomba. Memang berat sich karena belum pernah dapet bekal dari kakak kelas ya&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;ng dulu, but kita slalu ada jalan buat kedepannya. Kita cari tahu gimana caranya lomba yang kemaren bisa di adain lewat kakak Alumnus kita yang selalu ada cara untuk berbakti pada Garuda Pala.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Setelah kita udah banyak bekal akhirnya lomba bisa diadain. Kamu tahu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;…, kebutuhan yang paling pokok dalam ngadain suatu perlombaan, yap betul sekali yaitu &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;“DAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;”.Ya iyaa lah.. semua di dunia inikan nggak ada yang lepas dari yang satu ini…!.Dan akhirnya anak garuda pala bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; ngerasain yang namanya cari sponsor. Ternyata susah juga ya untuk cari sponsor itu. Kamu tahu nggak yang palin aku sesalin dalam perlombaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; ini, yaitu nggak di ACC&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; nya dan nggak diberi bantuannya oleh &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;Bapak Bup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;ati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; kita. Uuuuhhh..sebel decH…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tapi nggak papa&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;kita memang nggak tabah pada permulaan, begitu juga pada pertengahan, tapi kita tabah sampai akhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Akhirnya kita tetap jalanin lomba ini sebisanya sesuai rencana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;akhi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;rnya l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;omba Garuda Pala Prusiking yang ke-2 di adakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selamat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ya bagi temen temen yang jadi juara dan semoga tetap suka dengan prusiking selalu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;inilah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama nama pemenag Ga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ruda Pala Prusiking Competition 2008 (GP2C II):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;F&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemenang Lom&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ba Juara Umum Putra:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara I&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Feri A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;gung&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;From: Ponorogo  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AB-nya GARUDA PALA juga koq&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara II&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Yoga B.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;From: SIMPALA(SMA 1 Muhamadiyah Po)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara III&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Hendra A.&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;From: TIRTA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; WANA PAKSA(SMA 3 &lt;st1:place st="on"&gt;Po&lt;/st1:place&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;F&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemenang Lom&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ba Juara Umum Putri:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara I&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Putri Nur indah &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;From: SIMPALA(SMA 1 Muhamadiyah Po)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara II&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Siti Nur Cholifah&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;From: TIRTA WANA PAKSA(SMA 3 &lt;st1:place st="on"&gt;Po&lt;/st1:place&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="13" width="13" /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Juara III&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Dwi Handayani&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;From: TIRTA WANA PAKSA(SMA 3 &lt;st1:place st="on"&gt;Po&lt;/st1:place&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kami ucapkan te&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;rima kasih juga ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pada Semua pihak yang telah membantu demi kelancaran  kegiatan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;NIh Beberapa Pic-nya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7T5Kw_KI/AAAAAAAAAJQ/fZ9kBvil-qM/s1600-h/IMG_0185.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 128px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7T5Kw_KI/AAAAAAAAAJQ/fZ9kBvil-qM/s200/IMG_0185.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200245038934719650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aksi salah satu peserta&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7UJKw_NI/AAAAAAAAAJo/bA1VP8qE8Ew/s1600-h/IMG_0269.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7UJKw_NI/AAAAAAAAAJo/bA1VP8qE8Ew/s200/IMG_0269.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200245043229686994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang Juara Yang Berbahagia&lt;/p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7UJKw_MI/AAAAAAAAAJg/E8rQZ5yQbHc/s1600-h/IMG_0267.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7UJKw_MI/AAAAAAAAAJg/E8rQZ5yQbHc/s200/IMG_0267.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200245043229686978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Feri..... masih jago ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mungkin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hanya demikian saja celoteh kami , lain kali atau kali lain kita sambung lagi. Bye-Bye..!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Write by: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Agus &lt;a href="ymsgr:sendIM?arcon_w"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=arcon_w&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4856917569798206072?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4856917569798206072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4856917569798206072' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4856917569798206072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4856917569798206072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/05/garuda-pala-prusiking-competition-gp2c.html' title='Garuda Pala Prusiking Competition (GP2C II) 2008 Se-EksKarisidenan Madiun'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SCr7T5Kw_LI/AAAAAAAAAJY/fcEtfa76ZDM/s72-c/IMG_0193.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6153432169029794416</id><published>2008-04-24T02:46:00.006+07:00</published><updated>2008-04-24T03:19:39.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PERINGATAN HARI BUMI 2008</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senin 22 April 2008&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Saat itu bertepatan dengan hari pertama Rekan kami yang Kelas III melaksanakan Ujian Akhir Nasional. Kamipun larut dalam kesibukan lain yang tak kalah hebohnya.&lt;br /&gt;Pukul 08.00 WIB....kami telah berkumpul di paseban Alun-alun Ponorogo, dan disanapun terlihat beberapa teman dari OPPA. Ponorogo yaitu: Garuda Pala, SIMPALA, Ganesha Pala, Janggala, KAMU Pala, Tirta Wana Paksa, Taruna Pala, dan  rekan dari Pramuka Saka Wanabakti Ponorogo. Terlihat wajah berseri-seri dari beberapa rekan dengan sedikit canda tawa, dan gurauan diantara mereka.&lt;br /&gt;Ada apa ya....??? tentu saja kami tak mau kalah dengan rekan2 semua di luar sana. Disini kami pun berusaha memperingati Hari Bumi.&lt;br /&gt;Walaupun sangat sederhana, tapi kami tetap berharap masyarakat lingkungan Ponorogo khususnya sadar akan pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar. Apalagi setelah bencana banjir yang melanda ponorogo Desember tahun lalu.&lt;br /&gt;Penasaran??? Seperti apa kami memperingatinya??? Nih beberapa hasil documentasi dari kegiatan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-ZnnBwr0I/AAAAAAAAAJA/uNy1LGOrD4I/s1600-h/IMG_0108.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-ZnnBwr0I/AAAAAAAAAJA/uNy1LGOrD4I/s200/IMG_0108.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192537801151786818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Sebelom Berangkat Tugas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V03BwrwI/AAAAAAAAAIg/SbCiukAzgF8/s1600-h/IMG_0147+%281%29.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V03BwrwI/AAAAAAAAAIg/SbCiukAzgF8/s200/IMG_0147+%281%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192533630738542338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dimulai dengan pembagian sticker di beberapa perempatan di dalam kota&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1XBwrxI/AAAAAAAAAIo/9IqN2gCUgxI/s1600-h/IMG_0147+%282%29.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1XBwrxI/AAAAAAAAAIo/9IqN2gCUgxI/s200/IMG_0147+%282%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192533639328476946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini Bukan Barisan Pemulung Loh....... melainkan persiapan buat membersihkan alun-alun Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1nBwrzI/AAAAAAAAAI4/U7hi4B1LrOA/s1600-h/IMG_0147+%284%29.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1nBwrzI/AAAAAAAAAI4/U7hi4B1LrOA/s200/IMG_0147+%284%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192533643623444274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuh... Bener Kan.... Bersih2 sampah plastik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1nBwryI/AAAAAAAAAIw/Z-YKl7dbpgY/s1600-h/IMG_0147+%283%29.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V1nBwryI/AAAAAAAAAIw/Z-YKl7dbpgY/s200/IMG_0147+%283%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192533643623444258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekalian Juga Tuh taman-taman di tata biar keliatan lebih bagus bos....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V0nBwrvI/AAAAAAAAAIY/OOfulu4N-UE/s1600-h/IMG_0147.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-V0nBwrvI/AAAAAAAAAIY/OOfulu4N-UE/s200/IMG_0147.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192533626443575026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia keluarga besar OPPA. Ponorogo Rame kan......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6153432169029794416?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6153432169029794416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6153432169029794416' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6153432169029794416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6153432169029794416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/04/peringatan-hari-bumi-2008.html' title='PERINGATAN HARI BUMI 2008'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SA-ZnnBwr0I/AAAAAAAAAJA/uNy1LGOrD4I/s72-c/IMG_0108.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2748731225221494411</id><published>2008-04-17T00:06:00.004+07:00</published><updated>2008-04-18T00:01:42.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>HARI BUMI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SAVE THE EARTH&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;22&lt;sup&gt;nd&lt;/sup&gt; April 2008&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SAYzBoLo8NI/AAAAAAAAAIA/6HpOuhhUtTA/s1600-h/earth+day+everyday.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SAYzBoLo8NI/AAAAAAAAAIA/6HpOuhhUtTA/s400/earth+day+everyday.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189891723650199762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari Bumi….?? Mungkin dalam benak beberapa orang, menanggapinya dengan “santai”. Dan lebih parahnya tidak mau tahu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlu kita kembali menengok ke jaman dahulu kala……&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat-saat kepunahan binatang purba. Itu terjadi pada peristiwa mencairnya es di kedua kutub bumi kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa hubungannya dengan kita sekarang???&lt;/p&gt; &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlu kita sadari bahwa sampai sekarang kerusakan lingkungan, berkurangnya kekuatan lapisan ozon, dan banyaknya bencana alam yang terjadi di sekitar kita terjadi karena kurangnya kesadaran kita sebagai manusia, yang lebih memiliki fungsi utama dalam menjaga kelestarian alam. Banyaknya faktor kerusakan alam yang ditimbulkan berkat ulah tangan-tangan jahil manusia, mengakibatkan semakin terpuruknya keadaan bumi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyaknya pembalakan liar hingga akhirnya membuat hutan menjadi hamparan tanah yang kosong, sehingga tidak mampu menahan air hujan dan akhirnya terjadilah banjir. Asap-asap kendaraan bermotor yang berlebihan, tidak hanya membuat nafas kita terasa sesak, tapi bisa juga membuat lapisan ozon menjadi semakin menipis, sehingga mengakibatkan pemanasan global atau dengan keren orang bilang “Global Warming”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau kalian membaca uraian diatas tentunya kalian terbebas dari tuduhan “perusak bumi”. Tapi bisakah kalian mengelak, ketika sebenarnya kalianpun telah “ikut serta” dalam rangka membunuh “bumi” ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Betapa tidak?? Dengan sadar ataupun tidak ketika kalian membuang sampah sembarangandi sungai sehingga membuat sungai menjadi mampat akhirnya pada saat hujan tejadi banjir, membuat perapian ketika camping di hutan sehingga menimbulkan kebakaran hutan, membunuh satwa liar yang dalam hal ini sebagai salah satu dari sekian banyak rantai ekosistem yang sangat berperan dalam pelestarian lingkungan, sehingga keseimbangan ekosistem menjadi terganggu dan ini semua akan berdampak kepada kelangsungan pertumbuhan makhluk hidup sekitar kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peringatan Hari Bumi bukanlah sekedar milik segelintir orang yang peduli lingkungan, melainkan milik setiap kita yang menempati bumi ini. Sadar maupun tidak, mau tidak mau, kita sebagai manusia yang masih punya “otak” seharusnya menyadari hal ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari ini kami berharap:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sadarlah kalian, bangunlah kalian, dari tidur panjangmu…. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jangan biarkan saat mengerikan itu datang……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat dimana bumi yang kamu injak-injak ini marah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari bangkit…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selamatkan bumi kita…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nb: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;buat yang ga’ mau baca apalagi ngikut peduli silahkan elo hengkang aja deh dari bumi ini….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setuju gak…..:D&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Writed by:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;neo_gembel@yahoo.com&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2748731225221494411?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2748731225221494411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2748731225221494411' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2748731225221494411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2748731225221494411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/04/hari-bumi.html' title='HARI BUMI'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/SAYzBoLo8NI/AAAAAAAAAIA/6HpOuhhUtTA/s72-c/earth+day+everyday.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-9052278970152453714</id><published>2008-04-02T17:06:00.002+07:00</published><updated>2008-04-11T15:38:54.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sebuah kisah yang tak pernah terbayangkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Assalammu'alaikum Wr Wb.&lt;br /&gt;hay sobat-sobat semua,... nich pengalaman pertama aq nulis... so kalo ada yang kurang ato salah aq minta maaf ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kesibukan aq yang padat dan tingginya aktifitas harian, membuat aq merasa seperti dalam tekanan. Pagi berangkat ke sekolah, siang mengikuti les tambahan, sore membersihkan kamar dan malam hari mengerjakan tugas sekolah. adalah keseharian yang harus aq lakukan, bisa dibayangkan betapa lelah rasanya dan betapa jenuh menghadapi semua itu. Ingin rasanya sejenak melepas semua beban itu, tapi aq tak tau harus berbuat apa ??? semua hal telah aq lakukan tapi ....&lt;br /&gt;Aq merasa tak ada hiburan yang benar-benar membuat aq terhibur, tak ada canda yang bisa membuat aq benar-benar tertawa. dan tak ada tempat yang benar-benar bisa membuat aq tenang. hingga datang satu waktu ... yang benar-baner masih kuingat sampai saat ini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu...waktu yang tak pernah aq bayangkan sebelumnya...sebuah tawaran yang masih aq ingat benar...tawaran yang membuat semuanya berubah...sebuah tawaran yang mendatangkan banyak pengalaman...sebuah tawaran yang membukakan mata...dan sebuah tawaran yang yang menyadarkan diriku.&lt;br /&gt;"MAU IKUT LOMBA LINTAS ALAM ???"&lt;br /&gt;inilah tawaran itu!!! percaya? atau tidak? tapi itulah yang ditawarkan ke-aq. jujur memang aq sendiri merasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sinis&lt;/span&gt; dengan tawaran itu, dilanjutkan dengan promosi tentang kegiatan linta alam, mulai dari bentuk acaranya hingga biaya pendaftaran,. aq hanya bisa diam dan membayangkan sembari bertanya dalam hati "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apa enaknya ikut lintas alam?&lt;/span&gt;" dengan perasaan yang ragu aq-pun menjawab "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;baiklah aq ikut&lt;/span&gt;" dan pertanyan demi pertanyaan aq lontarkan untuk memenuhi persyaratan lomba dan perlengkapan lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal yang telah kupilih, aq sadar pilihan ini bukan sekedar pilihan yang biasa, dan bukan pilihan yang tidak mengandung resiko. tapi itulah hidup yang selalu dihadapkan dengan banyak pilihan dan resiko yang harus kita lalu-i, meski kadang kita tidak menyadarinya. (PART-01)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh saat ku lihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi. tampaknya waktu berlalu dengan cepatnya  dan esok pagi aq harus memulai aktifitas yang padat. maaf ya sobat jika aq menyudahi tulisan aq, sebenarnya aq ingin menulis lebih banyak lagi. tapi waktu tak memberiku kesempatan dan juga mungkin sobat2 semua juga udah mulai bosan dengan tulisan aq :(  mungkin aq menulis hanya sedikit tapi aq telah memberikan masukan untuk sobat-sobat semua...&lt;br /&gt;masukan-masukan :&lt;br /&gt;   1. hidup itu selalu dihadapkan pada pilihan dan kita harus yakin dengan pilihan kita adalah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;   2. hidup itu selalu berResiko dan kita tidak tau besarnya resiko jika kita tidak mencobanya.&lt;br /&gt;dua saran yang mungkin meyakinkan langkah kedepan kita.&lt;br /&gt;oke sudah dulu ya sobat-sobatku. tulisan ini Insa4JJ1 aq lanjutkan dengan (PART-02) jika sobat2 semua mendukung. kirim komentarnya ya??? ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammu'alaikum Wr Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-9052278970152453714?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/9052278970152453714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=9052278970152453714' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/9052278970152453714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/9052278970152453714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/04/sebuah-kisah-yang-tak-pernah.html' title='Sebuah kisah yang tak pernah terbayangkan'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2912681409245016325</id><published>2008-03-21T23:25:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T23:28:25.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>PENDAKIAN BERSAMA SEMERU 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i95.photobucket.com/albums/l135/gotagood/brosur2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px;" src="http://i95.photobucket.com/albums/l135/gotagood/brosur2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendakian Bersama Mt.Semeru 1-7 Juni 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-IDR Rp 500.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-dapet tenda untuk 1 team (5 orang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-sertifikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-T shirt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sticker, Pin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Transport dan DoorPrize&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk keterangan lebih lanjud tanya langsung contact personya aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah....pisss&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2912681409245016325?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2912681409245016325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2912681409245016325' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2912681409245016325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2912681409245016325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/03/pendakian-bersama-semeru-2008.html' title='PENDAKIAN BERSAMA SEMERU 2008'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6409034849616475117</id><published>2008-03-19T11:29:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T02:22:39.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO LOMBA'/><title type='text'>Lomba Prusik 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R-VcDqzYA3I/AAAAAAAAAG4/3vBzmy3ICzo/s1600-h/pamflet2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R-VcDqzYA3I/AAAAAAAAAG4/3vBzmy3ICzo/s400/pamflet2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180648164458759026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian para pecinta olahraga "prusiking", silahkan saja membuktikan nyali anda di "GARUDA PALA PRUSIKING COMPETITION II Se Eks-Karesidenan Madiun.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WAKTU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :&lt;br /&gt;hari : Minggu&lt;br /&gt;tanggal : 27 April 2008&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMPAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan dilaksanakan dari di Lapangan Utama SMAN 2    Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peserta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Peserta dari kegiatan ini adalah umum tidak dibatasi usia dan golongan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Lain-lain&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;biar ga repot2 buat kalian yang dari luar kota dikasih penginapan alakadarnya.&lt;br /&gt;dan untuk peralatan wajibnya "yang wajib dibawa peserta" adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;prusik (diameter min 0,5 Cm)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;harness / webbing&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;pendaftaran Rp. 20.000,- aja koq.... "dapet kaos lagi.... murah kan???&lt;br /&gt;ayo buruan daftar bro....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah info laen menyusul ya.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R-VcDKzYA2I/AAAAAAAAAGw/JvqgatZrnjI/s1600-h/pamflet1a.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R-VcDKzYA2I/AAAAAAAAAGw/JvqgatZrnjI/s400/pamflet1a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180648155868824418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6409034849616475117?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6409034849616475117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6409034849616475117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6409034849616475117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6409034849616475117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/03/lomba-prusik-2008.html' title='Lomba Prusik 2008'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R-VcDqzYA3I/AAAAAAAAAG4/3vBzmy3ICzo/s72-c/pamflet2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6610781810875444557</id><published>2008-03-19T10:58:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T11:25:12.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Puncak Kenangan Ponorogo</title><content type='html'>“Pringgitan…. Pringitan…..” teriak kondektur bis jurusan Ponorogo – Pacitan. Sambil berlari-lari kecil kami menyongsong panggilan kondektur bus.  &lt;br /&gt;“Pringgitan..??? “ tanyanya sekali lagi. Dan akupun menangguk. &lt;br /&gt;Akhirnya melajulah bis yang kami tumpangi bersama, menuju bukit pringgitan yang terletak di Kec. Slahung Kab. Ponorogo.&lt;br /&gt;“Balai Desa…. Bale desa…. Caluk…Caluk…” Kondektur memberi aba-aba kepada kami yang akan menuju Pringgitan. Dan kami pun turun….&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah kumpul nge-check perlengkapan, kami pun mula perjalanan. Diterangi temaram sinar rembulan menambah suasana menjadi tambah menyenangkan. Oh…ya biasanya kami pergi ke puncak pada saat bulan purnama, biasanya sangat ramai. &lt;br /&gt;Perjalanan sekitar 2 – 3 jam, akhirnya kami sampai di puncak Pringgitan. Rasa lelah yang kami derita serasa hilang tatkala kami hampir sampai ke puncak, dari jauh sayup-sayup terdengar suara gitar dan nyanyian. Wah meriah deh pokoknya…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pringgitan bagi sebagian besar para pecinta alam Ponorogo menorehkan sejuta kisah yang masih melekat erat di sanubari mereka. Dimana mereka berkumpul tanpa undangan, dimana mereka bisa lepas dari kesibukan di rumah atau sekolah masing-masing. Kalau difikir-fikir ini memang tempat rekreasi yang cukup murah meriah. Bagaimana tidak?? Dengan perlengkapan “naik gunung” sederhana, makanan seadanya, disana kita bisa mendapatkan kesan naik gunung dan bercanda tawa dengan sesama “pendaki”.&lt;br /&gt;Tapi… tak hanya “pecinta alam” saja, kadang-kadang kami-pun menjumpai beberapa yang hanya sekedar iseng. Hal inilah yang sering menjadikan pringgitan terkesan menjadi tempat “mesum”. Bahkan ada pepatah “Karena nila setitik, rusaklah susu sebelangga”. Karena beberapa oknum berbuat maksiat akhirnya kesucian persahabatan di puncak “pringgitan” menjadi ikut tercemar. &lt;br /&gt;Mbok Yem…… pasti nama itu belum hilang dari telinga kalian para “Petualang Ponorogo”. Ya…. Sosok nenek tua renta yang sampai sekarang masih tegar menghadapi laju era globalisasi. Sekarang gimana ya keadaanya???? Apakah sudah bisa pakai Handphone?? Menikmati Film VCD?? Nonton Sinetron?? Rasa-rasanya dia tidak melakukan itu, karena Mbok Yem tetaplah Mbok Yem yang tetap abadi dalam keluguannya. Tiap pagi sampai sore bekerja di ladang atau dihutan, memberi makan sapinya, dan setelah itu jika matahari mulai memerah hingga akhirnya gelap dia pun istirahat. Kepolosannya merupakan cermin dari kehidupan masyarakat desa terpencil. Dan tentu saja masih banyak Mbok Yem  lain di luar sana.&lt;br /&gt;Ke Pringgitan ketemu monyet??? Pertanyaan itu datang kepadaku. Lalu aku jawab “ benar”, tapi itu dulu “yah… sekitar tahun 90-an masih ada. Mungkin “mereka” merasa terganggu dengan datangnya manusia ke “puncak”. Kalo dulu mereka sering nongol di sekitar orang-orang yang sedang ngobrol, diberi makanan kecil, lalu berlari-lari kesana kemari dengan riangnya. Lucu kan?? Tapi sayang sejak para pendaki&lt;br /&gt;mulai “mengotori” tempat ini, mereka malas untuk bergaul lagi dengan kita.&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal kenangan pringgitan, tentunya kalianpun memilikinya. Dari yang manis sampai yang manis, dan bohong kalau kenangan itu terlupa hingga saat ini. Masih pengen kesana??? Nah sekarang sudah leih enak koq. Kita bisa pakai &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6610781810875444557?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6610781810875444557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6610781810875444557' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6610781810875444557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6610781810875444557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/03/puncak-kenangan-ponorogo.html' title='Puncak Kenangan Ponorogo'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6358056911498976151</id><published>2008-02-27T18:06:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:15:45.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO LOMBA'/><title type='text'>LINDRI LAND ROCK XVIII</title><content type='html'>Dulu pastinya kita teringat sosok gadis kecil dengan boneka yang selalu digendongnya. Nah.. betull... "Vinas Valentine Lindri Syahputri". kangen kan???&lt;br /&gt;Untuk mengobati rasa kangen kalian biasanya untuk memperingati hari ulang tahunnya diadakan lomba lintas alam LINDRI LAND ROCK.  saat ini udah yang ke delapan belas loh....&lt;br /&gt;Duh.... delapan belas taon????&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala macem kenangan tentunya ada di benak kalian para petualang, dari routenya, rintangannya, trus keramahan penduduk di setiap desa yang kta lewati bersama. nah ini gw ada info tentang lombanya. Ngikut yuk.....&gt;:D&lt;&lt;br /&gt;Insya Alloh Acaranya : tgl. 17 Mei 2008 jam 24.00 at0 18 Mei 2008 Jam 00.00 Start : Lap. desa Ngentrong, kec.Campurdarat, Tulungagung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6358056911498976151?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6358056911498976151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6358056911498976151' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6358056911498976151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6358056911498976151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/lindri-land-rock-xviii.html' title='LINDRI LAND ROCK XVIII'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8592527565368730677</id><published>2008-02-27T14:00:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>Wawancara dan Reportase</title><content type='html'>Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurnalistik, begitu banyak pengertian berita. Masing-masing orang memberikan definisi berita berdasarkan sudut pandang sendiri-sendiri dalam merumuskannya. Dalam buku Reporting, Mitchell V. Charnley menuliskan beberapa definisi berita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berita adalah segala sesuatu yang terkait waktu dan menarik perhatian banyak orang dan berita terbaik adalah hal-hal yang paling menarik yang menarik sebanyak mungkin orang (untuk membacanya).” Ini definisi menurut Willard Grosvenor Bleyer.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chilton R. Bush, berita adalah informasi yang “merangsang”, dengan informasi itu orang biasa dapat merasa puas dan bergairah. Sementara Charnley sendiri menyebutkan bahwa berita adalah laporan tentang fakta atau pendapat orang yang terikat oleh waktu, yang menarik dan/atau penting bagi sejumlah orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari sekian definisi atau batasan tentang berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut. Yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News (sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap nggak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, ada satu hal lagi tentang berita, selain kita harus memenuhi kaidah 5W+H (What, Who, Where, When, Why plus How), yakni menuliskan hasil laporan atau pengamatan terhadap peristiwa atau pendapat yang menarik itu. Intinya, adalah menuliskan berita itu ke dalam artikel yang menaik. Nah, supaya tulisan beritamu oke punya. Paling nggak kamu kudu mengetahui beberapa hal, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Informasi. Yup, informasi, bukan bahasa. Informasi adalah batu-bata penyusun berita yang yang efektif. Tanpa informasi, walah jangan harap kamu bisa menulis berita itu dengan baik. Jangankan nggak punya informasi, informasinya nggak lengkap saja bakalan kewalahan bikin beritanya. Pokoknya, ada yang ganjal saja, karena tulisan jadi kurang menggigit.&lt;br /&gt;2. Siginifikansi. Maksudnya, berita kudu memiliki informasi penting; yakni memberi dampak pada pembaca. Misalnya aja, penulisnya mengingatkan pembaca kepada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;3. Fokus. Betul, kegagalan seorang penulis berita adalah ketika menyampaikan berita secara sporadis, alias semrawut. Nggak fokus. Berita yang sukses dan oke biasnya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. “Less is more,” kata Hemingway.&lt;br /&gt;4. Konteks. Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, serta seberapa jauh dampaknya.&lt;br /&gt;5. Wajah. Jurnalisme itu menyajikan gagasan dan peristiwa; tren sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan, dinamika agama, dsb. Tulisan yang disajikan itu berupaya mengenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.&lt;br /&gt;6. Lokasi/Tempat. Sobat muda, pembaca menyukai banget “sense of place”. Kamu bisa membuat tulisan jadi lebih hidup jika menyusupkan “sense of place”. Bener lho. Misalnya aja kamu gambarkan tentang suasana jalannya pertandingan sepakbola yang menegangkan saat kedua klub itu bermain hidup-mati untuk mengejar gelar juara atau menghindari jurang degdradasi. Seru deh.&lt;br /&gt;7. Suara. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada seorang pembacanya. Jadi, gunakan kalimat aktif. Bila perlu berbau percakapan.&lt;br /&gt;8. Anekdot dan Kutipan. Anekdot adalah sebuah kepingan kisah singkat antara satu hingga lima alinea—“cerita dalam cerita”. Anekdot umumnya menggunakan seluruh teknik dasar penulisan fiksi; narasi, karakterisasi, dialog, suasana. Semua itu dibuat dengan tujuan untuk mengajak pembaca melihat cerita dalam detil visual yang kuat. Kata orang-orang sih, anekdot sering dianggap sebagai ‘permata’ dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai berita adalah seperangkat kriteria untuk menilai apakah sebuah kejadian cukup penting untuk diliput. Ada sejumlah faktor yang membuat sebuah kejadian memiliki nilai berita. 7 di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kedekatan (proximity). Ada dua hal tentang kedekatan. Pertama dekat secara fisik dan kedua, kedekatan secara emosional. Orang cenderung tertarik bila membaca berita yang peristiwa atau kejadiannya dekat dengan wilayahnya dan juga perasaan emosional berdasarkan ikatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketenaran (prominence). Orang terkenal memang sering menjadi berita. Seperti kata ungkapan Barat, Name makes news. Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternama seringkali muncul di koran dan juga televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aktualitas (timeliness). Berita, khususnya straight news, haruslah berupa laporan kejadian yang baru-baru ini terjadi atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dampak (impact). Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat luas memiliki nilai berita yang tinggi. Semakin besar dampak tersebut bagi masyarakat, semakin tinggi pula nilai beritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keluarbiasaan (magnitude). Sebenarnya hampir sama dengan dampak, namun magnitude di sini menyangkut sejumlah orang besar, prestasi besar, kehancuran yang besar, kemenangan besar, dan segala sesuatu yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Konflik (conflict). Berita tentang adanya bentrokan, baik secara fisik maupun nonfisik, selalu menarik. Misalnya bentrokan antar manusia, manusia dengan binatang, antar kelompok, bangsa, etnik, agama, kepercayaan, perang dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keanehan (oddity). Sesuatu yang tidak lazim (unusual) mengundang perhatian orang di sekitarnya. Orang yang berdandan esktrentrik, orang yang bergaya hidup nggak umum, memiliki ukuran fisik yang beda denga yang lain pada umumnya, dsb cenderung jadi berita yang bernilai tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik berita (News interest).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa topik yang mengandung daya tarik berita di antaranya adalah: self-interest,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang, seks, perjuangan, pahwalan dan keterkenalan, suspence (mencekam), human interest, kejadian (perayaan) dengan lingkup besar, kontes, penemuan baru, hal yang tidak biasa, kejahatan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber informasi untuk bahan berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sumber perolehan berita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Staf surat kabar, yaitu personal yang bekerja pada redaktur surat kabar tertentu, berkantor di redkasi surat kabar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Koresponden, yaitu wartawan yang bekerja untuk media atau kantor berita tertentu dan tidak berkantor di kantor redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kantor berita (news agencies), yakni lembaga yang khusus berita-berita dalam dan luar negeri serta beraneka jenisnya untuk kemudian dijual ke berbagai media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Features Syndicates, yaitu lembaga yang khusus “menjual” kepada penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalangan publisitas, yaitu orang-orang atau kelompok yang bekerja mempopulerkan orang-orang atau peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Volunteer staff, yaitu orang-orang awam atau bukan kalangan pers yang akan memberi informasi berharga tentang gejala dan kejadian yang bisa diangkat sebagai berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat sumber berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tulisan jurnalistik haruslah bersumber dari fakta, bukan opini atau asumsi si reporter. Itu sebabnya, harus ada sumber berita yang jelas dan dapat dipercaya. Ada beberapa syarat sumber berita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Layak dipercaya, meski kelihatan mudah, tapi wartawan yang belum berpengalaman akan kejeblos mewawancarai sumber yang diragukan kebenaran omongannya. Jadi kudu jeli dan kritis ketika mengamati peristiwa atau kejadian dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berwenang, artinya orang yang punya kekuasaan dan tanggung jawab terhadap masalah yang sedang kita garap. Kenapa ini penting? Pertama, agar tercapai keseimbangan penulisan berita yang balance (seimbang) dan both-sided coverage (liputan yang menyajikan keterangan dua pihak yang bertolak-belakang sehingga fair atau adil). Kedua, agar tulisan atau laporan bisa aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kompeten, artinya sumber berita tersebut layak untuk dimintai keterangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa, yaitu sumber berita yang memiliki hubungan, terpengaruh atau mempengaruhi peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas tentang dasar-dasar jurnalistik, khususnya yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan. Masih banyak unsur lainnya dalam jurnalistik seperti manajemen media massa, jenis-jenis tulisan di media massa, termasuk tentang kode etik jurnalistik. Bisa dibahas pada kesempatan lain, atau bisa juga mencari informasi sendiri. Semoga saja ilmu yang meski masih sedikit ini menjadi tambahan wawasan. Tapi intinya, jangan pernah merasa puas mendapatkan sedikit ilmu. Terus belajar, belajar, dan belajar. Tetep semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal dan Belajar Fotografi Untuk Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang belum pernah memotret? sudah pasti diantara kalian para pelajar pernah memotret bukan. Entah itu memotret party di sekolah, adik, keluarga, waktu wisata, ulang tahun, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat ini terasa janggal jika media cetak tidak menyertakan foto sebagai fakta pelengkap sebuah berita. Di sisi lain foto juga bisa berdiri sendiri sebagai berita gambar atau sebagai sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Foto yang baik adalah yang mampu mengikat perhatian penikmat hingga tanpa disadarinya ia sudah langsung menterjemahkan ungkapan yang terkandung dalam gambarnya. Misal, foto pemandangan gunung Bromo yang membuat penikmat/orang yang melihat foto tersebut berkata --wuihh, bagusnya...-- dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu fotografi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografi atau dalam bahasa inggrisnya Photography itu berasal dari bahasa Yunani yaitu Photos dan Graphos. Photos berarti cahaya dan Graphos yang berarti melukis. Dalam terjemahan bebasnya berarti melukis dengan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar fotografi --kalau melihat dari peralatannya seperti kamera dan aksesorisnya-- memang merupakan hoby yang mahal. Namun, bila kita sudah punya niatan untuk belajar fotografi, semahal apapun pasti akan bisa kita lakukan. Untuk belajar fotografi tidak harus punya kamera yang harganya mahal, kita bisa meminjam kameranya teman, atau kakak, atau siapa yang punya kamera. Yang jelas, bila ingin menguasai teknik-teknik fotografi, satu syaratnya yaitu harus punya kamera, setidaknya ada kamera yang bisa dipakai untuk praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft News atau Hard News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haii... Pelajar!!! Sekarang bakal membahas mengenai soft news atau hard news?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap media bisa membuat rubrik atau bentuk tulisan baru selaras dengan kebutuhan pembaca atau sesuai dengan selera redakturnya. Namun, sedikitnya ada 4 bentuk berita yaitu hard news atau straight news, soft news, feature, dan indepth report.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hard News atau Straight News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berisi fakta murni yang mengabarkan suatu peristiwa penting dengan cepat, segera, dan langsung mengacu pada 5W dan 1H (what, when, where, who, why dan how).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berita yang mengandung 5W+1H, namun dikemas dengan gaya bahasa ringan, dan biasanya beritanya menarik (human interest).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu lazim disebut dengan "berita kisah". Features ini meski tetap mengandung unsur 5W+1H isinya lebih bersifat human interest. Biasanya mengungkapkan peristiwa tentang realita sosial yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indepth Report&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu lebih lazim disebut dengan "laporan mendalam". Penyajiannya nyaris sama dengan features.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembahasan diatas tidaklah lengkap, karena keterbatasan waktu kami redaksi SJP dalam membuat artikel mengenai dasar jurnalistik. Namun, kamu-kamu bisa mendapatkannya lebih lengkap dan lebih paham bila mengikuti pelatihannya atau belajar privat. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catalog Persons Redaksional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIUPP :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No: 537/SK/Menpen/SIUPP/1998,…………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIMPIN PERUSAHAAN: ……………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIMPIN REDAKSI: ……………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REDAKTUR ………………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOORDINATOR LIPUTAN ………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPORTER ……………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKRETARIS REDAKSI ………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTISTIK LAY-OUT (WEB) DESIGN/PRA CETAk ………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANKDATA …………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIRKULASI: ……………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALAMAT REDAKSI: ………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANK: ………………………………………...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENERBIT: ……………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KODE ETIK JURNALISTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara yang profesional adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. menghormati hak privasi;&lt;br /&gt;c. tidak menyuap;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8592527565368730677?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8592527565368730677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8592527565368730677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8592527565368730677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8592527565368730677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/wawancara-dan-reportase.html' title='Wawancara dan Reportase'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-2639637952989014933</id><published>2008-02-27T13:50:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>BELAJAR JURNALISTIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian Jurnalistik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi jurnalistik sangat banyak. Namun pada hakekatnya sama, para tokoh komuniikasi atau tokoh jurnalistik mendefinisikan berbeda-beda. Jurnalistik secara harfiah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa. Jurnalistik adalah seperangkat atau suatu alat madia massa. Pengertian jurnalistik dari berbagai literature dapat dikaji definisi jurnalistik yang jumlahnya begitu banyak. Namun jurnalistik mempunyai fungsi sebagai pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat mengenai apa saja yang terjadi di dunia. Apapun yang terjadi baik peristiwa factual (fact) atau pendapat seseorang (opini), untuk menjadi sebuah berita kepada khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaopran setiap hari. Jadi jurnalistik bukan pers, bukan media massa. Menurut kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Ruang Lingkup Jurnalistik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup jurnalistik sama saja dengan ruang lingkup pers. Dalam garis besar jurnalistik Palapah dan Syamsudin dalam diktat membagi ruang lingkup jurnalistik ke dalam dua bagian, yaitu : news dan views (Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News dapat dibagi menjadi menjadi dua bagian besar, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Stainght news, yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Matter of fact news&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Interpretative report&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Reportage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Feature news, yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Human interest features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Historical features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Biographical and persomality features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Travel features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Scientifict features&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Views dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Editorial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Special article&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Colomum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Feature article&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sejarah Jurnalistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman Romawi Kuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang pengertian dan perkembangan jurnalistik, Assegaff sedikit menceritakan sedikit sejarah. Bahwa jurnalistik berasal dari kata Acta Diurna, yang terbit di zaman Romawi, dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkanatau dipasang di pusat kota yang di kala itu disebut Forum Romanum. Namun asal kata jurnalistik adalah “Journal” atau “Du jour” yang berarti hari, di mana segala berita atau warta sehari itu termuat dalam lembaran tercetak. Karena kemajuan teknologi dan ditemukannyapencetakan surat kabar dengan system silinder (rotasi), maka istilah “pers muncul”, sehingga orang lalu mensenadakan istilah “jurnalistik” dengan “pers”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah yang pasti tentang jurnalistik tidak begitu jelas sumbernya, namun yang pasti jurnaliatik pada dasarnya sama yaitu diartikan sebagai laporan. Dan dari pengertian ada beberapa versi. Kalau dalam dari sejarah Islam cikal bakal jurnalistik yang pertama kali didunia adalah pada zaman Nabi Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhandang dalam bukunya juga menerangkan sejarah Nabi Nuh teerutama dalam menyinggung tentang kejurnalistikan. Dikisahkan bahwa pada waktu itu sebelum Allah SWT menurunkan banjir yang sangat hebatkepada kaum yang kafir, maka datanglah maiakat utusan Allah SWT kepada Nabi Nuh agar ia memberitahukan cara membuat kapal sampai selesai. Kapal yang akan dibuatnya sebagai alat untuk evakuasi Nabi Nuh beserta sanak keluarganya, seluruh pengikutnya yang shaleh dan segala macam hewan masing-masing satu pasang. Tidak lama kamudian, seusainya Nabi Nuh membuat kapal, hujan lebat pun turun berhari-hari tiada hentinya. Demikian pula angin dan badai tiada henti, menghancurkan segala apa yang ada di dunia kecuali kapal Nabi Nuh. Dunia pun dengan cepat menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Saat itu Nabi Nuh bersama oranng-orang yang beriman lainnya dan hewan-hewan itu telah naik kapal, dan berlayar dengan selamat diatas gelombang lautan banjir yang sangat dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari larut berganti malam, hingga hari berganti hari, minggu berganti minggu. Namun air tetap menggenang dalam, seakan-akan tidak berubah sejak semula. Sementara itu Nabi Nuh beserta lainnya yang ada dikapal mulai khawatir dan gelisah karena persediaan makanan mulai menipis. Masing-masing penumpang pun mulai bertanya-tanya, apakah air bah itu memang tyidak berubah atau bagaimana? Hanya kepastian tentang hal itu saja rupanya yang bisa menetramkan karisuan hati mereka. Dengan menngetahui situasi dan kondisi itu mereka mengharapkan dapat memperoleh landasan berfikir untuk melakukan tindak lanjut dalam menghadapi penderitaanya, terutama dalam melakukan penghematan yang cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memenuhi keperluan dan keinginan para penumpang kapalnya itu Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati keadaan air, dan kian kemari mencari makanan, tetapi sia-sia belaka. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun (olijf) yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun di patuknya dan dibawanya pulang ke kapal. Atas datangnya kembali burung itu dengan membawa ranting zaitun. Nabi Nuh mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah mulai surut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air, sehingga burung dara itu pun tidak menemukan tempat untuk istirahat demikianlah kabar dan berita itu disampaikan kepada seluruh anggota penumpangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar fakta tersebut, para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia. Bahkan sejalan dengan teknik-teknik dan caranya mencari serta menyiarkan kabar (warta berita di zaman sekarang dengan lembaga kantor beritannya). Mereka menunjukan bahwa sesungguhnya kantor berita yang pertama di dunia adalah Kapal Nabi Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data selanjutnya diperolah para ahli sejarah negara Romawi pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi (Imam Agung) mencatat segala kejadian penting yang diketahuinya pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman sejenis itu dilanjutkan oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya. Caesar mengumumkan hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya, dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa papan tulis pada masa itu. (60 SM) dikenal dengan acta diurna dan diletakkan di Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian disebarluaskan dan dikabarkan ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik hikayat Nabi Nuh menurut keterangan Flavius Josephus maupun munculnya acta diurna belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian, akan tetapi jelas terlihat merupakan gejala awal perkembangan jurnalistik. Dari kejadian tersenut dapat kita ketahui adanya suatu kegiatanyang mempunyai prinsip-prinsip komunikasi massa pada umumnya dan kejuruan jurnalistik pada khususnya. Karena itu tidak heran kalau Nabi Nuh dikenal sebagai wartawan pertama di dunia. Demikian pula acta diurna sebagai cikal bakal lahirnya surat kabar harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harian maka tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-2639637952989014933?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/2639637952989014933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=2639637952989014933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2639637952989014933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/2639637952989014933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/belajar-jurnalistik.html' title='BELAJAR JURNALISTIK'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4791815874587646606</id><published>2008-02-27T13:43:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>PENGAMATAN BURUNG</title><content type='html'>Persiapan Pengamatan Burung mudah dan dapat dilakukan kapan saja karena pada dasarnya Pengamatan Burung tidak melakukan apapun kecuali mengamati burung. Walaupun begitu perlu beberapa persiapan perlengkapan dan peralatan sebelum ber-Pengamatan Burung. Persiapan ini bukan harga mati yang harus dipenuhi tapi lebih bertujuan agar Pengamatan Burung terasa menyenangkan. Beberapa hal tersebut antara lain, buku catatan dan alat tulis, dan teropong.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pakaian yang dikenakan saat Pengamatan Burung sebaiknya bukan yang berwarna cerah dan mencolok yang cenderung akan menakut-nakuti burung. Bahan pakaian sebaiknya yang mudah menyerap keringat seperti katun. Pakaian lengan panjang sangat membantu dari gigitan serangga dan duri. Topi juga membantu mengurangi panas.&lt;br /&gt;Buku catatan dan alat tulis berguna pada saat kita ingin membuat catatan yang dapat&lt;br /&gt;digunakan sebagai pengingat apa saja yang kita temui. Di buku catatan ini pula kita dapat&lt;br /&gt;menggambar sketsa burung yang menarik atau yang belum berhasil diidentifikasi saat&lt;br /&gt;pengamatan.&lt;br /&gt;Teropong, baik monokuler maupun binokuler adalah alat bantu yang paling mahal.&lt;br /&gt;Kebutuhan akan alat bantu ini tidak mutlak tapi keberadaannya akan sangat membantu&lt;br /&gt;untuk melihat burung daru jarak yang sangat jauh. Binokuler dari sudut pandang lebar dan titik focus dekat adalah jenis yang cocok untuk pengamatan.&lt;br /&gt;Saat ini berbagai jenis binokuler tersedia di pasaran. Harganya pun bervariasi. Bila anda belum memiliki binokuler atau monokuler, dan berkeinginan untuk memnbelinya sebaiknya anda meminta saran kepada pengamat burung yang lebih berpengalaman. Jangan sampai anda terjebak pada nama merek, model atau harga yang murah tapi memiliki kualitas rendah sehingga justru akan memakan biaya perawatan yang lebih mahal.&lt;br /&gt;Dimana melakukan pengamatan burung? Di semua tempat! Pengamatan Burung bahkan dapt dilakukan di tengah kota. Meskipun anda akan menemui jumlah dan variasi jenis yang lebih sedikit dibandingkan dengan di hutan di kaki gunung atau di pantai.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar dapat mengindentifikasi burung? Pada dasarnya tiap-tiap jenis memiliki ciri-ciri yang berbeda satu sama lainnya. Penampakan umum, suara dan perilaku menjadi dasar identifikasi burung. Berikut ini pedoman sederhana untuk mengidentifikasi burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ukuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukuran disini berarti membandingkan dengan jenis-jenis yang&lt;br /&gt;ditemui. Apakah besar tubuh, tidak termasuk ekor, lebih besar, lebih&lt;br /&gt;kecil atau sama dengan emprit atau pipit, merpati atau gagak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Bentuk tubuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah tinggi ramping seperti bangau atau bulat montok seperti&lt;br /&gt;gemak?&lt;br /&gt;Pakaian berwarna kalem dengan lengan panjang sangat cocok untuk pengamatanburung. Topi dapat melindungi anda dari terik matahari.&lt;br /&gt;Birdwacthing bisa dilakukan dimana saja.&lt;br /&gt;Di tengah kota, persawahan atau di hutan. Pastikan anda berada di lokasi yang tepat untuk dapat mengamati burung semudah dan sebanyak mungkin yaitu lokasi dengan&lt;br /&gt;sudut pandang yang lebar. Seperti lahan terbuka atau tempat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Warna Apa warna bulunya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah hitam seperti gagak, kuning seperti kepodang atau warna lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Ciri khas (field mark)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai burung memiliki ciri khas yang dimiliki oleh burung itu. Elang Jawa memiliki garis-garis disekitar dada dan perutnya, selain jambul di kepalanya. Bondol jawa dan bondol oto hitam hampir sama, baik secara ukuran maupun bulu. Perbedaan yang mencolok adalah pada bagian dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Perilaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Srigunting walaupun kecil namun berani mengusir elang ular bido yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar ketika memasuki wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Kicauan dan suara yang ditimbulkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bultok dari suku Megalaima, mudah dikenali dari suaranya yang mirip dengan namanya. Kepakan sayap julang emas oleh beberapa orang disebut mirip dengan suara helicopter.&lt;br /&gt;Panduan mengenai jenis burung ini tentu saja sangat disederhanakan. Pengalaman akan sangat membantu menemukan teknik identifikasi.&lt;br /&gt;Pengamatan Burung yuk…&lt;br /&gt;Pengamatan Burung lebih menyenangkan jika dilakukan dalam satu kelompok kecil, antara 2-5 orang. Kelompok dengan jumlah besar lebih tidak efektif karena cenderung lebih berisik dan menakut-nakuti burung. Masalah lain timbul ketika keberadaan teropong, baik monokuker maupun binokuler, tersedia dalam jumlah terbatas.&lt;br /&gt;Survey awal seperti pengenalan lokasi, jalur yang akan ditempuh, dan jenis-jenis yang mungkin ditemui akan sangat membantu dalam pengamatan. Hambatan-hambatan seperti penutupan jalan atau tersesat dapat dihindari.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, Pengamatan Burung dapat dilakukan kapan saja. Tetapi kebanyakan burung aktif pada pagi hari. Birdwacthing yang dilakukan antara jam 11 siang sampai 3 sore akan banyak menguras tenaga. Panas matahari ditambah sedikitnya burung yang dapat diamatai hanya menghasilkan kekecewaan belaka. Sangat disarankan Pengamatan Burung dilakukan sepagi mungkin atau selepas jam 3 sore. Burung cenderung mudah curiga terhadap keberadaan manusia. Suara yang berlebihan akan membuat mereka terganggu dan ketakutan. Bila ingin mengamati lebih dekat, cobalah berjalan pelanpelan beberapa langkah kemudian berhenti. Laying-layang asia tidak takut kepada manusia yang lewat tapi bila ada manusia yang berhenti di dekatnya, mereka akan segera terbang menjauh. Jaga kebersihan. Plastic, bahan pembungkus paling murah ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Styrofom yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat bahan gelas yang digunakan oleh waralaba ayam goring dan donat Amerika bahkan membutuhkan waktu lebih lama.&lt;br /&gt;Masih banyak hal penting yang belum tertulis disini. Banyak hal yang akan anda ketahui, pelajari dan nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4791815874587646606?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4791815874587646606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4791815874587646606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4791815874587646606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4791815874587646606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/pengamatan-burung.html' title='PENGAMATAN BURUNG'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7504296801812086436</id><published>2008-02-27T13:25:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T13:28:47.877+07:00</updated><title type='text'>Mengatasi Gangguan Binatang</title><content type='html'>Kegiatan di alam bebas tentunya tidak terlepas dari ganguan binatang-binatang, nah ini ada beberapa tips untuk kalian yang sering melakukan akativitas naik-naik ke puncak gunung.....&lt;br /&gt;tapi sebelumnya maaf ya... ini cuman binatang kecil2 doleloe ntar baru yang gedhe-gedhe....&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. Nyamuk&lt;br /&gt;. • Obat nyamuk, autan, dll&lt;br /&gt;• Bunga kluwih dibakar&lt;br /&gt;• Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir&lt;br /&gt;nyamuk&lt;br /&gt;• Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk&lt;br /&gt;b. Laron&lt;br /&gt;• Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan&lt;br /&gt;c. Lebah&lt;br /&gt;Apabila disengat lebah :&lt;br /&gt;• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali&lt;br /&gt;• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka&lt;br /&gt;• Jangan dipijit-pijit&lt;br /&gt;• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka&lt;br /&gt;d. Lintah&lt;br /&gt;Apabila digigit lintah :&lt;br /&gt;• Teteskan air tembakau pada lintahnya&lt;br /&gt;• Taburkan garam di atas lintahnya&lt;br /&gt;• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya&lt;br /&gt;• Taburkan abu rokok di atas lintahnya&lt;br /&gt;e. Semut&lt;br /&gt;• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan&lt;br /&gt;• Letakkan cabe merah pada jalan semut&lt;br /&gt;• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut&lt;br /&gt;f. Kalajengking dan lipan&lt;br /&gt;• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar&lt;br /&gt;• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit&lt;br /&gt;• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka&lt;br /&gt;• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka&lt;br /&gt;• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan&lt;br /&gt;g. Ular&lt;br /&gt;ular berbisa antara lain : ular hijau/ ular pucuk,ular bakau, ular tanah, ular sendok, ular&lt;br /&gt;belang, ular cobra dll. Umumnya jenis ular berbisa dapat diketahui dengan melihat bentuk&lt;br /&gt;kepala ( segitiga ) leher relative kecil terdapat lekukan antara mata dan kepala dan hidung,&lt;br /&gt;memiliki gigi bias. Di Indonesia diperkirakan ada 400 jenis ular dan diantara 110 jenis&lt;br /&gt;termasuk jenis berbisa hidup dilaut atau pantai dan didarat sekitar 35 jenis.&lt;br /&gt;Tips !!&lt;br /&gt;- agar tidak dipatuk, HINDARILAH ULAR&lt;br /&gt;- bawa snake bite kit&lt;br /&gt;hal harus diingat !!&lt;br /&gt;- ular takut pada manusia&lt;br /&gt;- belajar mengenali ular didaerah operasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-7504296801812086436?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/7504296801812086436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=7504296801812086436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7504296801812086436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7504296801812086436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/mengatasi-gangguan-binatang.html' title='Mengatasi Gangguan Binatang'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6729493366586947131</id><published>2008-02-27T13:22:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.MEMBACA GARIS KONTUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Punggungan Gunung&lt;br /&gt;Punggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U dimana Ujung dari huruf U menunjukan tempat atau daerah yang lebih pendek dari kontur diatasnya.&lt;br /&gt;Lembah atau Sungai&lt;br /&gt;Lembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n (huruf V terbalik) dengan Ujung yang Tajam.&lt;br /&gt;Daerah landai datar dan terjal curam&lt;br /&gt;Daerah datar/landai garis konturnya jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. MENGHITUNG HARGA INTERVAL KONTUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada peta skala 1:50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408-244/JICA TOKYO-1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misalnya titik A dan B&lt;br /&gt;Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B)&lt;br /&gt;Hitung jumlah kontur antara A dan B&lt;br /&gt;Bagilah selisih ketinggian antara A-B dengan jumlah kontur antara A-B hasilnya adalah interval kontur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. UTARA PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali menghadapi peta topografi, pertama-tama carilah utara peta tersebut. selanjutnya lihat judul peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. MENGENAL TANDA MEDAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluan orientasi harus juga digunakan bentuk-bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembah antara dua puncak&lt;br /&gt;Lembah yang curam&lt;br /&gt;Persimpangan jalan atau ujung desa&lt;br /&gt;Perpotongan sungai dengan jalan setapak&lt;br /&gt;Percabangan da kelokan sungai, air terjun, dan lain-lain&lt;br /&gt;Untuk daerah yang datar dapat digunakan, persimpangan jalan dan percabangan sungai, jembatan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. MENGGUNAKAN PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudah tentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelum berjalan catatlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinat titik awal (A)&lt;br /&gt;Koordinat titik tujuan (B)&lt;br /&gt;Sudut peta antara A - B&lt;br /&gt;Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A - B&lt;br /&gt;Berapa panjang lintasan antara A - B dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A - B&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta&lt;br /&gt;Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan peta&lt;br /&gt;Gunakan kompas untuk melihat arah kita, apakah sudah sesuai dengan tanda medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum.&lt;br /&gt;Perkirakan berapa jarak lintasan. Misalnya, medan datar 5 km ditempuh selama 60 menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.&lt;br /&gt;Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.&lt;br /&gt;Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan, menyeberangi sungai, ujung lembah dan lainnya-lainnya.&lt;br /&gt;Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuatkan lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta) memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan didapatkan panjang lintasan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. MEMAHAMI CARA PLOTTING DI PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Plotting adalah menggambar atau membuat titik, membuat garis dan tanda-tanda tertentu di peta. Plotting berguna bagi kita dalam membaca peta. Misalnya Tim Camp berada pada koordinat titik A (3989 : 6360) + 1400 m dpl. Basecamp memerintahkan tim Camp agar menuju koordinat titik T (4020 : 6268) + 1301 m dpl. Maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plotting koordinat T di peta dengan menggunakan konektor. Pembacaan dimulai dari sumbu X dulu, kemudian sumbu Y, didapat (X:Y).&lt;br /&gt;Plotting sudut peta dari A ke T, dengan cara tarik garis dari A ke T, kemudian dengan busur derajat/kompas orientasi ukur besar sudut A - T dari titik A ke arah garis AT. Pembacaan sudut menggunakan sistem Azimuth (0" - 360°) searah putaran jarum jam. Sudut ini berguna untuk mengorientasikan arah dari A ke T.&lt;br /&gt;Interprestasi peta untuk menentukan lintasan yang efisien dari A menuju T. Interprestasi ini dapat berupa garis lurus ataupun berkelok-kelok mengikuti jalan setapak, sungai ataupun punggungan. Harus dipahami betul bentuk garis-garis kontur. Plotting lintasan dan memperkirakan waktu tempuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tempuh:&lt;br /&gt;Kemiringan lereng dan Panjang lintasan&lt;br /&gt;Keadaan dan kondisi medan (misalnya hutan lebat, semak berduri atau pasir)&lt;br /&gt;Keadaan cuaca rata-rata&lt;br /&gt;Waktu pelaksanaan (pagi, siang atau malam)&lt;br /&gt;Kondisi fisik dan mental serta perlengkapan yang dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. MEMBACA KOORDINAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara koordinat peta&lt;br /&gt;Menentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukan koordinat ini meggunakan:&lt;br /&gt;Sistem Enam Angka, misalnya: koordinat titik A (374:622), titik B (377:461)&lt;br /&gt;Cara Delapan Angka, misalnya: koordinat titik A (3740:6225), titik B (3376:4614)&lt;br /&gt;Cara Koordinat Geografis&lt;br /&gt;Untuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106° 44' 27,79". Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. SUDUT PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam. Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem azimuth (0° - 360°). Sistem Azimuth adalah sistem yang menggunakan sudut-sudut mendatar yang besarnya dihitung atau diukur sesuai dengan arah jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah-arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan. Sistem perhitungan sudut dibagi menjadi dua berdasarkan sudut kompasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. AZIMUTH SUDUT KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Back azimuth: bila sudut kompas &gt; 180° maka sudut kompas dikurangi 180°. Bila sudut kompas &lt; 1080 =" 37,1km" km =" 3.710.000" 1km =" 3.710.000" 000 =" 74,2" 1 =" 1.855.000cm"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6729493366586947131?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6729493366586947131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6729493366586947131' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6729493366586947131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6729493366586947131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/memahami-peta-topografi.html' title='MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-3203341128896171454</id><published>2008-02-27T13:15:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>NAVIGASI-DARAT</title><content type='html'>Naik Gunung?? masuk hutan?? Hal ini tentu saja tidak pernah terlepas dari route, medan dan rintangan. unutk itulah para penjelajah hutan harus memahami ilmu navigasi, dalam melakukan aktivitasnya. Pengetahuan tentang navigasi darat ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kita untuk melakukan kegiatan di alam bebas, dari savana, gunung sampai hutan rimba. Pengetahuan membaca peta, menggunakan kompas dan yang lebih penting lagi adalah penggunaan tanda-tanda alam yang membantu kita dalam menentukan arah. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itu dibutuhkan peralatan dan perlengkapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peta topografi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggaris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konektor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Busur Derajat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Altimeter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pensil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PETA TOPOGRAFI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan siatas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah Peta Topografi. Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis-garis kontur. Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUDUL PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KETERANGAN PEMBUATAN PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NOMOR PETA (Indeks Peta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah angka yang menunjukan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAGIAN LEMBAR PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah penjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolangan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SISTEM KOORDINAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:&lt;br /&gt;Koordinat Geografis: Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau kordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misalnya Co 120°32' 12"BT 5°17' 14" LS.&lt;br /&gt;Koordinat Grid: Perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.&lt;br /&gt;Koordinat Lokal: Untuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis-garis faring seperti grid pada peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta. Kedua sistem koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan seiring membingungkan, karenaya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.&lt;br /&gt;Misalnya: 72100 mE dibaca 21, 9° 9700 mN dibaca 97, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SKALA PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat dituliskan sbb:&lt;br /&gt;JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN&lt;br /&gt;Penulisan skala peta biasanya ditulis dengan angka non garis (grafis). Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm si peta sama dengan 25m di medan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ORIENTASI ARAH UTARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah tersebut tidak berada pada satu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:&lt;br /&gt;Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaitu utara yang melalui Kutup Utara di Selatan Bumi.&lt;br /&gt;Utara Peta (Grid North/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajar dengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.&lt;br /&gt;Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol T (anak panah separuh), yaitu Utara yang ditunjukan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi. Hanya ada di medan, karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan sudut, antara lain:&lt;br /&gt;Penyimpangan sudut antaraUS - UP balk ke Barat maupun ke Timur, disebut ikhlaf Peta (IP) atau Konvergensi Merimion. Yang menjadi patokan adalah Utara Sebenarnya (US).&lt;br /&gt;Penyimpangan sudut antara US -UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yang menjadi patokan adalah I Utara Sebenarnya (IS).&lt;br /&gt;Penyimpangan sudut antara UP - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta-Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Peta f71'. dengan diagram sudut digambarkan US UP UM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GARIS KONTUR ATAU GARIS KETINGGIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi. Sifat-sifat garis kontur, yaitu:&lt;br /&gt;Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satu sama lain dan tidak bercabang.&lt;br /&gt;Garis kontur yang didalam selalu lebih tinggi dari yang diluar.&lt;br /&gt;Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama.&lt;br /&gt;Indek kotur dinyatakan dengan garis tebal.&lt;br /&gt;Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal. Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir sama atau sama dengan 90°.&lt;br /&gt;Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Sadel yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TITIK TRIANGULASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain dari garis-garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi, titik ini adalah suatu titik atau benda yang meruakan pilar atau tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permungkaan laut. macam-macam titik triangulasi:&lt;br /&gt;Titik Primer, 1'.14 titik ketinggian gol. I, No. 14, tinggi 3120 mdpl. 3120&lt;br /&gt;Titik Sekunder, S.45, titik ketinggian gol. II, No.45, tinggi 2340 mdpl. 2340&lt;br /&gt;Titik Tersier, 7:15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl 975&lt;br /&gt;Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV No. 20, tinggi 875 mdpl 875&lt;br /&gt;Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl 670&lt;br /&gt;Titik Kedaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.I 31, tg 1202 mdpl 7202&lt;br /&gt;Titik kedaster Kuater, K.Q 1212, titikketinggian Kedaster Kuarter, No. 1212, tinggi 1993 mdpl 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEGENDA PETA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah informasi tambahan untuk memudahkan interprestasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang penting dan perlu sekali dipahami antara lain:&lt;br /&gt;Titik ketingian&lt;br /&gt;Jalan setapak&lt;br /&gt;Garis batas wilayah&lt;br /&gt;Jalan raya&lt;br /&gt;Pemukiman&lt;br /&gt;Air&lt;br /&gt;Kuburan, dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-3203341128896171454?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/3203341128896171454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=3203341128896171454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3203341128896171454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3203341128896171454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/navigasi-darat.html' title='NAVIGASI-DARAT'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-3351772576075382982</id><published>2008-02-25T20:29:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>ANALISA VEGETASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;ANALISA VEGETASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Analisa vegetasi, digunakan untuk mengetahui kerapatan tumbuhan di hutan yang kita amati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam melakukan kegiatan anilisa vegetasi, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;1. Petak Tunggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“petak tunggal&lt;/i&gt;” adalah, menentukan data dengan cara membuat titik plot dengan rafia ukuran 2x2 meter. Setelah itu kita mengelompokkan kriteria menjadi 4 yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pohon = &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pohon dengan jarak lebih dari 2 meter dengan diameter lebih dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari15 cm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Poles = &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pohon dengan jarak lebih dari 2 meter dengan diameter kurang dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari15 cm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sapling = Pohon dengan ½ sampai dengan 2 meter dengan diameter kurang dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari15 cm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sedling = Pohon dengan jarak kurang dari ½ meter dengan diameter kurang dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari15 cm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah itu kita gandakan kotak menjadi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;" coordorigin="2160,6840" coordsize="7575,2160"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;left:2160;top:6840;width:540;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1028" style="'position:absolute;left:3420;top:6840;width:540;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1029" style="'position:absolute;left:3960;top:6840;width:540;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1030" style="'position:absolute;left:5220;top:6840;width:540;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:5760;top:6840;width:540;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1032" style="'position:absolute;left:5220;top:7380;width:1080;"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1033" style="'position:absolute;mso-position-horizontal:absolute;" from="2880,7020" to="3240,7020" coordsize="21600,21600"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1034" style="'position:absolute;" from="4680,7020" to="5040,7020" coordsize="21600,21600"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1035" style="'position:absolute;left:7380;top:6840;"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1036" style="'position:absolute;left:7380;top:6840;width:1080;" filled="f"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1037" style="'position:absolute;left:7380;top:6840;width:1620;" filled="f"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1038" style="'position:absolute;left:7380;top:6840;width:2160;" filled="f"&gt;  &lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;   &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;   &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1039" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox inset="0,0,0,0"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;sadling&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1040" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox inset="0,0,0,0"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;sapling&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1041" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox inset="0,0,0,0"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;poles&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1042" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox inset="0,0,0,0"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;pohon&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="9" width="23"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027 _x0000_s1028 _x0000_s1029 _x0000_s1030 _x0000_s1031 _x0000_s1032 _x0000_s1033 _x0000_s1034 _x0000_s1035 _x0000_s1036 _x0000_s1037 _x0000_s1038 _x0000_s1039 _x0000_s1040 _x0000_s1041 _x0000_s1042" height="147" width="508" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rumus-rumus dalam kegiatan analisa vegetasi antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Untuk mengukur jarak rata-rata&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:50.25pt;" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_i1025" height="45" width="67" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1025" drawaspect="Content" objectid="_1265476558"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Area rata-rata perpohonan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;A=D&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Area contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:57pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" shapes="_x0000_i1026" height="41" width="76" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1026" drawaspect="Content" objectid="_1265476559"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Kerapatan absolut semua jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:35.25pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image006.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_i1028" height="41" width="47" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1028" drawaspect="Content" objectid="_1265476560"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Kerapatan absolut suatu jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:45.75pt;height:32.25pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image008.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_i1027" height="43" width="61" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1027" drawaspect="Content" objectid="_1265476561"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Kerapatan relatif suatu jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:45.75pt;height:32.25pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image010.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.gif" shapes="_x0000_i1029" height="43" width="61" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1029" drawaspect="Content" objectid="_1265476562"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keterangan= &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 7pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="'width:24.75pt;height:20.25pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image012.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.gif" shapes="_x0000_i1030" height="27" width="33" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1030" drawaspect="Content" objectid="_1265476563"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;= dlm jarak pengukuran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;H &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;= jumlah pohon&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Dominasi absolut semua jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style="'width:144.75pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image014.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image015.gif" shapes="_x0000_i1031" height="41" width="193" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1031" drawaspect="Content" objectid="_1265476564"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" style="'width:119.25pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image016.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.gif" shapes="_x0000_i1032" height="41" width="159" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1032" drawaspect="Content" objectid="_1265476565"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" style="'width:89.25pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image018.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image019.gif" shapes="_x0000_i1033" height="41" width="119" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1033" drawaspect="Content" objectid="_1265476566"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“dominasi relatif suatu jenis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Frekuensi absolut jenis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 14pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" style="'width:158.25pt;height:33pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image020.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image021.gif" shapes="_x0000_i1034" height="44" width="211" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1034" drawaspect="Content" objectid="_1265476567"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Frekuensi absolut semua jenis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Fs = Fji + Fjk + ….. + Fjn&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Frekuensi relatif suatu jenis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;FRi =&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" style="'width:21pt;height:30.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\UNIXCO~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image022.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/UNIXCO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" shapes="_x0000_i1035" height="41" width="28" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Equation.3" shapeid="_x0000_i1035" drawaspect="Content" objectid="_1265476568"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;IVI (indeks nilai penting)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;IVI = Kr+Dri+Fri&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;No&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.9pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Plot&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kuadran&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Spesies&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;jarak&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tinggi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 61.4pt;" valign="top" width="82"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Batang&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.8pt;" valign="top" width="52"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tajuk&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 43.35pt;" valign="top" width="58"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Label&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.85pt;" valign="top" width="56"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ket&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.9pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 61.4pt;" valign="top" width="82"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.8pt;" valign="top" width="52"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 43.35pt;" valign="top" width="58"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.85pt;" valign="top" width="56"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.9pt;" valign="top" width="57"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 61.4pt;" valign="top" width="82"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.8pt;" valign="top" width="52"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 43.35pt;" valign="top" width="58"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid none none; border-color: -moz-use-text-color windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt medium medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.85pt;" valign="top" width="56"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-3351772576075382982?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/3351772576075382982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=3351772576075382982' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3351772576075382982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/3351772576075382982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/analisa-vegetasi.html' title='ANALISA VEGETASI'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6010261312340498268</id><published>2008-02-24T12:24:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:08.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>PENYAKIT MENTAL KITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan yang kita jalani, sering kali kita terbentur pada permasalahan-permasalahan yang tanpa kita sadari bersumber dari diri kita sendiri. Karena pada dasarnya manusia tidak selalu memerhitungkan efek dari segala perbuatan itu dalam melakukan aktivitasnya. Beberapa penyakit mental yang sering kita temukan di kehidupan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYALAHKAN ORANG LAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ?&lt;br /&gt;Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekanak-kanakan. Kenapa ?&lt;br /&gt;Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,"&lt;br /&gt;Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYALAHKAN DIRI SENDIRI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.  "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang".&lt;br /&gt;"Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".&lt;br /&gt;Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.&lt;br /&gt;Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja&lt;br /&gt;ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya :&lt;br /&gt;Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,&lt;br /&gt;kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3&lt;br /&gt;minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ?&lt;br /&gt;Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya&lt;br /&gt;cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja&lt;br /&gt;nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TERLALU CEPAT MENYERAH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di&lt;br /&gt;tempat yang salah repot sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAYANG BAYANG MASA LALU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik&lt;br /&gt;lagi ke penyakit nomer-3.&lt;br /&gt;Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti   ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.&lt;br /&gt;Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama&lt;br /&gt;dengan kemenangan yang besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6010261312340498268?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6010261312340498268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6010261312340498268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6010261312340498268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6010261312340498268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/penyakit-mental-kita.html' title='PENYAKIT MENTAL KITA'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-4693353222175188910</id><published>2008-02-19T01:30:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T18:04:34.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM</title><content type='html'>Tanggal 16 s/d 17 Pebruari 2008 kami GARUDA PALA Bekerja sama dengan SAKA WANABAKTI, dan SIMPALA SMA Muhammadaiyah Ponorogo, mengadakan Pelatihan Konservasi Sumber Daya Alam. lokasinya di Kawasan hutan Lindung Sigogor Ds. Pupus Kec. Ngebel Kab. Ponorogo. Sedangkan pemateri kami datangkan dari MAHIPA Universitas Muhammadiyah Ponorogo.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... ga banyak komentar lagi....&lt;br /&gt;kalo mau liat kegiatannya nih gw tempel foto2 nya...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWOsG3hI/AAAAAAAAAFI/mkFZDbpBCXM/s1600-h/IMG_0114.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWOsG3hI/AAAAAAAAAFI/mkFZDbpBCXM/s200/IMG_0114.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168390028191522322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Siap-siap Pendirian tenda doeloe...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWesG3iI/AAAAAAAAAFQ/HAWRZoFbxJA/s1600-h/IMG_0120.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWesG3iI/AAAAAAAAAFQ/HAWRZoFbxJA/s200/IMG_0120.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168390032486489634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kumpul2 &amp;amp; Dapet Materi  dari MAHIPA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWusG3jI/AAAAAAAAAFY/7o3_wzDX1gU/s1600-h/IMG_0123.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWusG3jI/AAAAAAAAAFY/7o3_wzDX1gU/s200/IMG_0123.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168390036781456946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Enak ya Ngobrol Di alam bebas.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIesG3lI/AAAAAAAAAFo/kkZUt08ovgA/s1600-h/IMG_0151.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIesG3lI/AAAAAAAAAFo/kkZUt08ovgA/s200/IMG_0151.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168391990991576658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;siap-siap masuk hutan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPW-sG3kI/AAAAAAAAAFg/W-xT96tS-lo/s1600-h/IMG_0124.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPW-sG3kI/AAAAAAAAAFg/W-xT96tS-lo/s200/IMG_0124.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168390041076424258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ngintip Apaan Bosss???? ooo.... Pengamatan Burung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIusG3mI/AAAAAAAAAFw/8m8sOjWWFsg/s1600-h/IMG_0158.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIusG3mI/AAAAAAAAAFw/8m8sOjWWFsg/s200/IMG_0158.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168391995286543970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;materi analisa vegetasi...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIusG3nI/AAAAAAAAAF4/bbDiz3Wlrzc/s1600-h/IMG_0165.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRIusG3nI/AAAAAAAAAF4/bbDiz3Wlrzc/s200/IMG_0165.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168391995286543986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;materi DAS....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRI-sG3oI/AAAAAAAAAGA/1d5CTU5VdCA/s1600-h/IMG_0174.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nRI-sG3oI/AAAAAAAAAGA/1d5CTU5VdCA/s200/IMG_0174.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168391999581511298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kumpul Bareng GARUDA PALA, SAKA WANABAKTI, SIMPALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWOsG3hI/AAAAAAAAAFI/mkFZDbpBCXM/s1600-h/IMG_0114.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-4693353222175188910?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/4693353222175188910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=4693353222175188910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4693353222175188910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/4693353222175188910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/konservasi-sumber-daya-alam.html' title='KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R7nPWOsG3hI/AAAAAAAAAFI/mkFZDbpBCXM/s72-c/IMG_0114.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7479415185881873276</id><published>2008-02-16T00:58:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:08.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Pecinta Alam Indonesia Abad 21</title><content type='html'>Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut &lt;em&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/em&gt;, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya &lt;em&gt;Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air&lt;/em&gt;. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada p&lt;em&gt;oin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan &lt;a href="http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/" title="Quo Vadis Pecinta Alam" target="_blank"&gt;Quo Vadis Pecinta Alam&lt;/a&gt; yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. &lt;em&gt;Take Action Now!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;sumber:http://beritahabitat.net&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-7479415185881873276?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/7479415185881873276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=7479415185881873276' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7479415185881873276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7479415185881873276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/pecinta-alam-indonesia-abad-21.html' title='Pecinta Alam Indonesia Abad 21'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-1807622536373433047</id><published>2008-02-16T00:52:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>KEPECINTA ALAMAN</title><content type='html'>Tidak ada kepastian kapan sebenarnya pemahaman Cinta Alam itu dimulai, tapi yang pasti bahwa rumor akan kerusakan alam yang diakibatkan eksploitasi sumber daya alam dunia sudah didengungkan jauh sebelum adanya protocol Kyoto yang membahas mengenai pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dasar pemikiran Kepecinta alaman memang muncul dari sanubari pecinta alam yang tidak terpengaruhi oleh kepentingan ekonomi dan politik. Pemahaman akan pentingnya alam bagi kehidupan muncul akibat pemahaman kita tentang eksistensi manusia terhadap alam yang telah memberikan manusia sebuah kehidupan. Lalu mengapa kita tidak memberikan mereka kehidupan? Sementara kenyataan bahwa manusia adalah bagian dari alam itu sendiri sangat tidak bisa dipungkiri.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aksi generasi pecinta alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman kepecinta alaman yang terus menerus didengungkan terutama setelah banyak orang yang tertarik akan kegiatan alam bebas, semakin menguat. Memang bisa kita katakan, pioneer atau pemrakarsa kampanye pecinta alam dimulai dari komunitas pecinta kegiatan alam bebas. Mereka lah yang mengumandangkan aksi cinta alam, karena mereka tidak ingin tempat – tempat yang telah mereka kunjungi, dengan segala keindahan dan keseimbangan alamnya akan hilang terlindas oleh roda jaman yang penuh dengan pergulatan kepentingan individu ataupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aksi mereka hanya menjadi sebuah gelitik kuping para kaum perusak alam dan ketika alam sudah menunjukkan ketidak seimbangannya, barulah kita semua sadar. Alam sekitar kita sudah (mulai) rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lebih mengherankan adalah semakin kuat aksi kampanye menyuarakan teriakan alam, maka semakin kuat pula keinginan para perusak alam untuk menguasai dan menghancurkan alam. Dan akhirnya teriakan mereka tetap menjadi sebuah gelitik kuping para politisi, ekonom dan para pakar dunia lainnya. Yang sepertinya cukup sedikit saja menggoyangkan kepala maka gelitik itu akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi – aksi heroism para pecinta lingkungan terus berlanjut. Pada tahun 1971 terbentuklah suatu organisasi lingkungan internasional, GREENPEACE. Walaupun sebenarnya organisasi pandu sedunia PRAMUKA (Boyscout) telah lahir dan juga menyuarakan pelestarian lingkungan, tapi Greenpeace mempunyai misi yang lebih khusus kea rah penyelamatn lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global, dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua tetap tidak merubah keadaan. Penebangan hutan masih berlanjut, pemburuan ikan paus massal  masih terjadi, pembuangan limbah nuklir masih tetap dilakukan, penggunaan bahan – bahan kimia berbahaya masih tetap dipraktekkan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Organisasi pecinta alam dan pemerhati lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ saja, diilhami Greenpeace, muncul pula organisasi – organisasi pecinta alam di dunia termasuk di Indonesia yang menjalar sampai ke sekolah – sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri dilhami oleh Wanadri di Bandung dan terus menjalar ke daerah – daerah. Pada era tersebut sampai tahun 1998, aksi pecinta alam terus bisa kita lihat dimana- mana. Entah mengapa saat ini, euphoria itu menguap entah kemana. Hanya sedikit anak – anak muda jama sekarang yang tertarik untuk terlibat langsung dalam kegiatan penyelamatan lingkungan. Pada saat ini mungkin hanya WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang masih intens memperjuangkan hak – hak azasi sang alam untuk tetap hidup di antara kita, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan lingkungan saling terkait dan telah berdampak besar terhadap kehidupan masnusia dalam bentuk pemiskinan, ketidakadilan dan menurunnya kualitas hidup manusia. Sebagai solusi, penyelamatan lingkungan hidup harus menjadi sebuah gerakan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai organisasi publik, WALHI terus berupaya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Menjadi organisasi yang populis, inklusif dan bersahabat.&lt;br /&gt;   * Menjadi organisasi yang bertanggung gugat dan transparan.&lt;br /&gt;   * Mengelola pengetahuan yang dikumpulkannya untuk mendukung upaya penyelamatan lingkungan hidup yang dilakukan anggota dan jaringannya maupun publik.&lt;br /&gt;   * Menjadi sumberdaya ide, kreatifitas dan kaderisasi kepemimpinan dalam penyelamatan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;   * Menggalang dukungan nyata dari berbagai elemen masyarakat.&lt;br /&gt;   * Menajamkan fokus dan prioritas dalam mengelola Kampanye dan advokasi untuk berbagai isu:&lt;br /&gt;        1. Air, pangan dan keberlanjutan&lt;br /&gt;        2. Hutan dan Perkebunan&lt;br /&gt;        3. Energi dan Tambang&lt;br /&gt;        4. Pesisir dan Laut&lt;br /&gt;        5. Isu-isu Perkotaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, mencintai alam menjadi sedemikian sulitnya dilakukan oleh manusia modern. Padahal apabila kita tarik ke belakang, sebagai contoh adalah umat Hindu. Umat Hindu selalu berpegang teguh pada prinsip TAT TWAM ASI yang berarti aku adalah kamu, kamu adalah aku. Sebuah konsep dasar penghargaan terhadap sesama mahkluk hidup. Tapi kenyataannya masyarakat Hindu saat ini, terutama di Bali, tetap saja kalah akan kepentingan ekonomi yang ditawarkan sesaat. Karena pada gilirannya, setelah alam mulai tidak bersahabat, baru mereka sadar bahwa mereka sudah mengangkangi konsep alam yang paling dasar dalam agama Hindu. Tidak salah kalau banyak kaum muda Hindu terus meneriakkan AJEG BALI untuk menyelamatkan konsep TAT TWAM ASI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mencintai alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai alam sebenarnya dapat dimulai dari kita sendiri. Kenapa kita bisa begitu takut untuk mebuang sampah sembarangan di rumah kita sendir sementara di jalan kita membuang sampah sembarangan? Kenapa kita begitu semangatnya mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menyewa konsultan penata taman di rumah kita sementara kita menggunduli hutan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua orang berpikir ke belakang seperti itu, sebenarnya kita sudah menjadi seorang pecinta alam. Tinggal sekarang bagaimana implementasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STOP! membuang sampah sembarangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP! menebangi hutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP! mencemari udara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang hidup tidak lama lagi, tapi sebelum kita berakhir kita sudah melahirkan keturunan kita. Apa yang akan mereka makan kalau semua tanah tidak dapat ditanami akibat terkontaminasi sampah kimia dan plastik? Apa yang akan mereka minum kalau sudah tidak ada lagi hutan sebagai penyerap air tanah.  Udara apa yang harus mereka hirup untuk bernafas kalau udara di bumi ini sudah tercemar asap polusi pabrik, polusi nuklir dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita cintai alam ini seperti kita mencintai diri kita sendiri dan orang – orang yang kita cintai. Karena kita dan mereka adalah bagian dari alam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bagian dari alam yang akan selalu bergantung pada alam termasuk alam itu sendiri yang tetap bergantung pada kita. Karena tidak ada alam semesta ini tanpa kita dan begitu pula sebaliknya tidak akan ada manusia tanpa alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-1807622536373433047?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/1807622536373433047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=1807622536373433047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1807622536373433047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1807622536373433047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/02/kepecinta-alaman.html' title='KEPECINTA ALAMAN'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-5662434176991894354</id><published>2008-01-31T21:55:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:08.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>KABUT</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Kabut adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, kecuali bahwa awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Kabut terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m³, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 macam jenis kabut ialah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kabut Advection&lt;br /&gt;2. Kabut Frontal&lt;br /&gt;3. Kabut Radisi&lt;br /&gt;4. Kabut Gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut Advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut Frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap. Dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut Radisi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut Gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-5662434176991894354?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/5662434176991894354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=5662434176991894354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5662434176991894354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5662434176991894354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/kabut.html' title='KABUT'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6634100639451564155</id><published>2008-01-31T21:16:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>KEDINGINAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal-kristal es yang menempel pada daun-daunan dan bunga edelweis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh ernergi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala -gejala kedinginan biasanya Pendaki akan menggigil kedinginan, gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala kedinginan yang lebih parah akan membuat gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung-sandung. Pikiran menjadi kacau, bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau. Kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban. Denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu penderita sebaiknya jangan cepat-cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau membaringkan di dekat api atau pemanas. Jangang menggosok-gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi miring. Periksa saluran pernafasan, pernafasan dan denyut nadi. Mulailah pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan. Jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas tubuh dari orang lain juga bagus untuk diberikan, suruh seseorang melepas pakaian, dan berbagi pakai selimut dengan si korban. Jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol. Segeralah cari bantuan medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya terlalu kepanasan, anak muda dan orang tua merupakan sasaran paling banyak. Alasannya, tubuh kurang efisien dalam mengatur temperatur tubuh. Namun, orang dewasa yang fitpun, dapat kedinginan jika terlalu lama berada di air dingin, udara dingin atau di cuaca dingin tanpa pelindung. Selain itu minuman beralkohol dan narkotika juga mengurangi mekanisme pemanasan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi bahaya kedinginan bawalah beberapa lapis pakaian kering. Siapkan mantel hujan, jaket tebal, dan kantung tidur. Masukkan pakaian kedalam kantong plastik sebelum dimasukkan ke dalam tas. Gunakan cover pelindung air untuk membungkus tas. Bawalah bekal makanan yang cukup, ada baiknya membawa bekal lebih guna menghapi tertundanya perjalanan karena cuaca atau harus beristirahat karena sakit. Pelajari jalur yang akan ditempuh sebelum melakukan pendakian, hal ini bisa ditanyakan ke petugas pos penjagaan. Rencanakan dan pilih tempat yang akan digunakanan untuk beristirahat, berlindung, memasak, dan mendirikan tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah pendakian pada musim kemarau, karena pada musim penghujan curah hujannya tinggi sering ada badai dan tanah longsor, di musim kemaraupun di gunung sering turun hujan namun tidak sebanyak dan sesering di musim hujan. Musim kemarau yang cerah suhu di gunung sangat dingin sekali bisa minus dibawah nol, dibeberapa gunung misal gunung semeru sering muncul kristal-kristal es. Bila cuaca sangat buruk dan sudah tidak sanggup menghadapi udara yang semakin dingin sebaiknya tidak melanjutkan pendakian, karena bisa berakibat sangat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menembus cuaca yang sangat dingin harus berusaha mengatasi rasa lapar, kelelahan dan mengantuk. Beristirahatlah sebentar saja bila terlalu lama badan justru akan semakin dingin dan semakin mengantuk, dengan berjalan badan biasanya menjadi hangat bahkan berkeringat. Termos kecil berisi kopi hangat sangat praktis untuk membantu mengatasi rasa dingin dan mengantuk. Sepatu bot dengan kaos kaki yang tebal dan kering sangat membantu. Sebaliknya sepatu basah, kaos kaki basah, dan sendal, dapat membuat kaki serasa beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beristirahat di antara hempasan angin dingin dan tebalnya kabut, justru semakin membuat badan menjadi menggigil, untuk itu carilah batu besar atau celah-celah batu untuk berlindung dari hempasan angin dingin. Bila ingin istirahat tunggulah sampai kabut menghilang, karena beristirahat di tengah kabut membuat pakaian basah dan berembun, sehingga semakin menyiksa badan. Kaos tangan, kerudung kepala, kaos kaki, jaket tebal bisa membantu mengatasi rasa dingin. Bila memungkinkan dan tidak membahayakan lingkungan bisa membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak mendirikan tenda carilah tempat yang terlindung dari hempasan angin, dan usahakan tempat yang kering. Di tempat yang basah dan lembab embun dan kabut mudah terbentuk sehingga pakaian dan peralatan kita menjadi basah, berembun dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin minum obat minumlah pada waktu istirahat mau tidur jangan minum obat pada saat melakukan perjalanan sangat berbahaya. Beberapa jenis obat bisa membuat kita menjadi mengantuk atau tenggorokan kering&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6634100639451564155?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6634100639451564155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6634100639451564155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6634100639451564155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6634100639451564155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/kedinginan.html' title='KEDINGINAN'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-5588689727085307745</id><published>2008-01-31T21:05:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Provinsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bali Terdapat Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter&lt;br /&gt;Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jambi Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jambi Terdapat Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Burangrong Memiliki Tinggi 2.064 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter&lt;br /&gt;Provinsi Jawa TImur Terdapat Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter&lt;br /&gt;Provinsi Kalimantan Barat Terdapat Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter&lt;br /&gt;Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter&lt;br /&gt;Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter&lt;br /&gt;Provinsi Lampung Terdapat Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter&lt;br /&gt;Provinsi Lampung Terdapat Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter&lt;br /&gt;Provinsi Lombok Terdapat Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter&lt;br /&gt;Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTB Terdapat Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTB Terdapat Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTB Terdapat Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTB Terdapat Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTB Terdapat Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTT Terdapat Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTT Terdapat Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter&lt;br /&gt;Provinsi NTT Terdapat Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter&lt;br /&gt;Provinsi Papua Terdapat Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter&lt;br /&gt;Provinsi Pulau Flores Terdapat Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter&lt;br /&gt;Provinsi Pulau Sangir Terdapat Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Selatan Terdapat Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter&lt;br /&gt;Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-5588689727085307745?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/5588689727085307745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=5588689727085307745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5588689727085307745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/5588689727085307745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/nama-gunung-tinggi-dan-letaknya-di.html' title='Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Provinsi'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-6663890803660238277</id><published>2008-01-31T21:01:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T17:59:27.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>Ramuan Arang Pengusir Racun</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Keracunan akibat mengonsumsi jamur mempunyai beberapa gejala. Keracunan karena muskarin misalnya, setelah 5 - 10 menit, si pemakan biasanya akan mengeluarkan air mata, peluh, atau ludah. Gejala itu disambung dengan penyempitan pupil mata. Berikutnya, dapat diikuti dengan sesak napas, sering buang air, pusing, lemah, pingsan, kejang-kejang, sampai akhirnya koma dan meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika disebabkan racun lainnya, 4 - 6 jam usai mengonsumsi jamurnya, si pemakan akan merasakan haus, sakit perut hebat, muntah-muntah, dan mencret (muntaber). Lama-kelamaan, korban akan mengalami shock, yang juga akan membawanya pada kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling aman untuk keluar dari jeratan racun jamur liar ini tentu saja dengan meminta bantuan dokter. Dokter biasanya akan melakukan usaha simptomatik atau suportif, dengan memberikan thiosulfas natrikus. Untuk penderita yang shock dapat diberi larutan garam fisiologis. Sedangkan pada penderita yang kondisinya gawat, dapat diberi suntikan 0,25 mg antropin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa daerah, sering juga digunakan obat penawar berupa ramuan alternatif. Ramuan itu terdiri atas dua bagian arang kayu (dapat diganti dengan bakaran roti atau beras sampai hangus), satu bagian garam inggris, dua bagian asam tannin (dapat diganti dengan teh kental). Satu sendok ramuan di atas kemudian diseduh di dalam satu gelas air masak, lalu diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi, mengunjungi dokter tetap jalan terbaik. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-6663890803660238277?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/6663890803660238277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=6663890803660238277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6663890803660238277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/6663890803660238277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/ramuan-arang-pengusir-racun.html' title='Ramuan Arang Pengusir Racun'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-365818252148371653</id><published>2008-01-28T21:44:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:04:34.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA FOTO'/><title type='text'>Foto-foto Pelantikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532ESYU5tI/AAAAAAAAAB8/bevclCx6kTw/s1600-h/IMG_0163.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532ESYU5tI/AAAAAAAAAB8/bevclCx6kTw/s320/IMG_0163.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160551301550237394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mandi dulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532FSYU5uI/AAAAAAAAACE/aanw7qBm9ww/s1600-h/IMG_0178.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532FSYU5uI/AAAAAAAAACE/aanw7qBm9ww/s320/IMG_0178.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160551318730106594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pelantikan oh.... pelantikan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532GSYU5vI/AAAAAAAAACM/GFPJDXymfxM/s1600-h/IMG_0172.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532GSYU5vI/AAAAAAAAACM/GFPJDXymfxM/s320/IMG_0172.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160551335909975794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Three Generation Of GARUDA PALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xriYU5qI/AAAAAAAAABk/jj9otbWgHjc/s1600-h/IMG_0123.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xriYU5qI/AAAAAAAAABk/jj9otbWgHjc/s320/IMG_0123.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160546478301963938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Pembukaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xsCYU5rI/AAAAAAAAABs/Sz7etoRdCh4/s1600-h/IMG_0166.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xsCYU5rI/AAAAAAAAABs/Sz7etoRdCh4/s320/IMG_0166.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160546486891898546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istirahat dulu deh......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xsiYU5sI/AAAAAAAAAB0/8vcQEeH--vI/s1600-h/IMG_0168.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53xsiYU5sI/AAAAAAAAAB0/8vcQEeH--vI/s320/IMG_0168.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160546495481833154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;makan siang dulu yaa.....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53uZiYU5oI/AAAAAAAAABU/Yioh_11fPv8/s1600-h/IMG_0106.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53uZiYU5oI/AAAAAAAAABU/Yioh_11fPv8/s320/IMG_0106.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160542870529435266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He...he....he... Ketemu Ibunya Tentara ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53uYyYU5nI/AAAAAAAAABM/B1f7wpuDcdY/s1600-h/IMG_0104.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R53uYyYU5nI/AAAAAAAAABM/B1f7wpuDcdY/s320/IMG_0104.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160542857644533362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Packing Dulu ah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-365818252148371653?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/365818252148371653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=365818252148371653' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/365818252148371653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/365818252148371653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/foto-foto-pelantikan.html' title='Foto-foto Pelantikan'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GrIYtl_-Hrw/R532ESYU5tI/AAAAAAAAAB8/bevclCx6kTw/s72-c/IMG_0163.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7333943964331406062</id><published>2008-01-25T02:34:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:57.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tanpa Persiapan, Naik Gunung Tidak Bermakna</title><content type='html'>BANYAK remaja sering mengisi waktu liburan dengan naik gunung. Namun, karena ketidak-tahuan, kegiatan fisik berat itu sering tidak disiapkan dengan baik. Padahal, mendaki gunung ditentukan oleh faktor ekstern dan intern, dan kebugaran fisik mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu "tergila-gila" naik gunung. "Because it is there,"ujarnya. Jawaban itu menggambarkan betapa luas pengalamannya mendaki gunung dan bertualang. Selain jawaban itu, masih banyak alasan mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota-anggota Mapala Universitas Indonesia-kelompok pencinta alam tertua (bersama Wanadri Bandung) di Indonesia-contohnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. Dalam halaman awal buku pegangan petualangan yang dimiliki seluruh anggotanya tertulis, "Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung".&lt;br /&gt;Yang jelas, tidak seorang petualang alam-komunitas di Indonesia lebih senang menggunakan istilah pencinta alam-melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah "modal nekad" dalam mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin, kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik. Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pendakian gunung. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu. Diri pendaki, segala persiapan, dan kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max). Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking semangatnya, pendaki muda kerap kali ingin segera mencapai puncak, apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk berjalan paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak, sebaiknya ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu, pendaki dapat mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun mendaki merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu istirahat 10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya. Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk berkemah. Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik target di peta sebagai titik beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat mendaki. Satu stel yang lain sebagai baju kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di lua ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang.&lt;br /&gt;Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pengepakan barang dalam ransel.&lt;br /&gt;1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.&lt;br /&gt;2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan (seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.&lt;br /&gt;3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras. Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis, seperti:&lt;br /&gt;a. pakaian dan kantung tidur,&lt;br /&gt;b. alat memasak,&lt;br /&gt;c. tenda,&lt;br /&gt;d. makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari.&lt;br /&gt;Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan. yunas santhani azis&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar Pendaki Gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA pendaki gunung, harus memiliki pengetahuan dasar, menyangkut navigasi darat dan peta-kompas. Ini semua digunakan selama perjalanan di alam bebas. Selain itu, pendaki juga harus membawa sejumlah peralatan standar. Apa saja itu?&lt;br /&gt;Dalam olahraga naik gunung, ada pengetahuan dasar khususnya menyangkut navigasi darat atau peta-kompas yang harus dimiliki seorang pendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan navigasi standar yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan altimeter. Dalam arti populer, peta adalah representasi bentuk bentang bumi yang dicetak di kertas. Peta sendiri ada banyak ragamnya, sesuai keperluan. Namun peta yang bermanfaat bagi pendaki gunung adalah topografi, peta yang menggambarkan bentuk-bentuk dan kondisi permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melihat peta, perhatikan skala atau perbandingan jarak dengan jarak sebenarnya. Skala peta dapat ditunjukkan dalam angka (misalnya 1:250.000) atau dalam bentuk garis. Untuk itu, jangan menggunakan fotokopi peta yang diperbesar atau diperkecil ukurannya. Selain membingungkan penghitungan jarak, pembesaran peta tidak menunjukkan akurasi relief bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya, pendaki lebih dahulu mempelajari makna le-genda (simbol konvensional) dan kontur-garis penunjuk relief bumi-yang ada di peta. Penjelasan legenda selalu ada di bagian bawah peta. Dengan membaca kontur, dapat dibayangkan kondisi medan sebenarnya. Garis-garis kontur bersisian rapat menunjukkan medan yang curam, bila jarang berarti medannya landai. Lengkungan kontur yang menonjol keluar dari sebuah titik, menggambarkan punggung bukit atau gunung (ridge), sebaliknya adalah lembah. Di lembah-lembah seperti itu biasanya ada aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah kompas, peta merupakan alat untuk dapat menentukan posisi pendaki di gunung atau menunjukkan arah jalan. Teknik menggunakan variasi kompas dan peta dikenal dengan cross bearing, terbagi dalam resection (menentukan posisi kita di dalam peta) dan intersection (menentukan posisi satu tempat di peta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resection dilakukan dengan mula-mula mencari dua titik di medan sebenarnya yang dapat diidentifikasi dalam peta seperti puncak-puncak gunung. Kedua, hitunglah sudut (azimuth) kedua obyek tadi terhadap arah utara dengan kompas. Ketiga, pindahlah ke peta. Dengan menggunakan busur derajat, letakkan titik pusat busur derajat menghimpit titik identifikasi obyek dalam peta. Bila sudut azimuth yang diperoleh kurang dari 180 derajat, tambahkan azimuth itu dengan angka 180 derajat. Bila azimuth yang didapat dari kompas lebih dari 180 derajat, tambahkan dengan angka 180 derajat. Keempat, gunakan angka hasil perhitungan itu (dinamakan teknik back azimuth) untuk membuat garis lurus dari titik identifikasi. Perpotongan dua garis dari dua titik identifikasi menunjukkan letak kita di dalam peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan titik awal perjalanan di peta merupakan hal yang penting. Di tengah perjalanan, seorang pendaki kerap tidak dapat memainkan teknik cross bearing karena faktor cuaca atau medan yang tidak memungkinkan melihat titik-titik orientasi. Bila demikian, membandingkan keadaan medan sekitar dengan kontur peta dan merunutnya dari titik awal perjalanan, kadang menjadi satu-satunya cara menentukan posisi. Dalam keadaan seperti itu, altimeter atau piranti penunjuk ketinggian sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini fungsi kompas dan altimeter dapat diganti dengan GPS (Global Positioning System/piranti canggih menggunakan sinyal satelit). Dengan alat itu, pendaki dapat mengetahui kedudukannya dalam lintang dan bujur (koordinat) bumi. Pemakainya tinggal mencari besaran koordinat di peta. Bahkan GPS model mutakhir dapat menyimpan rekaman gambar peta melalui CD-Rom. Dengan begitu, pendaki bisa mengabaikan peta karena peta sekaligus tersaji di layar monitornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendaki gunung atau menjelajah alam, pelaku juga harus memasak, makan, tidur, dan membersihkan diri. Semua dilakukan sendiri. Untuk itu, pendaki tidak dapat menghindari barang bawaan yang relatif banyak dan berat. Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk pendakian? Perlengkapan seorang pendaki berupa sepatu, baju dan celana, jaket, ponco atau rain coat, dan ransel.&lt;br /&gt;1. Sepatu mendaki yang baik selain melindungi kaki dari luka, juga harus nyaman saat dipakai meski membawa beban berat di medan licin, berbatu-batu, dan curam. Jenis sepatu boot paling cocok untuk kegiatan ini, karena melindungi pergelangan hingga mata kaki dari kemungkinan terkilir. Pilihlah sol sepatu dengan kembang besar, ceruk yang dalam dan memiliki tumit. Sol seperti ini memungkinkan pemakai dapat mencengkeram permukaan meski kondisinya ekstrim (curam, licin, atau berbatu-batu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakaian ideal saat mendaki di gunung tropis adalah yang relatif tebal dan menyerap keringat, celana yang tidak kaku dan ringan guna melindungi kaki dari goresan duri. Baju dari katun atau wool cukup ideal. Sayang bila telah basah, katun tidak mampu menghangatkan badan. Baju dari bahan sintetis semisal polyesters dan acrylics sedikit menyerap keringat tetapi cepat kering. Sementara bahan nilon sebaiknya tidak digunakan karena tidak menyerap keringat sehingga keringat akan tetap menempel di badan. Sebaliknya, nylon amat baik menahan hujan, sehingga banyak digunakan sebagai ponco.&lt;br /&gt;Saat mendaki, hindari pemakaian pakaian berbahan jeans. Bahan ini sukar kering dan berat saat basah. Bila mendaki medan yang dirimbuni pepohonan atau semak tinggi, di mana terpaan angin tidak kencang, hindari mengenakan jaket saat berjalan. Selain menahan keringat menempel di badan, jaket juga membuat tubuh merasa gerah karena selama berjalan suhu tubuh meningkat akibat pembakaran zat makanan untuk menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat istirahat, di sela pendakian, pembakaran berkurang. Dinginnya temperatur di pegunungan dan hembusan angin maka pendaki akan menghadapi perbedaan drastis temperatur. Oleh karena itu, saat beristirahat, sebaiknya pendaki mengenakan jaket atau sweater tebal. Bila beristirahat saat hujan, sebaiknya mengganti baju jalan yang basah dengan baju kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jaket sebaiknya digunakan menahan dingin di puncak atau di lokasi kemping saat akitivitas tidak segiat saat berjalan. Pilihlah jaket yang berbahan isian (down jacket). Jaket jenis ini cukup tebal dan penahan dingin yang baik. Kelemahannya, relatif berat dan memakan banyak tempat dalam ransel. Jaket lain sebaiknya dibawa adalah yang memiliki dua lapisan (double layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan angin.&lt;br /&gt;Kini, teknologi tekstil sudah mampu memroduksi Gore-tex, bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki. Bahan itu memungkinkan kulit tetap "bernapas", tidak gerah, mengeluarkan uap keringat, mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proof). Sayang, bahan ini masih mahal, rata-rata berharga di atas Rp 1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ransel. Perlengkapan vital pendakian lainnya adalah ransel. Kini banyak jenis ransel-terutama berangka dalam-dijual di pasaran. Fungsi rangka selain menyangga badan ransel tetap tegak, mencegah barang di dalamnya bergeser, dan menjaga jarak antara punggung pemakai dari ransel. Akibatnya, barang-barang keras yang dibawa tidak menyakitkan. Ransel yang baik dilengkapi tali pengatur sabuk penggendok atau sandang bahu, sandang pinggang, atau sabuk pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabuk dan tali pengatur itu akan membuat pemakainya nyaman memanggul ransel beserta isinya. Bila pendaki ingin membawa barang bawaan ke bahu dan punggung, kencangkan tali pengatur sandang bahu dan longgarkan sabuk pinggang. Sebaliknya, bila beban ingin ditopang punggung dan pinggang, kencangkan tali sabuk pinggang dan kendorkan tali sandang bahu. Ransel berdisain baik, bila rangka bagian bawah, saat dipakai, ada di sekitar pinggang sedang lengkungan rangka atas sesuai lengkungan tulang punggung pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ransel yang memiliki beberapa kantung di penutup atau badan, memiliki banyak keuntungan. Barang-barang kecil seperti botol air minum, jaket, atau kamera yang sering dikeluar-masukkan selama pendakian, dapat ditaruh di situ. Dengan demikian, pendaki tidak perlu membuka-tutup dan mengacak-acak isi ruang utama ransel.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pilihlah ransel berbahan nilon atau kanvas. Nilon selain kedap air juga ringan. Sebaliknya, kanvas relatif berat terutama pada waktu basah. Akan tetapi, kanvas lebih kuat terhadap goresan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-7333943964331406062?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/7333943964331406062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=7333943964331406062' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7333943964331406062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/7333943964331406062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/tanpa-persiapan-naik-gunung-tidak.html' title='Tanpa Persiapan, Naik Gunung Tidak Bermakna'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-1175274167816041020</id><published>2008-01-25T02:33:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:08.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Cara mengatur isi ransel</title><content type='html'>Ransel adalah tas serba guna yang selalu dibawa saat berpetualang. Daya tampung ransel sangat terbatas, tapi Anda ingin mengisinya dengan beraneka ragam barang. Pengaturan yang kurang efesien menyebabkan daya tampunya makin sedikit. Lagi pula, dapat mengganggu keseimbangan Anda saat berjalan.&lt;br /&gt;Saat ini, produsen ransel memberikan banyak pilihan kepada Anda. Dari ukuran yang kecil sampai yang benar-benar untuk keperluan petualangan. Ada yang dilengkapi dengan rangka penguat di dalamnya maupun di bagian luar sampai yang tidak ada pelindungnya. Namun, semua ransel itu pada prinsipnya tetap tas, dimana kemampuan muatnya dipengaruhi oleh kepandaian Anda dalam menata isi di dalamnya.&lt;br /&gt;Barang-barang yang biasa dibawa dalam ransel adalah pakaian, alat memasak, makanan, obat-obatan, kebutuhan pribadi (sabun, pasta gigi,dll), kamera, tempat minum, tempat tidur (sleeping bag) dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Untuk memulai pengemasan segala keperluan dan kebutuhan Anda ke dalam ransel, sebaiknya mulailah dari bagian bawah terlebih dahulu. Hal ini untuk menguatkan landasan bagian bawah ransel agar mudah disusun ke atas.&lt;br /&gt;Pada bagian ini, terutama pada bagian inti ransel, tempatkan peralatan atau perlengkapan yang berat seperti: pakaian, makanan, dan peralatan memasak. Pusatkan beban tersebut dekat dengan punggung, sehingga Anda mudah menjaga keseimbangan.&lt;br /&gt;Bagian berikutnya, isi dengan peralatan seperti tenda, slepping bag, jaket, dan kamera. Upayakan semua bagian dalam ransel terisi dan terlihat padat. Hal ini dimaksudkan untuk memusatkan berat ransel sesungguhnya.&lt;br /&gt;Berat normal setiap beban yang mampu Anda pikul di dalam ransel adalah maksimum 25 kilogram. Namun lebih baik jika Anda membawa beban kurang dari 20kg. Tujuannya untuk memudahkan Anda dalam berjalan dan menjaga keseimbangan pada daerah-daerah berbahaya seperti, jurang atau jalan setapak.&lt;br /&gt;Kalau Anda bisa mengatur ransel dengan maksimal dan sesuai kebutuhan, maka perjalanan Anda pun akan lebih menyenangkan. Anda tak perlu jalan terseok-seok karena keberatan beban atau sedih karena barang Anda ketinggalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-1175274167816041020?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/1175274167816041020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=1175274167816041020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1175274167816041020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/1175274167816041020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/cara-mengatur-isi-ransel.html' title='Cara mengatur isi ransel'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8317885699649524592</id><published>2008-01-25T02:32:00.002+07:00</published><updated>2008-02-27T18:03:08.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>PAGI vs MALAM</title><content type='html'>Beberapa kelebihan dan kekurangan pendakian di malam hari dan pagi.Jika jadwal pendakian anda pagi hari, namun setibannya anda ditujuan sudah hampir malam, sebaiknya anda pergunakan untuk beristirahat. Pagi harinya barulah anda bersiap-siap untuk pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan :&lt;br /&gt;memerlukan batrey,minyak tanah,untuk penerangan&lt;br /&gt;Berebut oksigen sama pohon,&lt;br /&gt;Lebih dingin&lt;br /&gt;Medan sekeliling tak terlihat jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan :&lt;br /&gt;Jalur yg menanjak tak terasa didaki, karena tak jelas terlihat&lt;br /&gt;Ingin melihat Sunrice dipuncak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian Pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan :&lt;br /&gt;Bagi yg "Kebi" (saudaranya kerbau yg kerjanya tidur mulu) berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan :&lt;br /&gt;Gak perlu penerangan,"Hemat dikit"&lt;br /&gt;Kita diberi Oksigen sama Pohon sekitar, lebih Fres&lt;br /&gt;Trak yg curam dapat terlihat dibandingkan malam&lt;br /&gt;Ada BackSaundnya (Suara Burung)&lt;br /&gt;Dapat melihat pendaki yg lain dengan jelas.Bisa berkenalan. "Tambah temen"&lt;br /&gt;Biar rejeki kita gak dipatok ayam......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8317885699649524592?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8317885699649524592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8317885699649524592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8317885699649524592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8317885699649524592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/pagi-vs-malam.html' title='PAGI vs MALAM'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-8110091249301596353</id><published>2008-01-25T02:32:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:01:09.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>Management Perjalanan</title><content type='html'>Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W &amp;amp; 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.&lt;br /&gt;Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:&lt;br /&gt;Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Tlogo Dlingo-Tawangmangu&lt;br /&gt;Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok.&lt;br /&gt;Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 20 Orang anggota Penuh (panitia) dan 5 Orang anggota muda (peserta)&lt;br /&gt;Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam&lt;br /&gt;Contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR KE IX dan pelantikan Anggota penuh PMPA VAGUS&lt;br /&gt;When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.&lt;br /&gt;Contoh: 23 Februari 2001 sampai dengan 25 Februari 2001&lt;br /&gt;Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;pada tanggal 23-25 Februari 2001 akan diadakan DIKLATSAR IX ,yang akan dilaksanakan oleh 20 panitia dan diikuti 5 orang peserta yang inggin dilantik menjadi anggota penuh PMPA VAGUS.tempat yang digunakan untuk DIKLATSAR tsb yaitu Tlogo Dlingo-Tawangmangu.&lt;br /&gt;Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Bagaimana kondisi Tempat&lt;br /&gt;• Bagaimana cuaca disana&lt;br /&gt;• Bagaimana perizinannya&lt;br /&gt;• Bagaimana mendapatkan air&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaturan tugas panitia&lt;br /&gt;• Bagaimana Acara DIKLATSAR berlangsung&lt;br /&gt;• Bagaimana materi yang disampaikan&lt;br /&gt;• dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi)&lt;br /&gt;Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :&lt;br /&gt;1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Pengurusan perizinan&lt;br /&gt;3. Pembagian tugas panitia&lt;br /&gt;4. Persiapan kebutuhan acara&lt;br /&gt;5. kebutuhan peralatan dan perlengkapan&lt;br /&gt;6. dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Packing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.&lt;br /&gt;Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :&lt;br /&gt;• Pada saat backpack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang.&lt;br /&gt;Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.&lt;br /&gt;• Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.&lt;br /&gt;Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.&lt;br /&gt;• Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.&lt;br /&gt;• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada kantong samping Keril/Ransel.&lt;br /&gt;• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.&lt;br /&gt;Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8688562394266897877-8110091249301596353?l=garudapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garudapala.blogspot.com/feeds/8110091249301596353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8688562394266897877&amp;postID=8110091249301596353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8110091249301596353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8688562394266897877/posts/default/8110091249301596353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garudapala.blogspot.com/2008/01/management-perjalanan.html' title='Management Perjalanan'/><author><name>GARUDA PALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08504550187149137089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_GrIYtl_-Hrw/R5NqI8t9pGI/AAAAAAAAAAU/X-vJBqIbFJ0/S220/garudapala.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8688562394266897877.post-7303236657544012963</id><published>2008-01-25T02:28:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T18:01:09.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATERI'/><title type='text'>PENGETAHUAN DASAR MENDAKI GUNUNG</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Mendaki gunung seperti kegiatan petualangan lainnya merupakan sebuah aktivitas olahraga berat. &lt;/span&gt;Kegiatan itu memerlukan kondisi kebugaran pendaki yang prima. Bedanya dengan olahraga yang lain, mendaki gunung dilakukan di tengah alam terbuka yang liar, sebuah lingkungan yang sesungguhnya bukan habitat manusia, apalagi anak kota. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pendaki yang baik sadar adanya bahaya yang bakal menghadang dalam aktivitasnya yang diistilahkan dengan bahaya obyektif dan bahaya subyektif. Bahaya obyektif adalah bahaya yang datang dari sifat-sifat alam itu sendiri. Misalnya saja gunung memiliki suhu udara yang lebih dingin ditambah angin yang membekukan, adanya hujan tanpa tempat berteduh, kecuraman permukaan yang dapat menyebabkan orang tergelincir sekaligus berisiko jatuhnya batu-batuan, dan malam yang gelap pekat. Sifat bahaya tersebut tidak dapat diubah manusia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya saja, sering kali pendaki pemula menganggap mendaki gunung sebagai rekreasi biasa. &lt;span&gt;Apalagi untuk gunung-gunung populer dan “mudah” didaki, seperti Gede, Pangrango atau Salak. Akibatnya, mereka lalai dengan persiapan fisik maupun perlengkapan pendakian. Tidak jarang di antara tubuh mereka hanya berlapiskan kaus oblong dengan bekal biskuit atau air ala kadarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski tidak dapat diubah, sebenarnya pendaki dapat mengurangi dampak negatifnya. Misalnya dengan membawa baju hangat dan jaket tebal untuk melindungi diri dari dinginnya udara. Membawa tenda untuk melindungi diri dari hujan bila berkemah, membawa lampu senter, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara bahaya subyektif datangnya dari diri orang itu sendiri, yaitu seberapa siap dia dapat mendaki gunung. Apakah dia cukup sehat, cukup kuat, pengetahuannya tentang peta kompas memadai (karena tidak ada rambu-rambu lalu lintas di gunung), dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sebagai gambaran, Badan SAR Nasional mendata bahwa dari bulan Januari 1998 sampai dengan April 2001 tercatat 47 korban pendakian gunung di Indonesia yang terdiri dari 10 orang meninggal, 8 orang hilang, 29 orang selamat, 2 orang luka berat dan 1 orang luka ringan, dari seluruh pendakian yang tercatat (Badan SAR Nasional, 2001)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Data lain, sejak tahun 1969 sampai 2001, gunung Gede dan Pangrango di Jawa Barat telah memakan korban jiwa sebanyak 34 orang. Selanjutnya, dari 4000 orang yang berusaha mendaki puncak Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia, hanya 400 orang yang berhasil mencapai puncak dan sekitar 100 orang meninggal. Rata-rata kecelakaan yang terjadi pada pendakian dibawah 8000 m telah tercatat sebanyak 25% pada setiap periode pendakian.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kedua bahaya itu dapat jauh dikurangi dengan persiapan. Persiapan umum yang harus dimiliki seorang pendaki sebelum mulai naik gunung antara lain:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter [Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut], atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pastikan  kondisi tubuh sehat dan kuat. Berolahragalah seperti lari atau  berenang secara rutin sebelum mendaki.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur, matras.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawalah wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bawalah  peralatan medis, seperti obat merah, perban, dan obat-obat khusus  bagi penderita penyakit tertentu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok pencinta alam yang kini telah tersebar di sekolah menengah atau universitas-universitas.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ukurlah  kemampuan diri. Bila tidak sanggup meneruskan perjalanan, jangan  ragu untuk kembali pulang. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Memang, mendaki gunung memiliki unsur petualangan. Petualangan adalah sebagai satu bentuk pikiran yang mulai dengan perasaan tidak pasti mengenai hasil perjalanan dan selalu berakhir dengan perasaan puas karena suksesnya perjalanan tersebut. Perasaan yang muncul saat bertualang adalah rasa takut menghadapi bahaya secara fisik atau psikologis. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tanpa adanya rasa takut maka tidak ada petualangan karena tidak ada pula tantangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Risiko mendaki gunung yang tinggi, tidak menghalangi para pendaki untuk tetap melanjutan pendakian, karena Zuckerma menyatakan bahwa para pendaki gunung memiliki kecenderungan sensation seeking [pemburuan sensasi] tinggi. Para sensation seeker menganggap dan menerima risiko sebagai nilai atau harga dari sesuatu yang didapatkan dari sensasi atau pengalaman itu sendiri. Pengalaman-pengalaman yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan tersebut membentuk self-esteem [kebanggaan /kepercayaan diri]. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengalaman-pengalaman ini selanjutnya menimbulkan perasaan individu tentang dirinya, baik perasaan positif maupun perasaan negatif. Perjalanan pendakian yang dilakukan oleh para pendaki menghasilkan pengalaman, yaitu pengalaman keberhasilan dan sukses mendaki gunung, atau gagal mendaki gunung. Kesuksesan yang merupakan faktor penunjang tinggi rendahnya self-esteem, merupakan bagian dari pengalaman para pendaki dalam mendaki gunung.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fenomena yang terjadi adalah apakah mendaki gunung bagi para pendaki merupakan sensation seeking untuk meningkatkan self-esteem mereka? Selanjutnya, sensation seeking bagi para pendaki gunung kemungkinan memiliki hubungan dengan self-esteem pendaki tersebut. Karena pengalaman yang dialami para pendaki dalam pendakian dapat berupa keberhasilan maupun kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Persiapan mendaki gunung&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kesiapan  mental.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kesiapan  fisik.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan [sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya]. Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kesiapan  administrasi.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kesiapan  pengetahuan dan ketrampilan. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC [emergency medical care] praktis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perencanan pendakian.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal pertama yang ahrus dilakukan adalah mencari informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selanjutnya buatlah ROP (Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Intinya dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan :&lt;br /&gt;■ Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.&lt;br /&gt;■ Mempelajari medan yang akan ditempuh.&lt;br /&gt;■ Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.&lt;br /&gt;■ Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.&lt;br /&gt;■ Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlengkapan dasar perjalanan&lt;br /&gt;■ Perlengkapan jalan : sepatu, kaos kaki, celana, ikat pinggang, baju, topi, jas hujan, dll.&lt;br /&gt;■ Perlengkapan tidur : sleeping bag, tenda, matras dll.&lt;br /&gt;■ Perlengkapan masak dan makan: kompor, sendok, makanan, korek dll.&lt;br /&gt;■ Perlengkapan pribadi : jarum , benang, obat pribadi, sikat, toilet paper / tissu, dll.&lt;br /&gt;■ Ransel / carrier.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlengkapan pembantu&lt;br /&gt;■ Kompas, senter, pisau pinggang, golok tebas, Obat-obatan.&lt;br /&gt;■ Peta, busur derajat, douglass protector, pengaris, pensil dll.&lt;br /&gt;■ Alat komunikasi (Handy talky), survival kit, GPS [kalo ada]&lt;br /&gt;■ Jam tangan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Packing atau menyusun perlengkapan kedalam ransel. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis  jenisnya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Masukkan  dalam kantong plastik. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Letakkan  barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (mis :  Perlengkapan tidur) pada yang paling dalam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Barang  barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin  dengan tubuh dan mudah diambil. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tempatkan  barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan  badan / punggung. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Buat  Checklist barang barang tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Jenis Gunung dan Grade Pendakian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2, yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Berdasar bentuknya dibagi menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gunung  berapi perisai (Gunung berapi lava) == seperti perisai &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gunung  berapi strato &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gunung berapi maar == Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti, yang tinggal hanya kawahnya saja. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Macam dan tingkat pendakian gunung macam pendakian, yaitu pendakian gunung bersalju (es) dan gunung batu. &lt;/span&gt;Keduanya mambutuhkan persiapan dan perlengkapan yang matang. Menurut Club “Mountaineers”, Seatle Washington, dasar pembagian tingkat pendakian ada dua cara.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Berdasar penggunaan alat teknis yang dipakai ( class) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class 1 ; lintas alam tanpa bantuan tangan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class 2  ; dibutuhkan bantuan tangan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class  3 ; pendakian yang mudah memerlukan kaki dan tangan dalam mendaki,  tali mungkin dibutuhkan oleh pemula&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class 4  ; pendakian memerlukan tali pengaman&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class 5  ; dibutuhkan tali dan pengaman peralatan lain seperti : piton,  runner, chocks dll&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;class 6 ; mandaki dengan tali dengan peralatan bantuan sepenuhnya berpijak diatas paku tebing, memenjat rantai sling atau mengunakan stirupss&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendakian claass 4 masuk dalam katagori scrembling [Mendaki dengan cara mempergunakan badan sebagai keseimbangan serta tangan untuk berpegangan dengan medan yang miring sampai 45 derajat] dan class 5 - 6 sudah dapat dikatagorikan sebagai climbing [panjat]. Dimana class 5 merupakan free-climbing [Pemanjatan dengan tanpa menggunakan alat tehnis untuk menambah ketinggian, alat hanya sebagai pengaman saja ] dan class 6 adalah artificial climbing [Pemanjatan dengan menggunakan alat tehnis sebagai pembantu menambah ketinggian, misalnya dipijak atau disentak dan dipegang ]. Apa bila dilakukan di gunung batu / cadas disebut rock climbing dan bila dilakukan di gunung es disebut dengan snow and ice climbing .&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ulasan mengenai hal ini dibahas dalam materi tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Berdasar lama waktu akibat sukarnya pendakian dalam medan pendakian (grade)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade I, bagian yang sukar dapat ditempuh dalam  beberapa jam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade  II, bagian yang sukar ditempuh dalam setengah hari&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade  III, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade  IV, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh dan memerlukan  bantuan lereng-lereng sempit untuk bisa naik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade  V, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 1,5-2,5 hari&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;grade  VI, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 2 hari atau lebih dan  dengan banyak sekali kesulitan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ulasan mengenai hal ini dibahas dalam materi panjat tebing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Berdasarkan tingkat kemanan pemanjat dari kemampuan alat yang digunakan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;A1 ;aman sekali, peralatan yang dipasang dan  digunakan dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pendaki&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;A2 ;aman, jikapun terjadi maslah, alat masih dapat diandalkan untuk mencegah akibat yang lebih fatal [misalnya jatuh tidak sampai kedasar]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;A3 ;penggunan alat pengaman cukup aman tetapi tidak dapat diandalkan untuk menjaga resiko jatuh, kecuali dengan pemasngan yang sangat teliti dan fall-faktor yang tidak terlal;u berbeban tinggi. Bila fall faktor tinggi, maka alat-alat akan copot dan pendaki bisa menerima akibat fatal&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;A4 ;pengaman yang digunakan tidak dapat diharapkan untuk dapat menahan beban jatuh, cenderung hanya sebagai pengaman psykologis untuk menguatkan mental pendaki&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;4. Berdasarkan tingkat kesulitan [difficult] medan pendakian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tingkatan pedakian dengan dasar perhitungan ini bisa disebut juga dengan Yossemite Decimal System [YDS]. Pang-katagorian berasal dari USA dan saat ini banyak di gunakan untuk menentukan grade kesulitan panjat tebing. Oleh karena itu YDS dimulai dengan grade 5 dan seterusnya. Pengkatagorian demikian biasanya digunakan untuk jenis pendakian free-climbing atau free-soloing [Memanjat sendiri tanpa alat bantu dan pengaman apapun, biasanya pada jalur pendek]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anehnya YDS sendiri menyalahi kaidah matematis penghitungan decimal, dimana misalnya suatu jalur mempunyai ketinggian 5,9 [lima point sembilan] lalu grade selanjutnya menjadi 5.10 [lima point sepuluh]. Peng-angka-an ini menjadi “aneh” akibat grade 5.9 lebih rendah dibanding dengan 5.10, padahal dalam matematika sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;YDS sendiri diawali dengan grade 5.8 atau 5.9, selanjutnya 5.10, 5.11, 5.12, 5.13 dan 5.14. Sampai saat ini tidak ada grade melebihi 5.14.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkembangan keanehan peng-angka-an decimal ini menurut beberapa diskusi pegiatan pendakian dan panjat tebing akibat keselahan memprediksikan kemampuan pendakian pada saat system YDS dipublikasikan. Dimana pada saat itu diperkirakan kemampuan pendakian / panjat hanya sampai grade 5.9. Padahal dalam kemudian berkembangan kemampuan pendakian / pemanjatan yang lebih mutakhir dan luar bisa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan saking sulitnya menentukan dengan hanya angka-angka decimal yang terbatas, seiring dengan banyaknya jalur pendakian/pemanjatan yang dibuat oleh kalangan pemanjat, maka grade decimalpun ditambahkan dibelangkannya dengan alfhabet.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh; 5.12a, 5.13 d atau 5.14 c&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang sampai saat sekarang barangkali hanya ada beberapa jalur yang dibuat manusia dengan grade 5.14, itupun terbatas pada jalur-jalur pendek.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum grading dengan YDS dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.8 ; jalur yang ditempuh mudah, grip [pegangan]  sangat bisa digunakan oleh bagian tubuh yang ada untuk menambah  ketinggian&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.9  ; jalur yang ditempuh dengan metode 3 bertahan 1 mencari&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.10  ; jalur yang ditempuh dengan metode 3 bertahan 1 mencari, hanya saja  perlu keseimbangan [balance] yang baik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;5.11  ; dapat bertahan pada 2 atau 3 grip dengan satu diantaranya sangat  minim dan perlu keseimbangan. &lt;/span&gt;Jalur hang hampir bisa  dipastikan memiliki grade demikian.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.12 ; terdapat 2 dari 2 kaki dan 2 tangan yang dapat digunakan untuk menambah ketinggian. Dengan kondisi grip yang kecil di satu bagiannya atau paling tidak sama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.13 ; hanya 1 dari diantara 2 kaki dan 2 tangan yang dapat digunakan untuk menambah ketinggian, itupun dengan grip yang sangat minim.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;5.14  ; “mulus seperti kaca”, tidak mungkin terpikirkan untuk dapat  dibuat jalur pendakian/pemanjatan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Makanan (logistik).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makanan yang dibawa seharusnya dapat memenuhi kebutuhan energi pendaki, selama pendakian seserorang membutuhkan sitar 5.000 kalori dan 100 gram protein, kalori dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi nasi. Namun ada baiknya hanya memakan nasi satu kali sehari di kala malam (saat berkemah) alasayanya beras realtif berat dan memerluakan waktu yang lama untu memasak serta menghabiskan banyak bahan bakar. Fungsi beras dapat diganti dengan roti, biskuit, coklat, dan hevermit.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal yang perlu diperjatikan hindari mengkonsumsi makanan yang harus dimasak lebih dahulu selama mendaki, karena hal ini hanya akan merepotkan dan menghabiskan waktu perjalanan. Pilihlah makanan praktis seperti coklat, roti, agar-agar, buah-buahan, dapat juga dibuat mixfood yang terdiri atas kacang, coklat, biskuit dan kismis.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Umumnya makanan yang paling praktis dibawa adalah makanan instan yang memiliki kemasan, buanglah kemasan karton sebelum dimasukan dalam ransel dengan demikian berat ransel dapat berkurang dan makanan yang dibawapun tidak banyak memakan tempat didalam ransel.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Peralatan lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain peralatan dan sejumlah perlengkapan, jangan lupa membawa perlengkapan kecil yang terdanag dirasa sepele, namun amat penting. Perlengkapan itu berupa obat-obatan seperti pelester, obat merah, tisu basah dan kering, senter, benang, jarum jahit, jam dan alat tulis. Peralatan itu terkandang dibutuhkan dalam keadaan darurat atau menjaga tubuh tetap bersih.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa membawa tas / kantong plastik, tas plastik tersebut dibutuhkan untuk menaruh barang-barang yang kotor dan basah sebelum dicuci dan tas plastik juga berfungsi untuk membawa kembali sampah-sampah pendakian, sampah-sampah sisa makanan atau berkemah, janganlah dibuang begitu saja di alam terbuka. Selain megotori, membuang sampah dapat menyulitkan usaha pencarian dan pertolongan bagi pendaki yang tersesat atau mengalami kecelakaan, kerap kali usaha pencarian oarang tersesat terbantu dengan petunjuk dari barang-barang yang tercecer.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;h3 class="western" align="justify"&gt;&lt;a name="116247446010468577"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengetahuan Dasar Survival &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selanjutnya dibutuhkan perlin- dungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. &lt;span&gt;Untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. &lt;/span&gt;Api dapat dimasukkan kedalam prioritas  kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. Istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. &lt;/span&gt;Dengan demikian istirahat dapat  dimasukkan kedalam prioritas ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air. Kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. &lt;span&gt;Air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari, sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. &lt;/span&gt;Sangatlah bijaksana apabila  pemakaian air dapat dihemat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. Tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. Keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. Penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Sikap dalam Survival&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. Hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. Bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. Kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. Juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. Sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Apa saja yang berguna dalam mengha- dapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kesiapan mendiskusikan dengan jelas “apakah anda ingin hidup ?”, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. Sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. Oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. Mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. Pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya, penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengapa ada Survival ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan alam (cuaca dan medan)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan  mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan  diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyaknya  kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan  kita sendiri. &lt;span&gt;Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental, kurang lebih 80% kesiapan kita dalam survival terletak dari kesiapan mental kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. &lt;/span&gt;Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan alam (cuaca dan medan) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan  mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan  diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Definisi Survival&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam ;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sadarkan diri dalam keadaan gawat darurat&lt;br /&gt;Usahakan untuk tetap tenang dan tabah&lt;br /&gt;Rasa takut dan putus asa harus hilangkan&lt;br /&gt;Vitalitas mesti ditingkatkan&lt;br /&gt;Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya&lt;br /&gt;Variasi alam bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya&lt;br /&gt;Lancar dan selamat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tersebut, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Stop &amp;amp; seating / berhenti dan duduklah&lt;br /&gt;Thingking / berpikirlah&lt;br /&gt;Observe / amati keadaan sekitar&lt;br /&gt;Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebutuhan survival&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang harus dipunyai oleh seorang survivor adalah :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sikap mental ; Semangat untuk tetap hidup, Kepercayaan diri, Akal sehat, Disiplin dan rencana matang serta Kemampuan belajar dari pengalaman]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengetahuan ; Cara membuat bivak, Cara memperoleh air, Cara mendapatkan makanan, Cara membuat api, Pengetahuan orientasi medan, Cara mengatasi gangguan binatang, Cara mencari pertolongan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengalaman  dan latihan ; Latihan mengidentifikasikan tanaman, Latihan membuat  trap, dll &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Peralatan  ; Kotak survival, Pisau jungle , dll &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengkoordinasi  anggota &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Melakukan  pertolongan pertama &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Melihat  kemampuan anggota &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengadakan  orientasi medan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengadakan  penjatahan makanan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Membuat  rencana dan pembagian tugas &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Berusaha  menyambung komunikasi dengan dunia kuar &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Membuat  jejak dan perhatian &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mendapatkan  pertolongan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bahaya-bahaya dalam Survival&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketegangan dan panik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Cara Pencegahan : Sering berlatih, Berpikir positif dan optimis dan Persiapan fisik dan mental&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Matahari / panas &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kelelahan  panas &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kejang  panas &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sengatan  panas &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : Penyakit akut / kronis, Baru sembuh dari penyakit Demam, Baru memperoleh vaksinasi, Kurang tidur, Kelelahan, Terlalu gemuk, Penyakit kulit yang merata, Pernah mengalami sengatan udara panas, Minum alkohol, Dehidrasi.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan keadaan panas :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aklimitasi  &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Persedian  air &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengurangi  aktivitas &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Garam  dapur &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pakaian  : Longgar, Lengan panjang, Celana pendek, Kaos oblong &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Serangan penyakit&lt;br /&gt;Penyakit yang biasa diderita pegiat alam bebas adalah :Demam, Disentri, Typus, Malaria&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemerosotan mental&lt;br /&gt;Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris&lt;br /&gt;Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah atau keadaan lingkungan mencekam&lt;br /&gt;Pencegahan : Usahakan tenang dan tentu saja banyak berlatih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahaya binatang beracun dan berbisa&lt;br /&gt;Keracunan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  ■ &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gejala ; Pusing dan muntah, nyeri dan kejang  perut, kadang-kadang mencret, kejang kejang seluruh badan, bisa  pingsan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;■ &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Penyebab  : Makanan dan minuman beracun&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;■ &lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pencegahan  : Air garam di minum, Minum air sabun mandi panas, Minum teh pekat  atau di tohok anak tekaknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Keletihan amat sangat&lt;br /&gt;Pencegahan : Makan makanan berkalori dan Membatasi kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bahaya lainnya dalam survival adalah : Kelaparan, Lecet, Kedinginan [untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membuat Bivouck (Shelter)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Macam –macam bivouck :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Shelter asli alam ; Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor]. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau separuhnya alam dan separuhnya butan [misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Syarat bivouck : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hindari daerah aliran air [bila terpaksa, maka  gunakan bivouck panggung]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Di  atas bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bukan  sarang nyamuk/serangga&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bahan  kuat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jangan  terlalu merusak alam sekitar &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Terlindung  langsung dari angin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengatasi Gangguan Binatang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nyamuk ; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut [dalam keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal] dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk , Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Laron ; Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Disengat Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali, Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan pecahan genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gigitan Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas lintahnya, Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas lintahnya, Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Semut Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada jalan semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kalajengking dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka, Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ular dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care [EMC]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Membaca Jejak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya adalah jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jejak alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada disekitar, arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak binatang. Untuk membaca jejak alami [binatang] dapat diketahui dari telapak yang ditinggalkan, kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada air yang tidak perlu dimurnikan, seperti air hujan langsung. Untuk memperoleh air hujan langsung dalam keadaaan sirvive di alam bebas, maka dapat dengan cara memampung dengan ponco atau daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan [nesting atau phipless]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air dari tanaman rambat/rotan atau bambu. Cara memperolehnya, yaitu potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut.&lt;br /&gt;Selain rotan, bambu dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga (kantung semar) dan lumut.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu antara lain adalah air sungai besar, air sungai tergenang, air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut). Untuk mendaptkan air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berikutnya air juga dapat diperoleh dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya [bongkahnya] lalu buat lubang ditengahnya maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dalam kondisi hidup dialam bebas ada berbagai makanan yang dapat di konsumsi, tetapi harus memperhatikan beberapa syarat dan patokan berikut :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Makanan yang di makan kera juga bisa di makan  manusia &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hati-hatilah  pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hindari  makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo  dan pepaya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Tanaman  yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan, lengan, bibir  dan atau lidah, tunggu sesaat. &lt;/span&gt;Apabila terasa aman bisa  dimakan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hindari  makanan yang terlalu pahit atau asam &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Note ; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hubungan air dan makanan; Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit, Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan, Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tumbuhan yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya : Permukaan daun atau batang yang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir dan tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat [dapat dicoba di ujung lidah]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa batangnya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Batang  pohon pisang (putihnya) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bambu  yang masih muda (rebung) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pakis  dalamnya berwarna putih &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sagu  dalamnya berwarna putih &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tebu  &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa daunnya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Selada  air &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Rasamala  (yang masih muda) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Daun  mlinjo &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Singkong  &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa akar dan umbinya :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ubi jalar, talas, singkong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa Buahnya :&lt;br /&gt;Arbei, asam jawa, juwet&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jamur merang, jamur kayu. Tetapi ada beberapa jenis  jamur mempunyai beracun yang ciri-cirinya adalah :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mempunyai  warna mencolok &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Baunya  tidak sedap &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bila  dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sendok  menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bila  diraba mudah hancur &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Punya  cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tumbuh  dari kotoran hewan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengeluarkan  getah putih &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Selain tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam dapat dimakan juga, misalnya Belalang, Jangkrik, Tempayak putih (gendon), Cacing, burung, Laron, Lebah, larva, Siput/bekicot, Kadal [bagia belakang dan ekor], Katak hijau, Ular [1/3 bagian tubuh tengahnya], Binatang besar lainnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ada beberapa ciri binatang yang tidak dapat dimakan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Binatang yang mengandung bisa : lipan dan  kalajengking &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Binatang  yang mengandung racun : penyu laut &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Binatang  yang mengandung bau yang khas : sigung / senggung &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Api&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat api dalam keadaan darurat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dengan lensa / Kaca pembesar ; Fokuskan sinar pada  satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gesekan kayu dengan kayu ; Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Busur dan gurdi ; Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. &lt;span&gt;Bahan  penyala yang baik adalah kawul / sabut terdapat pada dasar kelapa,  atau daun aren&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Survival kits&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Survical kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat digunakan selama perjalanan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa contoh survival kits adalah :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mata  pancing /kait &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pisau /  sangkur / vitrorinoc&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tali  kecil &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Senter &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Cermin  suryakanta, cermin kecil &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Peluit &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Korek  api yang disimpan dalam tempat kedap air [tube roll film]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tablet  garam, norit &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Obat-obatan  pribadi &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jarum +  benang + peniti &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ponco /  jas hujan / rain coat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Lain-lain&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt;&lt;a href="post-edit.g?blogID=36993506&amp;amp;postID=116247446010468577&amp;amp;quickEdit=true"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;h3 class="western" align="justify"&gt;&lt;a name="116246175889852316"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengetahuan Dasar Navigasi Darat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa media dasar navigasi darat adalah :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan  letak peta &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Koordinat  peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kontur;  adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang  berketinggian sama diatas permukaan laut. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Legenda  peta ; adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat  untuk memudahkan pembaca menganalisa peta. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Koordinat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) ; Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. &lt;span&gt;Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) ; Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Analisa Peta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Antara   garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling   berpotongan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Beda   ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan   berubah-ubah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Daerah   datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal   mempunyai kontur rapat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Beberapa   tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk   lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.   &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Punggungan   terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya   melengkung menjauhi puncak &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Lembahan   terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam   menjorok kepuncak. &lt;/span&gt;Kontur lembahan biasanya rapat. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Saddle,   daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pass,   merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengertian   akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam   menyusun perencanaan perjalanan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). &lt;/span&gt;Secara fisik, kompas terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Badan,  tempat komponen lainnya berada &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Skala  penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Cttn: saat ini sudah banyak digunakan GPS [global positioning system] dengan tehnologi satelite untuk mengantikan beberapa fungsi kompas.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orientasi Peta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. &lt;/span&gt;Langkah-langkah orientasi peta:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan  terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Siapkan  kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Utarakan  peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai  dengan arah medan sebenarnya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Cari  tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan  tanda-tanda medan tersebut di peta. &lt;/span&gt;Lakukan hal ini untuk  beberapa tanda medan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Ingat  tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya.  &lt;/span&gt;Ingat hal-hal khas dari tanda medan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. &lt;/span&gt;Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Resection&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.&lt;br /&gt;Langkah-langkah melakukan resection:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Lakukan  orientasi peta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Cari  tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2  buah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Bidik  tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan  kompas bidik. &lt;/span&gt;Kompas orienteering dapat digunakan, namun  kurang akurat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Perpotongan  garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi  kita dipeta.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Intersection&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Langkah-langkah melakukan intersection adalah:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Lakukan  orientasi peta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Lakukan  resection untuk memastikan posisi kita di peta.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bidik  obyek yang kita amati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pindahkan  sudut yang didapat ke dalam peta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Bergerak  ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. &lt;/span&gt;Lakukan  langkah 1-3&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Perpotongan  garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek  yang dimaksud.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Azimuth - Back Azimuth&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. &lt;/span&gt;Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika  azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth  adalah azimuth dikurangi 180º. &lt;span&gt;Misal anda  membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya  adalah 200º- 180º = 20º&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Perhatikan  tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. &lt;/span&gt;Perhatikan  tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Bidikkan  kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan  lain di ujung lintasan/titik bidik. &lt;/span&gt;Sudut bidikan ini  dinamakan azimuth.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Merencanakan Jalur Lintasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke suatu gunung, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Titik  awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penampang Lintasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa manfaat penampang lintasan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun  perencanaan perjalanan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Memudahkan  kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dapat  mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan  tertentu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah membuat penampang lintasan:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter  blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan  penghapus&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. &lt;/span&gt;Demikian seterusnya hingga  titik akhir.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ingatlah hai engkau penjelahan alam :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Take  nothing, but pictures [jangan ambil sesuatu kecuali gambar]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kill  nothing, but times [jangan bunuh sesuatu kecuali waktu]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Leave  nothing, but foot-print [jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak  kaki]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;dan senantiasa ;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Percaya kepada kawan [dalam hal ini kawan adalah rekan pegiat dan peralatan serta perlengkapan, tentu saja juga harus dibarengi bahwa diri kita sendiri juga dapat dipercaya oleh “teman” tersebut dengan menjaga, memelihara dan melindunginya]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Percaya  kepada diri sendiri, yaitu percaya bahwa kita mampu melakukan segala  sesuatunya dengan semaksimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;h3 class="western" align="justify"&gt;&lt;a name="116245951791230622"&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Management Perjalanan &amp;amp; Peralatan  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Persiapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk merencanakan suatu perjalanan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. Ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W &amp;amp; 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam  kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam- macam. When (Kapan) waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, berapa lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk How [Bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  kondisi lokasi &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  cuaca disana &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  perizinannya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  mendapatkan air &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  pengaturan tugas panitia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  acara akan berlangsung &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bagaimana  materi yang disampaikan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;dan  masih banyak “bagaimana ?” lagi (silahkan anda mengembangkannya  lagi) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi  basecamp, pembagian waktu dan sebagainya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pengurusan  perizinan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pembagian  tugas panitia &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Persiapan  kebutuhan acara &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kebutuhan  peralatan dan perlengkapan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;dan  lain sebagainya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.17in;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Packing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. &lt;span&gt;Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. &lt;span&gt;Ingat : Letakkan barang yang berat pada  bagian teratas dan terdekat dengan punggung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Kelompokkan  barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk  mempermudah pengorganisasiannya. &lt;/span&gt;Misal : alat mandi ditaruh  dalam satu kantung plastik. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memilih dan Menempatkan Barang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Matras ; Sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kantung Plastik ; Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyimpan Pakaian ;&lt;br /&gt;Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyimpan Makanan ;&lt;br /&gt;Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyimpan Korek Api Batangan ;&lt;br /&gt;Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;&lt;br /&gt;Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlengkapan Pribadi Alam Bebas&lt;br /&gt;Outdoor activity atau kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan memerlukan perhitungan yang cermat. Jika salah-salah maka bukan mustahil musibah akan mengancam setiap saat. Sebagai contoh, sebuah referensi pernah mencatat bahwa salah satu kegiatan alam bebas yaitu rock climbing [panjat tebing] merupakan jenis olahraga yang resiko kematiannya merupakan peringkat ke-2 setelah olahraga balap mobil formula-1.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentu saja resiko tersebut terjadi apabila safety-procedure tidak menjadi perhatian yang serius, tetapi apabila safety-procedure diperhatikan dan sering berlatih, maka resiko tersebut dapat ditekan sampai titik paling aman.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu “perisai diri” ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah perlengkapan dir
